Aplikasi Digital dan GameDigital KreatifKabar Kreatif

Gandeng Komunitas dan Google, BCA ‘Buru’ 8 Startup Fintech Terbaik di Indonesia

Melihat peluang besar di bidang financial technologi BCA mencoba menjadi akselelator dalam sebuah program bernama Synergy

Indiekraf.com – Sebagai salah satu bank swasta besar di Indonesia Bank Central Asia (BCA) berusaha terus melakukan inovasi dan juga pengembangan khususnya dalam teknologi.

Hal tersebut menjadi alasan BCA untuk menggandeng Google Developers Launchpad untuk mengembangkan sebuah program akselerasi untuk bisnis rintisan alias startup yang dinamai dengan ‘Synergy’.

Dalam hal ini, selain dengan Google Developer Launchpad, BCA juga mengajak kerja sama  Digitaraya, Central Capital Ventura (anak usaha BCA) dalam bidang pembiayaan ventura, KUMPUL sebagai community partner dan co-working space. 

Baca juga:

Sebelumnya bank nasional, PT Bank Mandiri Tbk (BMR) juga menggarap program sejenis, dengan nama Mandiri Digital Incubator, yang diinisiasi oleh Mandiri Capital Indonesia (MCI) sebagai fasilitator startup.

Executive Vice President BCA Jayaprawira Diah  mengaku bahwa BCA memang termasuk lambat dalam menyikapi fenomena kemunculan startup fintech, dan membuat program akselerator semacam ini.

Padahal, dipaparkannya, Indonesia merupakan negara yang sangat potensial, dengan prediksi akan menjadi negara dengan ekonomi terbesar ketujuh di dunia pada 2030.  Dengan jumlah populasi yang mencapau 270 juta jiwa, ditambah fenomena mobile teknologi yang penetrasinya lebih dari 100%, membuat BCA pun akhirnya ingin bisa terlibat dalam ekosistem fintech.

“Kita berpikir bagaimana caranya agar lebih kompetitif? yaitu kolaborasi, akselerasi, dan infinite, artinya membuka kesempatan mereka [start up] untuk kembangkan diri karena di akhir program kita akan perkenalkan dengan pemodal atau investor dari BCA atau anak usaha BCA untuk melihat apakah ada kemungkinan kerjasama,” kata Jayaprawira dalam acara Peluncuran Synergy di Jakarta, Rabu (27/3/2019), seperti dilansir dari CNBC Indonesia.

foto: marketing.co.id

Ditambahkan Jaya, pada 2019, akan dibuka batch pertama yang terdiri dari 8 startup. Untuk batch 1 ini akan memakan waktu selama tiga bulan. Bulan pertama, startup akan masuk dalam proses diagnostik, leaders lab, dan design sprint. Kemudian di bulan kedua, mitigasi untuk menciptakan partnership yang baik akan menjadi materi bagi para startup, plus memberi pemaparan regulasi di industri keuangan Tanah Air. Begitu juga dengan jadwal konsultasi legal dan mentoring product.

“Bulan ketiga kita akan pastikan mereka punya impact. Rencananya setelah tiga bulan mereka akan pitching untuk dipersiapkan pitching. Lalu bagaimana berhadapan dengan media lalu bagaimana melakukan presentasi singkat namun memberi pengaruh. Terakhir preview day dan demo day,” ujarnya.

Sementara, Senior Executive Vice President BCA Hermawan Thendean menjelaskan, bahwa program akselerator BCA adalah gratis sepenuhnya bagi para startup peserta. Ia ingin menunjukkan, bahwa BCA sebagai bank konvensional juga tidak kaku dalam melakukan aktivitas kerja nya.

“memang kami tidak bisa 100% seperti di startup karena kami juga bagaimana pun bertanggung jawab terhadap uang nasabah. Kalau fintech itu uang investor mau dibakar silakan aja,” jabarnya.

Sedangkan Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja berkata:

“Trend is your friend. Kalau trennya ke arah fintech jangan sekali-kali melawan tren. Tapi bagaimana kita mengoptimasi. Kenapa BCA bisa cukup kuat dalam payment sistemnya karena kita punya begitu banyak merchant dan nasabah dan funding yang relatif murah. Itu yang menyebabkan kita punya leverage untuk kredit kita. Itu adalah kombinasi dari ekosistem.” kata Jahja dalam paparannya.

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close
Close