Industri KreatifInsightKabar KreatifKota KreatifKreatif TourismWisata Kreatif

Papua Punya Sebutan Baru: The Wettest Place on Earth,Apa Maksudnya?

Indiekraf.com – Mile 50 yang berada di Papua Indonesia berpotensi menjadi daerah The Wettest Place on Earth atau daerah terbasah di dunia. Daerah yang diselimuti kabut dan curah hujan yang tinggi tersebut akan menantang juara bertahan Mawsynram di India untuk gelar daerah terbasah di dunia.

Daerah Mawsynram di India adalah pemegang rekor Wettest Place on Earth yang diakui oleh Guinness Book of World Records. Berada di atas dataran tinggi 1.491 meter, daerah yang terletak di Perbukitan Khasi ini diselimuti embun yang sangat pekat. Mawsynram memiliki lingkungan yang sangat subur dan hijau, kaya dengan air terjun dan juga gua-gua yang menawan.

Baca juga Wajib Catat! Ini Dia Hal Penting Yang Kalian Harus Tahu Sebelum Berwisata Ke Candi Borobudur

Mile 50 merupakan jalan tambang di dataran tinggi Papua yang menghubungkan kota dataran rendah Timika dengan kota pertambangan Tembagapura yang dimiliki oleh PT Freeport Indonesia. Tak hanya itu, jalan ini juga menjadi titik untuk memulai pendakian menuju gunung berapi tua yang dikenal sebagai Grasberg, salah satu tambang emas yang paling kontroversial di dunia.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan PT Freeport Indonesia terus memantau keadaan yang ada di Mile 50. Selama lima tahun terakhir, alat pengukur curah hujan yang dimiliki oleh kedua perusahaan tersebut telah mencatat rata-rata curah hujan yang mencapai 12.143 milimeter (mm). Angka tersebut cukup untuk mengalahkan pesaingnya dan menjadikan Mile 50 sebagai The Wettest Place on Earth.

Jalan yang terletak di daerah pegunungan tersebut seringkali terdapat kabut tebal yang menyelimuti pegunungan hampir setiap sore. Kabut tersebut bahkan mampu menghentikan semua penerbangan helikopter yang akan melewati daerah tersebut.

Baca juga Demi Kembali Bangkitkan Sektor Wisata di 2021, Ternyata Ini Upaya Pemerintah

Dikutip dari asiatimes.com, Ahli Lingkungan Freeport, Gesang Setyado mengatakan bahwa lereng gunung yang tinggi dan curam mampu menciptakan fenomena yang disebut “orographic effect”. Fenomena tersebut membuat awan basah yang bergerak dari laut dan melintasi dataran pantai tiba-tiba didorong ke atas.

Sebelumnya, Papua tidak pernah masuk dalam daftar 10 tempat terbasah di dunia. Padahal, pada tahun 2014 Indonesia pernah berada di urutan ke sembilan sebagai negara dengan curah hujan tahunan tertinggi oleh IndexMundi.

Dikutip dari seputarpapua.com, Forecaster BMKG Timika, Aji Supraptaji berencana akan mendaftarkan Mile 50 ke badan meteorologi dunia atau WMO untuk menjadi daerah paling basah di dunia.

“Jadi itu kita lagi mendaftarkan daerah itu ke WMO, World Meteorological Organization atau badan meteorologi dunia. Selama ini kan agak ideal wilayah yang basah itu,” ujar Aji.

Penulis: Achmad Faridul Himam

Referensi

[1] Papua takes the crown of world’s wettest place

[2] Mile 50 Freeport Area Paling Basah di Dunia, akan Didaftarkan ke WMO

Tampilkan Selanjutnya

Artikel terkait

Back to top button