Kreatif TourismWisata Kreatif

Jembatan Suroboyo Akan Alih Fungsi untuk Aktivitas UMKM

Indiekraf.com – Pemerintah Kota Surabaya belum lama ini memberikan berita baru. Pihaknya berencana akan membuat inovasi baru di Jembatan Suroboyo. Lokasi tersebut digadang akan beralih fungsi menjadi tempat untuk kegiatan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Seperti apa kelanjutan dari wacana tersebut? Simak berita berikut ini, ya!

Jembatan Suroboyo Akan Alih Fungsi untuk Aktivitas UMKM

Beberapa waktu lalu Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya merilis kabar terbaru. Salah satu lokasi terkenal di kota tersebut sesegera mungkin akan dialih-fungsikan. Lokasi tersebut adalah Jembatan Suroboyo. Jembatan tersebut nantinya akan diubah menjadi tempat untuk kegiatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Saat ini lokasi tersebut sedang dalam tahap uji coba untuk dibuka kembali.

Pembukaan jembatan tersebut dikhususkan untuk para pejalan kaki. Dikutip dari Urbanasia, Eri sebagai Wali Kota Surabaya memberikan keterangan resminya. “Jembatan Suroboyo kami lakukan uji coba karena Insya Allah nanti akan kami fungsikan untuk full UMKM,” jelasnya pada Senin (24/1/22). 

Diintegrasikan dengan Lokasi Wisata Lainnya di Surabaya

Eri juga mengatakan bahwa saat ini mereka tengah menggarap konsep penataan untuk pembukaan Jembatan Suroboyo. Selain menjadi tempat aktivitas UMKM, diharapkan jembatan tersebut bisa juga menjadi lokasi wisata. Tentunya, hal tersebut bisa berdampak baik terhadap bangkitnya perekonomian warga sekitar. Eri juga mengatakan bahwa pihaknya tengah merencanakan untuk melakukan integrasi pada Jembatan Suroboyo dengan lokasi wisata lainnya. Lokasi wisata tersebut seperti Sentra Ikan Bulak Taman Hiburan Pantai Kenjeran, hingga Patung Suroboyo. 

Penataan dari lokasi tersebut diharapkan bisa rampung di tahun 2022 ini. Uji coba pembukaannya juga sudah dilakukan mulai 22 – 23 Januari 2022 lalu. Dalam uji coba tersebut, setidaknya ada 20 pelaku UMKM yang ikut berpartisipasi. Mengingat adanya pandemi COVID-19, maka diterapkan juga angka pengunjung maksimal sebanyak 1.000 orang. Fauzie Mustaqiem Yos sebagai Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan turut memberi keterangan. “Antusias masyarakat bagus, mereka banyak yang berminat masuk ke situ (Jembatan Suroboyo), jalan. Dan kami melarang roda dua atau roda empat. Kami konsepnya seperti car free day, tapi kendaraan sama sekali tidak boleh,” jelasnya.

Baca Juga Taman Bacaan di Surabaya Bakal Dibuka, Ada Di Mana Aja?

Coworking Space Baru di Surabaya yang Unik, Kayak Apa?

Related Articles