Tak Berkategori

Kembangkan Pangan Lokal Sorgum di Kupang, Ini Kisah Perjuangan Para ‘Awardee’

Indiekraf.com – Mengembangkan pangan lokal di Indonesia kini menjadi tantangan tersendiri bagi kita. Setidaknya, hal itulah yang dilakukan oleh para penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) beberapa waktu lalu. Para penerima beasiswa yang disebut sebagai ‘Awardee’ ini memulai kegiatan sosial mereka di Pulau Semau, Kupang. Dengan upaya pengembangan pangan lokal sorgum, seperti apa kisah di balik perjuangan tersebut? Simak ceritanya, yuk!

Kembangkan Pangan Lokal Sorgum di Kupang, Ini Kisah Perjuangan ‘Awardee’

Proyek sosial para Awardee dimulai di Pulau Kupang tepatnya di bagian barat pulau Timor. Dalam upaya mengembangkan pangan terutama sorgum yang ada di daerah tersebut, mereka juga bekerja sama dengan Yayasan Pikul. Hal ini guna membantu para petani sorgum yang tergabung di komunitas tani Dalen Mesa. Perwakilan tim proyek sosial PK-175, Nurgiyanti, memberikan keterangan terkait proyek ini.

Ia menjelaskan, “Tema yang kami angkat terkait peningkatan kualitas dan pemasaran sorgum sebagai produk lokal dari masyarakat Pulau Semau, Provinsi NTT. Hal tersebut sejalan dengan nama Angkatan kami Swasembada Angan yang terinspirasi dari Swasembada Pangan.” Selain itu, Nurgiyanti juga memberikan harapan besar dari berjalannya proyek ini. “Semoga proyek sosial ini dapat mendorong produk lokal dari masyarakat Pulau Semau yaitu sorgum sehingga dapat meningkatkan taraf ekonomi masyarakat sekitar dan bisa mencapai swasembada pangan” terangnya.

Rangkaian Program Bermanfaat dari Awardee PK-175

Proyek sosial ini juga membawa beberapa program bermanfaat demi menunjang keberhasilannya, nih. Di antaranya ada Community Relation, Community Service, dan Community Empowerment. Contoh kegiatan dari salah satu programnya adalah kegiatan donasi alat pengolahan sorgum yang diserahkan oleh perwakilan tim PK-175 kepada perwakilan petani sorgum. 

Tidak hanya memberi bantuan berupa alat pengolahan, mereka juga mengadakan workshop mengenai ‘Pengolahan dan Peningkatan Kualitas Sorgum’. Narasumber yang dihadirkan adalah Diki Nanang Surahman dan Neneng Komalasari dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Keren banget, kan? Semoga perjuangan dalam mengembangkan pangan lokal bisa tetap berjalan, ya!

Baca Juga Kreatif! Mahasiswa UMM Malang Ciptakan Masker Wajah Dari Ekstrak Kulit Mangga

Mahasiswa Brawijaya Terapkan Sistem Pelatihan Pengolahan Limbah Tahu Jadi Produk Pangan

Related Articles