fbpx
Industri KreatifInsightKabar KreatifKulinerOpini Kreatif

Pengusaha Kuliner Pedas di Malang Terkena Imbas Kenaikan Harga Cabai

Indiekraf.com – Cabai adalah bahan utama pada menu olahan makanan pedas. Hingga saat ini, bisa dibilang masih belum ada bahan yang dapat memberikan sensasi pedas seperti layaknya cabai. Dengan adanya kenaikan harga cabai, sudah pasti banyak pelaku industri kuliner yang terkena dampaknya, salah satunya di Kota Malang.

Seperti yang kita ketahui, Kota Malang memang memiliki banyak restoran yang menyediakan menu makanan pedas. Mulai dari bakso, mie kekinian, penyetan, dan lalapan. Jika kamu pernah mengunjungi kota ini, tak heran jika hampir di setiap sudut kawasan padat penduduk seperti kampus dan perkantoran, pasti akan ada restoran yang menyediakan menu pedas tersebut. Kenaikan harga tersebut tentunya akan memberikan dampak, seperti yang dialami oleh Sadiati.

Baca juga 5 Rekomendasi Kuliner Pedas di Malang, Siapa Berani?

Dikutip dari radarmalang.jawapos.com, Sadiati yang merupakan penjual lalapan tersebut mengeluhkan kenaikan harga cabai. “Ya mahal, malah beberapa hari yang lalu sempat sampai Rp 90 ribu per kilogramnya. Karena mahal, ya saya inginnya menyesuaikan keadaan saja, kalau mahal ya makanan dijual mahal. Tapi saya khawatir nanti pelanggan juga pergi,” ujarnya.

Meskipun Kota Malang memiliki banyak restoran lezat yang menjual menu makanan pedas, faktor persaingan harga bisa menjadi sangat krusial diantara para pedagang. Hal tersebut dikarenakan selain faktor kelezatan, faktor harga juga masih menjadi hal sensitif yang bisa membuat para pelanggan menjadi ‘setia’ atau tidak terhadap restoran tersebut. Sehingga, menaikan harga bisa menjadi pilihan yang bereksiko.

Baca juga 5 Mie Kekinian di Kota Malang yang Wajib Kamu Coba, Nomor 3 Bikin Ngiler!

Meski mengalami kenaikan harga, para pedagang cabai di Kota Malang mengaku masih sering didatangi oleh banyak pembeli. Siti, salah satu pedagang di Pasar Kasin mengatakan bahwa kenaikan harga cabai bisa mencapai 70 ribu per kilo. “Memang lagi naik itu harga cabe. Kalau cabe biasanya Rp 35 ribu sampai Rp 40 ribu, ini cabe sekarang bisa Rp 60 ribu sampai Rp 70-ribuan. Meski harga naik, pembeli ya tetap beli, ya gimana kebutuhan pokok,” jelasnya.

Salah satu alasan kenaikan harga cabai ini dipicu karena adanya musim hujan yang mulai melanda Indonesia. Musim hujan dapat membuat para petani cabai kerap mengalami gagal panen. Sehingga, hampir setiap bulan Desember memang akan terjadi kenaikan harga.

Penulis: Achmad Faridul Himam

Referensi

[1] Harga Cabe Melejit, Pedagang Makanan Pedas ‘Meringis’

Tampilkan Selanjutnya

Artikel terkait

Back to top button