Industri KreatifInsightOpini KreatifPelaku Kreatif

Naning Utoyo: Pengalaman Internship Lebih Penting Dibandingkan IPK Bagus

Indiekraf.com – Lulus dengan IPK cumlaude adalah impian bagi banyak mahasiswa di Indonesia. Bahkan, banyak dari mereka yang rela untuk belajar hingga begadang agar bisa mendapatkan nilai sempurna di mata kuliah yang mereka ambil. Namun, apakah benar IPK sangat berpengaruh di dunia pekerjaan, khususnya ketika kamu ingin berkarir di luar negeri?

Naning Utoyo, seorang UX Researcher yang telah berkarir selama 9 tahun di luar negeri memberikan pendapatnya mengenai hal tersebut. Menurutnya, memiliki IPK dengan nilai yang bagus itu penting. Namun, itu bukanlah segalanya.

Lulus dengan IPK cumlaude adalah mimpi banyak mahasiswa (Foto via Vasily Koloda on Unsplash)
Lulus dengan IPK cumlaude adalah mimpi banyak mahasiswa (Foto via Vasily Koloda on Unsplash)

Baca juga 5 Tips Melakukan Networking di Industri Kreatif

Terlebih ketika kamu ingin berkarir di luar negeri, kamu harus memiliki ‘nilai jual’ yang lebih, karena kamu bersaing dengan lebih banyak orang dari berbagai negara. Menurut Naning, beberapa perusahaan di luar negeri tidak menomor satukan IPK sebagai syarat penting untuk menjadi karyawan.

“Kalau kamu berbicara mengenai universitas, kamu harus compete dengan universitas lain. Kalau Indonesia, okelah misal UI paling terbaik. Tapi ketika satu perusahaan ada talent dari Harvard dan talent dari UI, maka akan sulit jika bersaing seperti itu. Karena IPK 4 UI bisa jadi sangat berbeda dengan IPK 4 di Harvard,” jelas Naning.

Oleh karena itu, dibutuhkan skill yang lebih ketimbang hanya mengandalkan nilai IPK cumlaude saat ingin berkarir di luar negeri. Salah satunya adalah dengan memiliki pengalaman kerja. Untuk memperoleh hal tersebut, kamu bisa mengikuti program internship atau magang di beberapa perusahaan.

Baca juga 5 Rekomendasi Drama Korea yang Bertema Industri Kreatif, Ada Yang Lagi Digandrungi Warganet

Menurut Naning, internship adalah hal yang lebih penting ketimbang memiliki IPK cumlaude. “Daripada kamu maksa lulus 3 tahun atau 3,5 tahun, terus kamu setiap liburan ngambil semester pendek. Aku lebih rekomen kamu lulus 4 tahun atau 5 tahun, tapi setiap liburan kamu ngambil internship sana sini,” ujarnya.

“Aku merasa menyesal karena dulu aku spend 2 tahun pertama kuliah ku untuk fokus mikirin IPK. Kamu kuliah pasti punya pressure yang besar banget, kemungkinan besar kamu hanya akan belajar apa yang dibutuhkan untuk lulus. Padahal menurutku, kuliah itu cuma the top of the iceberg dunia kerja,” jelas Naning.

Akan tetapi, kalau kamu bisa mendapatkan IPK cumlaude dan memiliki pengalaman kerja yang banyak, itu akan jauh lebih bagus! Hal tersebut memang tidak mudah didapatkan oleh sebagian besar orang. Namun, bukan berarti mustahil untuk diraih. Jika memang terasa sangat berat, usahakanlah agar IPK kamu tidak dibawah 2.0.

Internship dibutuhkan untuk membantu kamu mengetahui passion atau hal apa yang kamu sukai ketika bekerja. “Bayangkan kalau kamu sudah mengerti passion kamu. Jadinya, kamu bisa spend the next few years untuk cari mata kuliah yang ngebantu kamu untuk belajar apa yang kamu suka,” tambahnya.

Baca juga Tips Bekerja Sama Dengan Banyak Stakeholder

Selain internship, mengikuti organisasi atau bergabung bersama komunitas juga sangat berguna untuk membantu menunjang karir kamu di masa depan. Bergabunglah dengan komunitas yang menurut kamu sesuai dengan passion atau bidang yang ingin kamu pelajari. Hal ini akan membantu kamu untuk memperoleh gambaran mengenai pekerjaan yang akan kamu kerjakan ketika terjun di bidang tersebut, gambaran orang-orang yang bekerja disana, hingga informasi perusahaan-perusahaan yang terkait dengan bidang tersebut.

“Kebanyakan orang-orang yang aktif di komunitas itu adalah orang-orang yang ingin belajar dan mau berbagi. Jadi, kamu juga bisa belajar banyak banget dari komunitas,” tambah Naning. Selain itu, kamu juga berkesempatan untuk memperluas networking. Bergabung dengan komunitas akan mempertemukan kamu dengan orang-orang baru. Kenapa kita harus memperluas networking?

Alasan pertama adalah kamu bisa menitipkan CV kamu ke mereka. Ini membuat kemungkinan CV kamu sampai ke tangan hiring manger yang tepat akan lebih besar, ketimbang kamu upload CV melalui website karena bisa jadi tim  HRD perusahaan tersebut terlewat untuk membaca CV kamu.

Alasan kedua adalah ketika bergabung di komunitas dan kamu bertemu dengan orang yang bekerja di perusahaan yang ingin kamu lamar, maka kamu bisa sharing dengannya mengenai tips-tips interview atau bahkan mencari tahu mengenai ‘gosip’ yang ada di perusahaan tersebut. Sehingga dapat membantu kamu untuk membangun ekspektasi ketika bekerja di sana.

Penulis : Achmad Faridul Himam, Naning Utoyo

Related Articles