Kota KreatifKreatif Tourism

City Tour Banyak Dirindukan, Bus Macito Di Kota Malang Bakal Ditambah Dua Unit Lagi

Indiekraf.com-Meski pariwisata khususnya Kota Malang tidak begitu ramai seperti di dua wilayah terdekatnya, yakni Kota Batu dan Kabupaten Malang, namun demikian, Pemerintah kota Malang memilki bus pariwisata bernama Macito atau Malang City Tour, yang notabene tak dimiliki oleh dua wilayah terdekatnya.

Meski telah lama memiliki bus Macito, namun nyatanya bus yang pertama kali beroperasi pada 29 Desember 2014 silam itu bakal dioperasikan kembali  dan malahan kabarnya akan ditambah satu unit bus Macito baru.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Heru Mulyono rencananya Detail Engineering Desain (DED) akan diselesaikan dahulu agar sesuai dengan aturan dari Dirjen Perhubungan Darat.

Baca juga:

“DED (Detail Engineering Desain) akan diselesaikan pada tanggal 10 Mei 2021. Rencananya, setelah DED selesai, baru disampaikan ke pak Wali Kota agar ditentukan langkah selanjutnya ada arahan apa,” ujar Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Heru Mulyono melansir TribunJatim.com, Minggu (2/5/21).

Lebih lanjut Heru mengatakan bus New Macito nantinya akan memiliki bentuk sedikit berbeda dari Macyto sebelumnya.

“Utamanya, yakni tinggi bus dengan bagian terbuka di atas. Nantinya di New Macyto lebih pendek, tidak seperti yang kemarin. Dan bus ini akan dioperasikan sesegera mungkin untuk menarik wisatawan,” tambah mantan Camat Klojen ini.

Saat ini ada dua unit bus New Macyto yang siap beroperasi. Pemkot Malang juga berencana membuat pengadaan unit bus yang baru dengan anggaran kuranglebih Rp 1 Milyar

Baca juga :

“Kedepan rencananya begitu, akan ditambah satu unit. Anggarannya, kurang lebih sekitar Rp 1 miliar,” tandasnya Heru.

Penyebabnya,. Karena itu pula Dirjend Perhubungan sejak awal sampai hari ini tidak mengeluarkan surat.

Perlu diketahui, sejak  Agustus 2019 silam, bus Macito berhenti beroperasi. Ironisnya, selama itu pula ternyata bus tersebut tidak memiliki kelengkapan surat. Pihak berwajib enggan mengeluarkan surat tersebut, lantaran model bus tingkat dengan atap terbuka itu dinilai berbahaya . Sehingga perlu penyesuaian agar bisa kembali beroperasional.

Related Articles