Aplikasi Digital dan GameIndustri KreatifInsightOpini KreatifTips Kreatif

Internship vs Sertifikasi, Mana yang Lebih Penting? Ini Jawaban Naning Utoyo

Indiekraf.com – Pengalaman internship (magang) dan sertifikasi sering dijadikan sebagai bahan pertimbangan bagi perusahaan untuk merekrut karyawan baru. Pengalaman tersebut bisa dijadikan sebagai gambaran tentang kemampuan kita dalam bekerja. Namun kira-kira, mana ya yang lebih penting dari kedua hal ini? Apakah benar pengalaman internship lebih dipertimbangkan daripada sertifikasi?

Setiap perusahaan pasti memiliki kriteria khusus untuk merekrut karyawan baru. Ada yang mengharuskan memiliki minimal pengalaman kerja 1 tahun, atau bahkan bisa menerima seorang fresh graduate.

Baca juga 3 Skill Yang Wajib Dimiliki Pemimpin Perusahaan Ala Microsoft

Internship atau program magang adalah kegiatan dimana kamu bisa merasakan bagaimana dunia kerja secara langsung. Dalam program ini, kamu akan diberikan kesempatan untuk praktek kerja secara langsung di perusahaan. Program ini biasanya dilaksanakan selama 1 – 3 bulan, tergantung dengan perusahaannya. Selain dapat mengasah skill kerja, melalui internship, kamu juga akan merasakan bagaimana bekerja secara tim dan bahkan mendapatkan gaji.

Mengikuti program internship di berbagai perusahaan dapat membantu kamu untuk mempelajari banyak macam bidang pekerjaan. Terkadang, memiliki pengalaman di banyak bidang pekerjaan sangat dibutuhkan untuk menjadi sosok yang berkualitas. Sebagai contoh, dalam riset ‘2019 Product Design Hiring Report’ yang telah dilakukan oleh invisionapp.com menyatakan bahwa untuk menjadi seorang Product Designers yang berkualitas, kamu membutuhkan beberapa skill pendukung meliputi product management, engineering, business operations, marketing/advertising, psychology, financial management, research, dsb. Semua skill tersebut bisa kamu pelajari ketika kamu mengikuti internship.

“Having a diverse professional background will help designers fulfil their evolving responsibilities, and is considered a strong indicator of future career growth and success.”

Berbeda dengan internship, sertifikasi adalah program untuk ‘mengakui’ secara legal sebuah kemampuan tertentu dengan cara mengikuti beberapa tes atau proses penilaian dari lembaga sertifikasi. Ketika kamu mengikuti sertifikasi dan berhasil lolos dari tes yang diberikan, biasanya kamu akan diberikan sertifikat yang dapat kamu ‘pamerkan’ untuk mendaftar sebagai karyawan di perusahaan.

Baca juga Tips Bersaing di Industri Kreatif Global oleh Animator Internasional, Pinot Wahyu Ichwandardi

Lalu, mana yang lebih penting antara internship dan sertifikasi? Untuk mengetahui jawabannya, tim Indiekraf telah melakukan wawancara kepada Naning Utoyo, seorang UX Researcher yang telah memiliki pengalaman kurang lebih 9 tahun bekerja di luar negeri.

Dalam wawancara ini, Naning mengatakan bahwa tidak semua orang perlu untuk mengambil sertifikasi. “Aku memang memiliki banyak sertifikasi, namun aku tidak begitu pro kalau misalkan orang harus mengambil sertifikasi. Tapi kalau kalian ngambil buat belajar, menurut ku itu ngebantu banget,” jelasnya. “Jadi misal aku ngambil sertifikasi dari salah satu course, itu akan membantu aku menghemat waktu daripada harus beli dan membaca 10 atau 15 buku tapi arahnya semua berbeda-beda,” tambahnya.

Naning juga beranggapan bahwa Ia lebih tertarik dengan talent atau pelamar kerja yang memiliki pengalaman kerja seperti internship. “Kalau aku misalkan melihat dua orang talent, satu memiliki sertifikasi dan satu pengalaman kerja, aku akan lebih memilih talent yang memiliki pengalaman kerja. Karena hal itu jauh lebih meaningful dibanding kamu ngambil tes ngerjain seratus soal terus dapet sertifikasi,” ujarnya.

Baca juga Wajib Tahu! Inilah 5 Soft Skill Yang Wajib Kalian Miliki Para Kaum Milenial

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, program sertifikasi bisa diselenggarakan oleh berbagai macam lembaga. Oleh karena itu, bagus atau tidaknya sertifikasi juga bisa ditentukan dengan lembaga mana yang menyelenggarakan, karena kualitas sertifikasi yang didapatkan masih sangat subjective dari sudut pandang setiap industri.

Selain itu, Naning juga menyampaikan bahwa program internship sangat berguna untuk membantu kamu menemukan ‘passion’ yang sebenarnya kamu inginkan. Kamu juga bisa belajar untuk memahami dunia kerja secara langsung sekaligus belajar mengasah soft skill yang dimana kedua hal tersebut jarang diajarkan saat kuliah. Oleh karena itu, jika terdapat perusahaan yang membuka program internship, usahakan untuk bisa mendaftar, terlebih bagi kamu yang saat ini masih menempuh pendidikan. Karena memang tidak semua orang mampu untuk mengambil sertifikasi karena membutuhkan biaya yang tidak murah.

Penulis: Achmad Faridul Himam, Naning Utoyo

Referensi

[1] 2019 Product Design Hiring Report

Related Articles