Tak Berkategori

Laut Memanggilku: Film Pendek yang Menang di BIFF

Indiekraf.com – Kembali datang kabar baik dari dunia perfilman Indonesia. Salah satu film pendek kembali mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Film pendek dengan judul ‘Laut Memanggilku’ berhasil mendapatkan penghargaan di Busan International Film Festival. Penghargaan ini menambah deretan prestasi yang ditorehkan oleh anak bangsa di dunia perfilman.

Film Pendek ‘Laut Memanggilku’ Menang di Busan International Film Festival

Dunia perfilman Indonesia sedang ‘dibanjiri’ kabar baik. Kini, salah satu film pendek karya dalam negeri kembali menoreh prestasi. ‘Laut Memanggilku’ berhasil memenangkan salah satu piala di ajang Busan International Film Festival (BIFF). 

Mereka berhasil menyabet penghargaan ‘Sonje Award’. Sebenarnya, apakah arti dari Sonje Award itu? Penghargaan tersebut merupakan penghargaan untuk film pendek yang berjuang di section ‘Wide Angle’. Tak main-main, film yang ada di section ini merupakan film yang memang terbaik di Asia lho. 

Kabar baik ini ditulis di akun Instagram @tanakhirfilms. Lewat salah satu unggahannya, mereka menuliskan berita baik tersebut. “Kabar baik dari Busan International Film Festival @busanfilmfest! Film LAUT MEMANGGILKU karya @lapmut terpilih sebagai Film Pendek Terbaik, atau Sonje Award. Sonje Award adalah penghargaan yang diberikan untuk film pendek yang berkompetisi dalam section Wide Angle.” tulis mereka di kolom caption. 

Film Pendek Karya Tumpal Tempubolon

Film ‘Laut Memanggilku’ ini merupakan karya dari Tumpal Tempubolon. Menyusul unggahan tersebut, mereka juga meng-upload foto sang Sutradara dengan penghargaan Sonje Award. “Sutradara @lapmut bersama Sonje Award! Terima kasih banyak untuk semua ucapan selamat yang dikirimkan kepada kami. Semoga LAUT MEMANGGILKU bisa segera bertemu dengan penontonnya di Indonesia.” tulis akun @tanakhirfilms. 

Juri dalam Busan International Film Festival pun memberikan pujian atas karya anak bangsa tersebut. “The filmmaker skilled with his masterful storytelling demonstrated the most basic human instinct to reconnect kinship through an unlikely object of desire. a timely reminder for us to remember what it takes to be human.” dikutip dari Instagram @lapmut.

Semoga berita ini bisa menginspirasi seluruh pelaku industri kreatif di Indonesia ya!

Baca Juga Film Yuni Berhasil Wakilkan Indonesia di Oscar 2022!

Related Articles