Opini KreatifTips Kreatif

Efek Covid-19 Terhadap Perkembangan Industri Kreatif di Indonesia

Banyak industri yang terdampak oleh masukan COVID-19 di Indonesia, tentu saja salah satunya adalah Industri Kreatif.

Indiekraf.com – Indonesia saat ini sedang dihadapkan dengan berbagai masalah, salah satunya terkait dengan datangnya virus Corona (COVID-19) yang mulai masuk di Indonesia dan sudah menginfeksi 100 lebih WNI. 

Banyak industri yang terdampak oleh masukan COVID-19 di Indonesia, tentu saja salah satunya adalah Industri Kreatif. Padahal Industri digadang-gadang pada 2025 akan menjadi tulang punggung perekonomian di Indonesia. Nah apa saja kah hal-hal yang terkena dampak adanya COVID 19 ini ? Yuk Simak.. 

Part 1 – Efek Negatif COVID-19

1. Anjuran Untuk Tidak Menyelenggarakan Event / Pertemuan diatas 30 Orang

event workshop dilo
Event Workshop di DILo Malang Sementara di Tunda – via DILo

Hal ini tentunya sangat berdampak terutama pada pelaku industri kreatif dibidang pertunjukan dan seni musik. Banyak event seperti konser, pagelaran, workshop dan seminar yang ditunda bahkan batal diadakan. Bahkan beberapa event berkelas internasional juga terkena dampak hingga dibatalkan. Selain itu banyak pameran seni dan pasar kreatif yang juga batal atau ditunda pelaksanaannya. 

2. Naiknya Harga Bahan Baku 

Kelangkaan bahan baku dan Hambatan dalam Promosi
Kelangkaan bahan baku dan Hambatan dalam Promosi – via Indiekraf

Virus COVID-19 yang sudah go internasional ini juga pasti membawa dampak kepada Nilai tukar rupiah terhadap Dolar. Hari ini saja (17/3) sudah menyentuh Rp15.000 per dolar Amerika. Hal ini berpengaruh juga pada harga bahan baku yang tergantung pada ekspor. Hal ini berbeda dengan pekerja freelance yang memang digaji dengan USD. Mereka lebih senang karena jika ditukarkan ke Rupiah pasti nominalnya akan lebih besar dari biasanya.

3. Anjuran Work Form Home (WFH) / Kerja di Rumah

https://indiekraf.com/mau-mulai-bekerja-model-work-from-home-ini-5-hal-yang-harus-anda-perhatikan/

Mungkin yang satu ini beda kasusnya jika dilakukan oleh subsektor aplikasi dan permainan serta subsektor kreatif yang berhubungan dengan digital seperti animasi, DKV dan lain lain. Hal ini karena sudah terbiasa “kerja Remote” dan Konsep kerja lepas / freelance. 

Namun sangat berpengaruh kepada sektor yang non-digital. Karena dalam proses produksi masih membutuhkan tatap muka dan berkumpul dalam suatu ruangan yang sama.

 4. Anjuran untuk Social Distancing 

source: arabianbussiness

Social distancing memang berbeda dengan budaya di Indonesia yang senang bergaul dan berkumpul. Bahkan banyak komunitas di Indonesia yang terbentuk dari awal ngopi atau berkumpul satu dengan yang lain. Nah baru baru ini pemerintah Indonesia mengeluarkan anjuran untuk Social Distancing. 

Namun apa sebenarnya social distance? praktik kesehatan masyarakat yang bertujuan untuk mencegah orang sakit melakukan kontak dekat dengan orang sehat untuk mengurangi peluang penularan penyakit. Ini dapat mencakup langkah-langkah skala besar seperti membatalkan acara kelompok atau menutup ruang publik, serta keputusan individu seperti menghindari keramaian. Hal ini berpengaruh kepada industri kuliner seperti warung kopi, cafe dan restoran / rumah makan. 

Nah inilah efek negatif tentang COVID-19 terhadap industri kreatif, di bagian kedua nanti indiekraf bakal share “efek Positif” COVID-19 terhadap industri kreatif. 

Tetep Staytune baca artikel / news kita di Indiekraf ya .. 

Baca Juga :

Tampilkan Selanjutnya

Artikel terkait

Back to top button