Acara KreatifDigital KreatifIndustri Kreatif

Indigo Betalist Bantu Startup di Level Awal Untuk Berkembang

Indiekraf.com – Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki jumlah perusahaan rintisan (startup) terbanyak di dunia dibandingkan dengan sepuluh negara lainnya. Data ini dilansir oleh Startup Ranking pada 2022.

Pertumbuhan startup yang begitu pesat ini terjadi karena adanya perkembangan berkelanjutan pada ekosistem digital di Indonesia. Maka dari itu, PT Telkom Indonesia sebagai salah satu penunjang internet terbesar di negara ini ingin terus berkontribusi dengan membuat program pengembangan startup bernama Indigo.

Melalui Indigo, startup lolos akan melalui serangkaian proses inkubasi maupun akselerasi yang disesuaikan target exit strategy masing-masing. Indigo membuka pendaftaran program setiap dua kali dalam setahun untuk memenuhi kebutuhan ekosistem startup Indonesia.

Meskipun sudah ada program Indigo, gap antara kebutuhan pasar, venture capital dan manajemen Telkom dengan startup masih besar. Apa yang dimiliki startup tidak dapat memenuhi kriteria ketiga pihak tersebut. Akibatnya hanya startup dengan kriteria sesuai saja yang bisa lolos.

Berdasarkan hasil riset Masyarakat Industri Kreatif Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia (MIKTI), ada beberapa permasalahan utama yang dihadapi oleh para perusahaan rintisan. Di antaranya mengenai modal, regulasi, pasar, strategi, SDM, fasilitas dan masih banyak lagi.

Jika dijabarkan dalam persentase tercatat, sebanyak 34,1% startup menyatakan bahwa modal adalah persoalan utama mereka. Sumber Daya Manusia (SDM) juga dianggap sebagai permasalahan utama oleh 18,7% startup. Terkait regulasi 13,3%; pasar 12,9%; 12,3% strategi; dan 8,8% sisanya terkait fasilitas.

BACA JUGA:

Dari data tersebut, terbukti bahwa startup memiliki banyak sekali masalah untuk diselesaikan. Hal ini terus dipertimbangkan oleh Indigo, agar programnya semakin inklusif dan bisa diikuti oleh seluruh kalangan tanpa terkecuali. Salah satu strateginya adalah dengan membuat Indigo Betalist.

Pada program ini, Indigo akan berfokus pada growth hacking, di mana startup dapat menghadirkan inovasi kreatif dengan biaya rendah agar dapat meningkatkan jumlah pelanggan atau penggunanya berkali lipat. Targetnya adalah dua puluh startup di tahap early stage yang telah memiliki Minimum Viable Product (MVP) atau mencapai production solution-fit dan memiliki traksi awal.

Selama satu minggu, ke-20 startup tersebut menjalani program bootcamp dengan beragam toping seperti Fundamental of Growth Hacking; Understanding Growth Hacking, User Research, and Strategy Development; Analytics & Utilizing Data for Growth Hacking; Growth Hacking Strategies with Digital Marketing for Startup; dan Growth Hacking Measurement with Growth Metrics.

Adapun para pematerinya adalah Puti Ara Zena (Head of Growth Gojek), Arif Wicaksana (Data Analytics Google), Lyco Adhy (Product Management SEO Bukalapak) dan masih banyak lagi.

Setelah menjalani bootcamp, Indigo menyaring lima startup terbaik untuk pitching di hadapan dewan juri dari total dua puluh startup, di antaranya:

KUDATA

Startup yang menyediakan platform survei gratis dan terpusat yang menyediakan insentif berupa uang tunai maupun voucher dari brand digital ternama. Target market dari Kudata sendiri adalah brand yang melakukan iklan digital dalam bentuk internet display untuk proses aktivasi dengan channel digital penukaran voucher serta menargetkan mahasiswa di Indonesia. Dengan hadirnya Kudata harapannya dapat mempersiapkan mahasiswa menjadi data-driven generation.

PITCAR

Startup yang berfokus pada jasa service mobil agar dapat terlaksana secara efisien dari segi waktu maupun lokasi. Dengan menyasar pada individu yang memiliki kesibukan padat dan minimnya pengetahuan terkait maintenance mobil, PITCAR menyediakan layanan one stop service, home service, dan pick up service. 

SIDIGS

Sistem Informasi Digital Sekolah atau SIDIGS adalah sebuah startup edutech sebagai support system untuk membantu sekolah konvensional menjadi smart school. Berangkat dari permasalahan belajar daring, SIDIGS menawarkan beberapa layanan seperti School Management System, Learning Management System, Aplikasi Yayasan, Aplikasi Wali Murid, Aplikasi Murid, dan Aplikasi Guru. Harapannya fitur ini dapat memberikan solusi agar seluruh kegiatan sekolah dapat terintegrasi dengan baik.

Barberhub

Startup asal Yogyakarta ini menghadirkan aplikasi potong rambut online on-demand services yang menghubungkan pemesan dengan barberman/barbershop. Melalui aplikasi ini, konsumen tidak perlu antri dan buang waktu untuk potong rambut, mendapatkan jasa dari para profesional, banyak diskon dan promo menarik, bahkan memilih barberman yang sesuai dengan keinginan.

Get Going

Sesuai namanya, startup ini diperuntukkan bagi para traveller yang dapat digunakan untuk berbagai macam paket liburan ke luar negeri, informasi mengenai destinasi dan kebutuhan berlibur lainnya. Menargetkan 4,3% populasi di Indonesia, Get Going ingin menjawab permasalahan terkait travelling seperti keterbatasan waktu dan informasi.

Acara yang berlangsung di Gedung Telkom Landmark Tower lantai 31 pada 15 Juli silam dihadiri kelima finalis startup dan juga manajemen Indigo. Pada “Inauguration Day Indigo Betalist 2022” proses pitching dan tanya jawab berlangsung. Dewan juri pun, turut hadir di antaranya (nama juri).

Sesuai dengan objektifnya, para dewan juri menilai mana startup yang memiliki MVP, produknya sesuai dengan kebutuhan market, dan memiliki peluang pertumbuhan yang besar ke depannya.

Selama kurang lebih tiga jam, akhirnya waktu yang ditunggu para peserta pun tiba, yaitu untuk mendengarkan pengumuman. Berdasarkan hasil diskusi dan penilaian para dewan juri, SIDIGS, Get Going, dan Kudata keluar menjadi pemenang. SIDIGS menempati urutan pertama dengan hadiah senilai Rp10 juta, kemudian Get Going menduduki posisi kedua dengan membawa pulang Rp7,5 juta, dan Kudata meraih peringkat ketiga dengan nilai hadiah sebesar Rp5 juta.

“Tidak ada alasan untuk kehilangan kontak dengan Indigo karena kami akan selalu memantau startup yang telah bergabung dengan program kami. Para startup dipersilakan untuk menghubungi Indigo atau mentor di masa depan untuk kolaborasi lainnya,” tutur Dinoor Susatijo (Senior Manager Indigo Management).

“Program Indigo Betalist yang kedua akan diadakan pada kuartal keempat tahun ini. Bagi startup lain yang belum mendapatkan kesempatan mengikuti program Indigo Betalist, dapat menantikan dan bergabung dengan bootcamp berikutnya.” — tambahnya sebagai penutup.

Related Articles