Acara KreatifAplikasi Digital dan GameIndustri KreatifInsightKabar KreatifMbois Media

Belajar Marketing Produk Digital di Event STASION Festival 4

Indiekraf.com – STASION Festival 4 tahun 2020 kembali digelar. Perhelatan ini menjadi event tahunan milik Komunitas Startup Singo Edan (STASION). Pada masa pandemik COVID-19 STASION Festival 4 dihelat menggunakan konsep hybrid atau perpaduan daring dan luring via Zoom Meeting dan Atria Hotel Gajayana Malang mulai 3 sampai 20 November 2020.

Sebagai event yang membantu memperluas jejaring, STASION Festival 4 menjadi wadah untuk stakeholder dalam ranah bisnis digital, startup, dan upaya memperkuat eksisten si ekosistem digital di Kota Malang khususnya. Pelaksanaan STASION Festival 4 tidak dapat terselenggara jika tanpa bantuan oleh banyak pihak. STASION Festival 4 berkolaborasi dengan Bappeda Kota Malang dan alterra. STASION Festival 4 menggandeng Glovory, JAGOANHOSTING, DiLo, dan BNI sehingga event ini terlaksana dengan baik.

Baca juga Sharing Update Teknologi bersama Para Expert di Stasion Festival 4

STASION Festival 4 sudah menginjak pada rangkaian STASION Talk dengan rangkaian ke-empat. Mengusung tema Build A Brand Awareness For Digital Product, biasanya berkaitan dengan stratetgi marketing dengan menghadirkan pembicara ternama seperti Afrizal N. B., CEO JAGOANHOSTING, kemudian ada Willy Merdiansyah CEO IDEEXE, terakhir ada Faizal Alfa, Direktur PT. FORTUNA IMARKS TRANS.Event ini dipandu oleh M. Kholis Rabbani, selaku CEO DATAPROYEK.ID mulai dari pukul 15.00 sampai dengan 18.00 WIB. Telah terselenggara pada 13 November 2020 lalu melalui aplikasi Zoom Meeting.
Pembicara pertama Afrizal,

memaparkan terkait cara-cara marketing dan branding dengan studi kasusnya JAGOANHOSTING. Sebelum lanjut membahas dua hal tersebut, ada hal mendasar yang perlu dipertimbangan dahulu. “Banyak bisnis menjalankan roda bisnisnya tanpa mengetahui dengan jelas, siapa target marketnya dan hanya berfokus pada kelebihan produk yang ditawarkan,” ucapnya. Target market yang beragam, perlu dikategorikan berdasarkan variabel tertentu. “Setiap orang punya belief, budaya, kebiasaan, struktur sosial, dan variabel lain yang berbeda, dengan demikian cara pendekatannya akan berbeda pula,” tambahnya.

Baca juga 300 Peserta Rayakan Digital Transformation di Rangkaian Pertama Pembukaan STASION Festival 4

Afrizal menambahkan bahwa bisnis harus beradaptasi dengan perubahan. “Untuk sebuah brand agar terus tetap bertumbuh, maka perlu melakukan perubahan, baik melalukan inovasi, perubahan target market atau bahkan cara komunikasinya agar terus relevan dengan perkembangan,” pungkasnya.

Selanjutnya ada Willy Merdiansyah, CEO IDEEXE menjelaskan terkait digital marketing. “Bicara branding adalah suatu proses hubungan emosional anatar kita dengan target market,” ucapnya. Ia mengambil kasus bila produk seperti apple, banyak orang yang beranggapan jika menggunakan apple akan dikatakan keren, jadi hubungan emosional seperti inilah yang perlu dibangun jika brandingnya ingin benar-benar bagus. “Untuk melakukan brand activationnya, gunakan story dan consistency,” tambahnya.

Faizal Alfa menjelaskan bahwa marketing checkup perlu diperhatikan juga, “produk, pelayanan, pemasaran. Jangan masuk ke sisi pemasaran jika produk dan pelayanan tidak dikatakan siap. Jangan sampai pemsaran yang dillakukan jadi sebuah blunder nantinya,” tambahnya.

Tampilkan Selanjutnya

Artikel terkait

Back to top button