Industri KreatifKriya

Begini cara Industri Kreatif Berbasis Kayu Kabupaten Malang Terus Produktif Di Masa Pandemi

Indiekraf.com-Kondisi pandemi covid-19 yang sudah berjalan 9 bulan belakangan ini memberi dampak yang sangat signifikan disetiap sektor industri apapun. Hal itu pula yang dirasakan oleh pengrajin kayu dengan brand Kajoetangan Woodcraft milik Rully Novianto yang berada di kecamatan Dau, Kabupaten Malang.

Usaha kerajinan kayu yang ia geluti selama 4 tahun terakhir juga mengalami penurunan. Meski mengalami penurunan yang cukup drastis Rully tak ingin mengeluh terus menerus kepada keadaan. Ia mencoba mengambil sisi positif dari musibah ini.

Agar tetap bisa berkarya dan produktif di saat krisis, mantan fotografer ini memiliki cara tersendiri, yakni mempromosikan bisnisnya di sekolah sekolah serta di perumahan.

“Institusi yang tidak pernah kehabisan duit untuk kebutuhan teknis itu adalah sekolah, sekolah itu dimasa seperti ini mau ada siswa yang masuk atau tidak,itu tetap ada pemasukan, apalagi yang negeri distribusi pendanaan atau operasional di backup oleh pemerintah.”

“Yang kedua adalah perumahan, bisa jadi ada buyer yang transaksi sebelum pandemi, dan ketika pandemi berjalan mereka sudah waktunya pelunasan dan waktunya menempati, kalau rumahnya kosong mereka juga butuh furniture,” kata Rully.

Dari dua hal itu, pria berjenggot tebal itu mengatakan jika cara tersebut dinilainya sangat potensial, karena biaya produksi sesuai dengan kebutuhan berbeda halnya dengan produksi massal seperti di pabrik.

Baca juga:

Bangkit di Tengah Pandemi, Begini Cara Pemkot Surabaya Tetap Berdayakan UMKM

UMKM Malang Didorong Segera “Go Digital”

“Dan kita ini enak, artinya biaya produksi kita sesuai dengan kebutuhan, ketika ada klien, baru kita mengeluarkan biaya produksi dan itu sudah tercover dari biaya down payment . Kalau kita produksi massal kaya di pabrik pabrik kan itu barang ngendon atau simpanan, mereka akan jual eceran,”ujar Rully.

Ia juga bersyukur, selama masa pandemi covid-19, bapak 2 anak ini mengatakan jika orderan masih tetap ada seperti biasanya, namun dengan dua cara diatas, Rully merasa ada yang titik lemahnya,hal itu terlebih kepada masalah pembayaran.

“Alhamdulillah selama pandemi ini orderan masih ada yang masuk, saya sama pekerja saya tidak ada yang menganggur, namun ada masalah di sektor pembayaran dalam hal ini pelunasan yang agak molor,” keluh Rully.

Tips tips

Pria asal Jakarta ini juga berbagi tips menarik agar tetap kuat dan produktif di kala pandemi. Rully mengatakan untuk bisa bertahan di masa sulit seperti ini, para perajin atau pengusaha kriya lainnya harus memiliki pikiran yang positif.

“Kita ini harus bisa positif thinking, jika kita mengambil sisi positif dari pandemi ini, saya percaya kita akan kuat,jika di masa pandemi ini kita sudah kuat, pastinya paska pandemi juga akan lebih kuat,”kata Rully.

Baca juga:

Kota Malang Ingin Dikenal Dunia Dengan Ekonomi Kreatif

Malang Ditetapkan Sebagai Kota Kreatif Berbasis Digital, Ini 9 Aplikasi Asli Arema Yang Siap Go Nasional!

Selain itu, memiliki mental baja juga harus selalu dimiliki oleh setiap perajin agar dalam menjalankan usaha tidak mudah jatuh.

“Saya itu paling benci kalau ada teman kesini meski ceritanya ngeluh karena orderan sepi, aku rasa dia kurang gerak saja, mentalnya juga perlu diasah,” tutup Rully.

Related Articles