Digital KreatifIndustri KreatifPeriklananTips Kreatif

Mau Pakai Jasa Selebgram? 7 Hal Ini Wajib Jadi Pertimbangan Anda Terlebih Dahulu

Endorsment dan selebgram kini menjadi salah satu jurus digital marketing yang menjadi tren, namun tidak semudah itu melakukannya

Influencer, dan endorsment plus selebgram jadi tiga kata kunci di  dunia digital marketing yang kini menjadi tren dan banyak diadopsi oleh produsen atau para marketeer.

Praktis, mudah dan langsung memberikan imbas kepada produk, jadi tiga alasan utama mengapa sebuah produk memilih menggunakan jasa endorsement dari selebgram untuk bisa menjadi ujung tombak penjualan atau juga mengenalkan produknya ke masyarakat.

Memang benar, seorang selebgram, biasanya memimiki followers yang begitu banyak. Sehingga dalam bayangan kita tentu dalam satu kali posting, sudah menjangkau puluhan bahkan ratusan ribu pengikutnya.

Serta, seorang publik figur, biasanya menjadi seseorang yang diikuti apapun yang dia lakukan atau kenakan oleh para pengikutnya. Sehingga apapun  pesan yang dingin disampaikan, khususnya oleh produsen bisa dengan mudah tercapai, melalui jasa selebgram atau influencer.

Namun rupanya, seperti dilansir dari artikel aktivfans.com, tidak semudah itu kita bisa menggunakan jasa selebgram dan mendapatkan efeknya secara instan. Setidaknya menurut aktivfans, ada 7 pertimbangan yang harus kita pikirkan sebelum memutuskan menyewa jasa influencer atau selebgram. Apa saja ya itu?

  1. Berhubungan kuat dengan merk dan produk

foto: iyaa.com

Banyak orang melihat influencer dan selebgram hanya dari jumlah followersnya saja, dan mengindahkan bagaimana karakter mereka. Padahal itu adalah salah besar. Karena setiap selebgram punya karakter tersendiri yang dibangun dari profesi, spesialisasi, dan juga profil pribadi mereka.

Disinilah kita harus bisa menyesuaikan citra produk dan merk kita agar relevan dengan karakter selebgram tersebut. Jika misal anda hanya ingin mengenalkan produk anda secara luas, maka seorang buzzer bisa jadi opsi terbaik untuk mencapai banyak pemirsa. Namun ketika merk anda ingin mendapatkan pengakuan dan kredibilitas, maka mengontak konten kreator dengan fokus tutorial atau selebriti akan jadi pilihan utama.

2. Keterkaitan konten nya, dengan produk kita

foto: the verge

Selanjutnya, selain tentang karakter dan profesi sang influencer, yang juga harus kita pahami adalah tujuan mereka dalam membuat konten serta isinya. Tentu tujuannya apakah konten mereka selalu mendapatkan interaksi yang baik dari pengikutnya dan masyarakat umum.

Untuk itu, kita tidak bisa hanya melihat satu dua postingan dengan engagement bagus. Namun kita harus melihat keseluruhan postingannya, dan kemudian dibuat rata – ratanya.

Rumusnya adalah:

Jumlah Likes + Jumlah Komentar = Hasil : Jumlah Followers x 100. Influencer yang bagus memiliki tingkat engagement di atas 10%.”

Menggunakan rumus tesebut anda akan bisa melihat selebgram mana yang memiliki engagement bagus. Karena artinya, setiap postingan mereka selalu ramai dengan interaksi.

3. Pengikut di IG aktif bukan bot dan pasif

foto: searchenginejournal.com

berbicara pengikut alias followers adalah hal utama yang penting kita perhatikan. Karena ketika semakin banyak selebgram punya pengikut, maka makin besar pula peluang calon konsumen memperhatikan merk kita.

Poin penting disini adalah, memperhatikan dengan seksama bagaimana banyaknya dan interaksi pengikut aktif dari mereka.

Bagaimana cara mengetahuinya? Berikut yang perlu kita perhatikan:

  1. Banyaknya yang menyukai konten mereka
  2. Banyaknya komentar yang berinteraksi secara natural

4. Keaktifan di media sosial

foto: Adweek

Setelah anda berhasil menghitung engagement rate seorang influencer, maka selanjutnya yang perlu kita lakukan adalah melihat sebarapa aktif selebgram yang kita bidik tersebut di media sosialnya sendiri. Bukan hanya dari rajinya bikin postingan, namun juga bagaimana mereka berinteraksi di kolom komentar dengan para pengikutnya.

Selebgram yang baik, memang seharusnya selalu meluangkan waktu untuk bisa merespon komen dari para followers. Namun tetap mereka juga harus pandai memilah mana komentar yang perlus direspon dan juga tidak.

Jika selebgram pilhan anda misalnya jarang membuat konten di medsosnya, tentu ini mengecilkan kesempatan produk kita untuk dipromosikan. Begitu pulan dengan ketika mereka minim interaksi, kecenderungan followers untuk melakukan un-follow akan lebih besar.

5. Konten berkualitas

foto: marketing week

Sebelum akhirnya deal dengan seorang influencer, anda harus benar – benar memastikan bahwa sang selebgram sudah mendapatkan pengetahuan tentang produk dengan benar – benar baik. Sehingga ketika ia memaparkan kualitas produk dia sudah benar – benar paham dan bisa menyampaikan dengan baik.

Jika anda sudah memastkan selebgram tersebut sudah mendapatkan product knowledge dengan baik, maka kita boleh membiarkan mere berkreasi untuk mengenalkan produk kita, sesuai dengan karakter mereka. Sehingga konten promo nya akan terkesan natural dan mudah diserap oleh para pengikutnya.

Karena, konsumen di zaman now, sudah pandai untuk mengetahui mana yang konten berbayar, dan mana konten yang dibuat dengan kesungguhan dan ketulusan dari para kreatornya.

Cara untuk para influencer bisa tetap kredibel, adalah dengan membiarkan mereka bebas berkreasi tanpa ada batasan. Namun tetap bisa mengenalkan merk kita kepada audiens.

6. Human Error

foto: decan chronicle

Yang dimaksudkan dengan human error di sini adalah kesalahan yang tidak sengaja dan bersifat spontan. Paling jamak kita temui adalah typo di caption, salah copy-paste, salah re-post, atau bahkan salah akun untuk melakukan postingan.

Memang kesalahan begini terkesan remeh, namun jika sering terjadi dan berulang, maka akan membuat audiens mempertanyakan kredibilitas selebgram tersebut. Di ini anda harus memperhatikan, sebanyak apa mereka selama ini membuat kesalahan, dan baimana cara mereka menanganinya.

Respon terbaik dari mereka, adalah meminta maaf jika membuat kesalahan, dan segera membuat perbaikan. Dengan hal ini, pengikut akan memberikan sikap hormat, karena tahu sang konten kreator adalah orang yang bertanggung jawab.

7. Menggunakan marketing agency

foto: miller ad agency

Jika anda tidak punya waktu untuk harus menghubungi dan menganalisa satu persatu selebgram yang berprospek mengenalkan produk anda. Salah satu solusi cepat adalah menggunakan jasa agensi. Agen seperti ini memang sudah pekerjaannya untuk bisa menjadi media antara selebgram, dengan brand.

Kelebihan menggunakan layanan agensi, karena mereka sudah punya data lengkap selebgram yang menjadi klien mereka. Agensi juga sudah bia membuat analisa dan memberikan rekomendasi, siapa selebgram yang cocok berkolaborasi dengan produk kita.

Selain itu, agensi juga bisa membantu anda dalam menyiaplan foto/ video berkualitas, begitu juga dengan desain dan juga gaya postingan yang sesuai. Mereka biasanya sudah pula menyiapkan paket – paket promo, tinggal disesuaikan dengan bujet kita.

Kekurangannya, jelas dengan menggunakan jasa pihak ketiga seperti ini, maka bujet yang harus kita keluarkan juga lebih tinggi, daripada harus menghubungi langsung selebgramnya.

Inilah 7 hal yang wajib kita pahami sebelum menyewa jasa selebgram sebagai bagian dari program marketing digital produk ataupun merek anda.

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close