Desain ProdukDigital KreatifIndustri KreatifKabar KreatifPelaku Kreatif

Mengintip Glueh 1.0, Mobil Listrik Karya Mahasiswa Aceh

Indiekraf.com – Kembali hadir kabar baik dari anak negeri. Kini, mahasiswa dari Universitas Unsyiah Kuala (USK) meluncurkan inovasi terbaru lewat sebuah mobil listrik. Mobil listrik yang diberi nama ‘Glueh 1.0’ ini adalah karya dari mahasiswa Fakultas Teknik. Bagaimana ya bentuk dari Glueh 1.0 ini?

 

Mengintip Glueh 1.0, Mobil Listrik Karya Mahasiswa Aceh
Sumber : ussfeed.com

 

Glueh 1.0: Mobil Listrik Mungil Karya Mahasiswa Aceh

Anak Negeri kembali mengukir prestasi dengan menghasilkan karya terbaru dengan teknologi canggih. Kini, mahasiswa dari Universitas Unsyiah Kuala (USK) lah yang menjadi kebanggaan. Sepuluh mahasiswa dari Lab Desain dan Manufaktur, Teknik Mesin ini membuat mobil listrik dengan nama Glueh 1.0.

Dengan bimbingan dari Iskandar selaku Wakil Dekan 1 Fakultas Teknik, mereka berhasil memamerkan karya ini. Mobil ini sendiri merupakan produk lanjutan dari Tim Malem Diwa yang sebelumnya sudah meluncurkan mobil listrik. Mobil listrik sebelumnya bernama Malem Diwa.

 

Asal Usul Nama Glueh 1.0 Sebagai Julukan Mobil Listrik ini

Nama Glueh pasti merupakan nama yang cukup asing didengar. Namun, ternyata nama ini berarti Kancil dalam bahasa Aceh. Nama ini diberikan oleh Rektor USK sendiri lho. Glueh 1.0 ini mengusung konsep city car dimana mereka bisa diisi dengan kapasitas dua orang. Bagasi yang disediakan berukuran 100 kg. 

Selain itu, mereka juga menyediakan kapasitas baterai sebesar 4.200 Wh dan daya motor sebesar 3500 watt untuk mobil mungil ini. Kecepatan maksimum yang dimiliki Glueh 1.0 juga belum diketahui, karena umurnya yang masih empat bulan. Akan tetapi, melalui tes terakhirnya, Glueh 1.0 mencatat angka maksimal sebesar 50 km/jam.

 

Proses Pembuatan yang Memakan Biaya Tak Sedikit

Taufiq M.Eng, IPU selaku Dekan Fakultas Teknik USK memberikan keterangan terkait pembuatan Glueh 1.0 ini. Mereka mendapatkan dana hibah sebesar Rp86 juta. Dana hibah tersebut didapatkan dari PLN, dan sisa biaya untuk pembuatan Glueh 1.0 ditanggung oleh USK sendiri. Meski begitu, dirinya berterimakasih atas segala dukungan serta kesempatan yang diberikan pada mahasiswanya untuk pembuatan mobil listrik ini

“Terima kasih banyak atas dukungannya. Ini memberikan pengalaman bagi mahasiswa kami bagaimana membuat mobil listrik, kesempatan belajar, kesempatan ikut lomba dan bagaimana membangun teamwork,” ucapnya.


Baca Juga Marak Mobil Listrik, Akankah Rakyat Indonesia Siap Menggunakannya?

Related Articles