FesyenIndustri KreatifKabar KreatifKota KreatifKreatif Tourism

Profil Kota/Kabupaten Kreatif – Kota Semarang

Ditulis Oleh: Rossya Adha Ummaya

INDIEKRAF – Halo … Para Pelaku Indsutri Kreatif! Menjadi kota kreatif dalam bidang subsektor industri yang berfokus pada fesyen yang semakin berkembang setiap tahunnya tak luput dari dukungan masyarakat sekitar, akademisi, komunitas, bahkan pemerintah juga loo …. Penasaran akan seperti apa profil Kota Semarang? Yuk simak

Semarang merupakan provinsi Ibukota Jawa Tengah dan menjadi salah satu kota metropolitan terbesar kelima di Indonesia. Jumlah kepadatan penduduk yang mencapai sekitar 2,5 juta jiwa. Menjadikan kota ini memiliki interaksi yang luar biasa antar manusia. Sehingga kebutuhan busana menjadi suatu gaya hidup yang penting dalam pergaulan.

Kota Semarang menjadi salah satu kota paling berkembang di Pulau Jawa. Secara geografis, Kota Semarang sebagai daerah dataran rendah yang sempit, yakni sekitar 4 kilometer dari garis pantai. Dataran rendah ini dikenal dengan sebutan kota bawah. Kawasan kota bawah yang seringkali dilanda banjir, dan di sejumlah kawasan, banjir ini disebabkan luapan air laut.

Subsektor Fesyen

Pertumbuhan subsektor di Kota Semarang ini sebesar 20% pertahun, terjadi peningkatan PDRB dan export secara signifikan dalam tiga tahun terakhir. Beragam produk fesyen yang menjajal peruntungan ekspor antara lain tas handmade dan pakaian dengan variasi model yang saat ini. Tidak hanya itu, produk fesyen juga memiliki ciri keunikan yang berbeda dengan daerah lain.

Pada subsektor fesyen ini terdapat sekitar 265 model fesyen yang selalu diciptakan oleh para desainer. Terdapat juga sebanyak 2124 penjahit dan tukang potong bahan. Lalu juga terdapat 139 fesyen desainer. Bisa diperkirakan bahwa sekitar 25.000.000.000 terdapat kontribusi batik terhadap PDRB daerah per tahun.

Potensi Subsektor Fesyen Kota Semarang

Berikut adalah analisa untuk potensi subsektor fesyen di Kota Semarangg sesuai dengan data yang berasal dari pengisian borang PMK3I yang diisi oleh seluruh aktor subsektor fesyen Kota Semarangan:

  • Akses Dan Perluasan Pasar  : Sangat Memadai  (75%)

  • Teknologi Dan Infrastruktur  : Sangat Memadai  (75%)

  • SDM : Sangat Memadai  (75%)

  • Pembiayaan  : Memadai  (50%)

  • Kelembagaan  : Memadai (50%)

  • Industri : Memadai  (50%)

  • Bahan Baku    : Memadai  (50%)

Dalam memasarkan produk-produk fesyen mereka, terdapat dua cara yang bisa dilakukan untuk melakukan kegiatan marketing. Mereka adalah usaha fashion formal yang bisa dikatakan bahwa mereka mempunyai toko dan bersifat legal untuk menjual produk-produk mereka. Usaha fashion formal ini sekitar 75% lalu ada juga yang menjualkan produknya secara online atau melalui marketplace, social media, dll. Mereka termasuk subsektor yang berada dalam kategori usaha fashion informal ini sebanyak 25%.

Lalu untuk pembagian pelaku fesyen, terdapat 3 bagian yang berfokus kepada masing tujuan target pasar mereka. Diantaranya adalah

  • Terdapat 139 Pelaku Fesyen Lokal

  • Ada 125 Pelaku Fesyen Nasional

  • Terakhir, 14 Pelaku Fesyen Internasional.

Para subsektor ini menggunakan berbagai bahan dasar untuk menciptakan suatu karya. Beberapa diantaranya menggunakan bahan katun (80%), lalu ada sutra (3%), wool (3%), wool (1%), polyster (13%).

Walaupun zaman sudah semakin maju. Ternyata berbagai macam variasi pemasaran yang sering di gunakan oleh para subsektor di Kota Semarang ini. Berikut adalah data dari pemasaran subsektor Kota Semarang :

  • Lokal  (30%)

  • Nasional  (50%)

  • Internasional  (30%)

 

Peran Aktor

Berikut adalah potensi masing-masing aktor berdasarkan data borang PMK3I:

  1. Akademisi

Peran akademisi untuk turut andil dalam peran aktor sangat membantu para remaja namun tidak hanya remaja bisa dari semua kalangan untuk ikut menikmati fasilitas dalam hal ini yaitu tersedianya 25 tempat kurusu, 7 sekolah menengah, dan 2 sekolah tinggi. Dalam segi akademisi untuk orang yang akan memulai atau ingin mengembangkan telah dibantu dalam hal ini.

  1. Bisnis

Banyak subsektor yang sudah membuktikan keberhasilan dalam subsketor fesyen ini, diantaranya adalah : Indonesia Fashion Chamber, APPM, IPBI, Anne Avantie, Intan Avantie, Inna Priyono, Gregorius Vici, Bramantya Wijaya, Devi Ross, Angela Chung.

  1.  Komunitas

Banyak komunitas yang mendukung perkembangan subsektor dalam bidang fesyen ini dan sangat siap untuk membantu dalam memulai bahkan mengembangkan karya-karya baru. Diantaranya : Cosmoledies, Benik, Dhiajeng dan Batik Keluarga, Trans Fashion, Semarang Dool Lovers, Alisa Khadijah, PEMI Kota Semarang.

  1. Pemerintah

Peran pemerintah dalam hal pengembangan subsektor ini untuk terus berkarya sangat-sangat diperlukan. Bertujuan memberikan subsidi yang akan dimanfaatkan oleh para subsketor ini. Berikut adalah beberapa aktor yang berada dalam pemerintah yang bertugas penting demi terciptanya karya-karya anak bangsa. Yaitu : Rencana Strategi SKPD, Dinperindag, Perda Penataan Toko Modern, Perwalkot Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri, Perwalkot Pedoman Pakaian Dinas PNS.

Ketertakaitan Ke Belakang 

Dalam meningkatkan infrastruktur untuk mendukung kelancaran proses produksi dan distribusi antar daerah, meliputi : jalan,pasar,galeri,gedung,pertunjukan dan lainnya.

Kota Semarang juga memanfaatkan bahan baku yang didapat dari luar Semarang menggerakkan kegiatan ekonomi daerah lain.

Pemerintah memberikan dukungan berupa subsidi dana melalui kementrian koperasi membuat pengusaha-pengusaha fesyen baru dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

Keterkaitan Ke Depan

Akan selalu tumbuh dan berkembangnya industri fesyen dan industri kreatif lain yang membutuhkan produk fesyen. Berkembangnya bahkan sudah bermunculan jasa ekspedisi khusus untuk proses distribusi produk. Hasil produksi fesyen yang pemasarannya hingga ke Internasional dapat meningkatnya nilai ekspor. Begitu juga produk yang distribusi pemasarannya hingga ke luar Semarang turut menggerakkan kegiatan ekonomi daerah lain.

source: http://kotakreatif.id

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close