Industri KreatifKabar KreatifMbois MediaMusik

Musisi Malang dan Batu Berkolaborasi Ciptakan Album Kompilasi 18KM

Indiekraf.com – Beberapa hari yang lalu, para musisi yang ada di Malang dan Batu berkolaborasi untuk menciptakan sebuah album kompilasi bertajuk 18 KM. Album ini berisikan 9 lagu dari 9 pekerja seni meliputi C4, The Kenatha, Sayangku, Gita, Tony Aksa & Yudek, Samid-Vino-Amel, Wahyu Krist-Artfani & The MC, Manis Manjah dan Yunna Amora.

Beragam jenis genre musik terdapat dalam album yang bertajuk 18KM ini. Album ini sudah bisa dinikmati di berbagai platform digital meliputi YouTube, iTunes dan Spotify. Album 18K juga terdapat dalam bentuk CD yang dijual satu paket dengan hand sanitizer dan masker.

Terciptanya Album 18KM ini membuktikan bahwa musisi yang ada di Malang dan Batu tetap berusaha untuk terus berkarya di masa pandemi seperti sekarang. Seperti yang kita ketahui, adanya pandemi Covid-19 ini sangat berdampak pada sektor hiburan. Event musik yang dulu rutin dilaksanakan, kini harus ditunda akibat pandemi tersebut.

Baca juga Dampak COVID-19 Terhadap Dunia Startup Digital Malang

 

Tidak ingin terus menyalahkan keadaan, para musisi di Malang dan Batu bangkit untuk “melawan” pandemi Covid-19 ini. Dilansir dari bacamalang.com, Oneng Sugiarta, produser dari album ini mengajak para musisi untuk bergabung dalam menciptakan sebuah “masterpiece” album. “Saya ajak rekan-rekan entertainer di Malang Raya, termasuk Batu, untuk kolaborasi,” ucap Oneng.

Ia juga menjelaskan bahwa album 18KM ini merupakan hasil diskusi dengan Walikota Batu, Dewanti Rumpoko. Terdapat arti yang menarik dari nama album tersebut. “Judul 18KM, diambil dari jarak antara rumah saya di Malang dengan Kota Batu,” jelas Oneng.

Album ini berisakan para musisi profesional yang telah berpengalaman. C4 merupakan salah satu band yang ikut berpartisipasi dalam lagu di album tersebut. Band yang sudah berkarya sejak tahun 2001 ini merupakan personel jebolan Home Band Universitas Brawijaya Malang. Band ini menjadi pembuka dengan komposisi bertajuk Cahaya.

Pada saat press conference yang diadakan di Hotel Aston Inn Batu, Rio, bass session player dari Band C4 mengatkan bahwa gaya musik mereka masih tetap, yaitu memberikan kritik sosial. “Kami tetap dengan gaya musik kami yang menyuarakan perlawanan dan kritik sosial meski secara eksplisit,” jelas Rio.

 

Referensi
[1] 18KM, Album Kompilasi Keren Seniman Musik Malang dan Batu

Tampilkan Selanjutnya

Artikel terkait

Back to top button