Industri KreatifKabar KreatifKota KreatifKuliner

Profile Kota/Kabupaten Kreatif – Kota Salatiga

Ditulis Oleh: Rossya Adha Ummaya

INDIEKRAF – Kota Salatiga merupakan salah satu kota yang terkenal akan kulinernya. Banyak macamnya salah satunya adalah aneka olahan ketela pohon atau ubi kayu dengan cita rasa modern. Dulu singkok identik dengan jajanan ndeso atau makanan kelas bawah berubah menjadi salah satu oleh-oleh yang paling diburu di Salatiga. Jadi rugi, kalau ke Salatiga tidak membeli oleh-oleh khas Salatiga ini yaitu, singkong.

Kota Salatiga merupakan sebuah kota di Provinsi Jawa Tengah. Berbatasan sepenuhnya dengan Kabupaten Semarang. Salatiga terletak di 49km sebelah selatan Kota Semarang atau 52km sebelah utara Kota Surakarta dan berada di jalan negara yang menghubungkan Semarang-Surakarta. Kota ini berada di lereng timur Gunung Merbabu, sehingga membuat kota ini berudara cukup sejuk. Kota Salatiga memiliki beberapa perguruan tinggi (UKSW, IAIN Salatiga, STIE AMA) dan akses internet yang memadai. Kota Salatiga adalah kota perlintasan yang menghubungkan Kota Surakarta dan Semarang yang menjadikannya daerah singgah dan memiliki pusat pendidikan.

Subsektor Kuliner

Adanya kampung tematik kuliner yang mendukung Kota Salatiga sebagai kota kuliner bertema singkong yang kini menjadi bagian dari ikon Kota Salatiga. Yang dimaksud dari kampung singkong tersebut adalah Singkong Keju D9. Banyak sekali macam olahan yang berbahan dasar ketela, seperti Singkong Keju Mayones, Singkong Daging Sapi Lapis Keju, Singkong Keju Tuna, burger telo, pancake telo, perkedel singkong saus semur, paket oblok-oblok daun singkong, roll telo udang asam manis, telo chicken crispy, dan lain-lain.

Kampung yang menjadi sentra produksi aneka olahan berbahan singkong ini pun menjadi destinasi wisata kuliner di Salatiga. Lokasinya yang strategis, berada di dekat jalan besar Solo-Semarang, mudah dijangkau wisatawan. Selain itu masih bnyak lagi pelaku-pelaku kuliner lain yang menjadi semakin berkembangnya ekosistem industri kuliner di Kota Salatiga ini.

Untuk jumlah perhitungan omsetnya bahwa tercatat sekitar 15.000.000.000 pada omset subsektor kuliner per tahun.

Subsektor Kuliner

Terdapat bagian-bagian yang mendukung untuk terciptanya subsektor kuliner di Kota Salatiga ini. Diantaranya:

  1. Terdapat sekitar 70 Pelaku Bisnis yang membantu dalam ekonomi daerah sekitar

  2. Lalu sekitar 750 Petani yang menjadi Serapan Tenaga Kerja

  3. Sekiranya untuk jumlah kegiatan sekitar 10/pertahunnya.

  4. Untuk mewadahi generasi-generasi yang ingin berkembang atau memulai, difasilitasi sekitar 5 Komunitas.

  5. Waktu yang dicapai untuk lama subsektor adalah 9 tahun.

  6. Dalam urusan prestasi Kota Salatiga menerima penghargaan 2 kali dalam pertahun.

Peran Aktor

Berikut adalah potensi masing-masing aktor berdasarkan data borang PMK3I

  1. Akademisi

Peran sekolah dan perguruan tinggi dalam mendukung subsektor ekonomi kreatif kuliner sangat baik. Didukung dengan adanya 2 sekolah kejuruan tata boga dan Universitas Kristen Satya Wacana yang membuka Program Studi S1 Agroteknologi adalah menguasai bidang pertanian berbasis teknologi budidaya tanaman yang berwawasan lingkungan.

  1. Bisnis

Berperan dalam subsektor kuliner para pelaku bisnis yang berjumlah 70, sering mengadakan acara festival kuliner yang bekerja sama dengan aktor kreatif lainnya. Dibuatnya acara festival untuk memperkenalkan produk-produk kuliner masyarakat sekitar.

  1. Komunitas

Adanya komunitas desa singkong, komunitas Salatiga yang memberikan bimbingan dalam pengolahan hasil tani maupun kebun yang dihasilkan masyarakat Salatiga.

  1. Pemerintah

Pemerintah kota bersinergi dengan ketiga aktor kreatif lainnya, terlihat dengan:

  • Kemeriahan festival kuliner Kota Salatiga dan menjadikannya sebagai destinasi wisata.

  • Mendukung penuh Kampung Telo sebagai desa wisata terintegrasi.

  • Memulai insiasi konservasi kuliner

  • Membentuk komite kreatif kota.

  • Pengolahan kuliner yang bersifat zero waste dengan terintegrasi dengan program pemerintah kota.

  • Sertifikasi & standarisasi pengolahan produk.

Produk

Beraneka ragam produ olahan berbasis ketela seperti Singkong Keju Mayones, Singkong Daging Sapi Lapis Keju, Singkong Keju Tuna, burger telo, pancake telo, perkedel singkong saus semur, paket oblok-oblok daun singkong, roll telo udang asam manis, telo chicken crispy dan lain lain.

Lamanya produksi awal hanya sekitar 5 kilogram singkong, namun sekarang mampu mencapai anatara 2 ton hingga 3 ton per hari.

Tersedia pula singkong frozen dikemas kedap udara dan dibekukan sehingga membuatnya bisa lebih tahan lama. Dapat digunakan sebagai cinderamata atau oleh-oleh untuk konsumen dari luar kota.

Proses

  1. Kreasi

Terdapat pengolahan makanan, design produk.

  1. Produksi

Terdapat 3 ton/hari, produk kuliner singkong kreaatif.

  1. Konsumsi

Pendistribusian kuliner khas Kota Salatiga hingga ke luar provinsi.

  1. Distribusi

Kuliner khas Kota Salatiga dapat dinikmati oleh semua lapisan kalangan/masyarakat.

  1. Konservasi

Belum ada perlindungan khusus yang jelas mengenai subsektor kuliner ini.

Keterkaitan Ke Depan

  1. Design produk, fotografi, seni pertunjukkan, DKV, Pariwisata

beberapa yang disebutkan diatas diharapkan dapat memberikan perubahan kepada subsektor kuliner yang berada di Kota Salatiga

  1. Hasil produksi kuliner sangat dibutuhkan untuk menumbuhkan sektor pariwisata

Keterkaitan Ke Belakang

  1. Menyerap tenaga kerja dan jumlah pengusaha yang besar.

  2. Menciptakan magnet gaya hidup Salatiga sebagai kota mahasiswa dan kota perlintasan.

  3. Keterkaitan pemasokan bahan baku dengan daerah lain.

 

source: http://kotakreatif.id

Tampilkan Selanjutnya

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close