Industri KreatifInsightKabar KreatifOpini Kreatif

Dipastikan Resesi! Berikut Cara Efektif Menyelamatkan Industri Kreatif di Indonesia

Indiekraf.com – Ekonomi Indonesia kemungkinan besar akan terkena resesi pada kuartal 3 tahun 2020. Hal ini diungkapkan langsung oleh Mentri Keuangan, Sri Mulyani pada hari Selasa (22/09) saat video conference APBN KiTa. Tentunya hal ini akan berdampak pada sektor industri nasional, khusunya sektor industri kreatif.

Dikutip dari finance.detik.com, Sri Mulyani mengatakan bahwa kemungkinan keadaan perekonomian Indonesia kembali negatif di kuartal 3.

“Forecast terbaru kita pada September untuk 2020 adalah minus 1,7% sampai minus 0,6%. Ini artinya, negatif territory kemungkinan terjadi pada kuartal 3,” ujar Sri Mulyani.

Seperti yang kita ketahui, efek pandemi Covid-19 telah berhasil menyengsarakan banyak pihak. Ditambah dengan keadaan resesi ini yang akan dapat memperparah keadaan. Oleh karena itu, apa yang harus dilakukan untuk menghadapi hal tersebut?

Baca juga Kemenparekraf Ajak UMKM Untuk Segera “Go Online”, Seberapa Efektif?

Dari sisi pelaku industri kreatif, disarankan untuk terus memanfaatkan perkembangan teknologi untuk mengembankan bisnisnya, terutama dalam urusan marketing. Saat ini, pertumbuhan penjualan di platform digital telah meningkat hingga 26 persen. Tak hanya itu, telah terdapat lebih dari 3,1 juta usaha yang sudah terhubung dengan ekosistem digital.

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Angela Tanoesoedibjo pada acara Launching Bangga Buatan Indonesia #PernakPernikUnik yang digelar oleh Kementerian Perdagangan (16/09) mengatakan bahwa menjual produk UMKM secara online adalah solusi yang tepat agar bisnis bisa terus berkembang, minimal bertahan.

Baca juga Menparekraf Apresiasi Partisipasi UMKM dalam Gerakan #BanggaBuatanIndonesia

Dari sisi masyarakat, sekarang adalah momen bagi kita untuk turun tangan secara langsung dalam membantu perekonomian Indonesia. Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto mengatakan bahwa bentuk yang paling sederhana dari wujud kecintaan terhadap Indonesia adalah dengan membeli dan menggunakan produk-produk Indonesia, khususnya bisnis di level UMKM.

“Marilah kita tetap optimistis, bisa melewati masa pandemi ini dengan mendukung UMKM Indonesia dan tetap disiplin menjaga protokol kesehatan,” ujar Agus.

Gerakan Membeli Produk Teman adalah salah satu contoh bentuk tindakan yang harus di dukung. Kurangi mengonsumsi produk dari luar negri dan membiasakan untuk membeli atau menggunakan produk dari teman atau kerabat kita. Jika belum mampu membelinya, minimal bisa kita bantu untuk mempromosikan melalui media sosial.

Penulis : Achmad Faridul Himam

Referensi

[1] Sri Mulyani Pastikan RI Resesi di Akhir September 2020 

Tampilkan Selanjutnya

Artikel terkait

Back to top button