Tak Berkategori

Pasca PPKM Industri Kreatif Hantaran di Kediri Mulai Bangkit Kembali

Indiekraf.com – Sektor bisnis hantaran (hampers) di Kota Kediri, khususnya yang diperuntukkan di lini hantaran pernikahan dan seserahan mahar mulai bangkit paska pencabutan status PPKM di Indonesia.

Sebelumnya seperti halnya sektor wedding organizer , sektor hantaran ikut terpuruk akibat pandemi. Kebangkitan industri hantaran tidak hanya didorong oleh pesanan yang makin banyak setelah pandemi melandai, tapi juga banyak anak-anak muda kreatif turut ambil bagian di sektor ini.
Saat ini di kota Kediri terdapat kurang lebih 35 perajin hantaran. Ketua UMKM Hantaran Kota Kediri Sri Astuti mengungkapkan para perajin yang baru bergabung dengan kelompok UMKM hantaran adalah mereka yang berumur 18-28 tahun.

 

Beberapa diantaranya bahkan sudah memiliki usaha hantaran rumahan sebelum bergabung. Selain itu juga masih banyak perajin hantaran yang belum bergabung dengan kelompok UMKM tersebut.

Tidak hanya semangat anak-anak muda ini turut bergabung dengan kelompok UMKM hantaran dengan membawa kreatifitas. Masa-masa di rumah saat pandemi terjadi, menjadi kesempatan para anak muda itu untuk mencari ide-ide kreatif baru untuk hantaran.

Di tangan anak-anak muda ini, hantaran tidak hanya berhiaskan bunga tapi kini juga berhias balon dan ada beberapa yang terbuat dari resin.

“Karena pandemi lebih banyak di rumah, disitulah kita bangkit buat inovasi-inovasi baru,” kata Sri Astuti, Minggu, (8/1/2023) di sela Expo Hantaran Nusantara 2023 yang digelar di Aula Masjid Agung Kota Kediri, seperti dilansir dari Times Indonesia.

Perhelatan yang untuk pertama kali digelar ini tidak hanya mempertemukan para perajin dan pegiat hantaran kota Kediri, tapi juga mereka yang datang dari luar kota seperti Tegal, Surabaya, Pasuruan, Ngawi dan Sidoarjo.

Dari sini diharapkan para perajin bisa lebih mengenal potensi yang dimiliki perajin dari daerah lain, untuk kemudian berkembang bersama.

“Merangkul yang pelosok daerah tapi punya potensi, untuk bisa dikenal kota lain serta menambah jaringan.  Misalkan di Tulungagung ternyata ahlinya kotak box dan ketemunya di sini,” kata Sri Astuti.

Dari segi ekonomi, hantaran juga punya potensi besar. Tidak hanya dari menerima pesanan hantaran, tapi juga menyewakan hantaran. Untuk sewa satu kotak hantaran dihargai sekitar Rp 60 ribu sampai Rp 85 ribu, dan bisa lebih untuk desain tertentu.

Biasanya untuk setiap event lamaran atau perkawinan dibutuhkan kurang lebih 12 kotak. “Kalau untuk peningkatan pesanan, anak-anak rata-rata 3-4 kotak perhari selama sebulan penuh,” ujar Sri Astuti.

Hantaran baik untuk seserahan lamaran, mahar perkawinan dan bahkan hampers seiring dengan berjalannya waktu juga makin berkembang. Dari yang awalnya sederhana berupa kotak putih polos atau berselimut kertas kado kini mulai banyak model.

Dari hantaran yang tertutup pigura kayu bermotif sampai dengan berbagai bentuk unik yang tersimpan rapi nan cantik di kotak kaca atau akrilik. Isinya pun juga bermacam-macam.

Hantaran seserahan lamaran yang sudah punya pakem sesuai tradisi, tak jarang  ditemani barang atau makanan lain. Begitu juga dengan hantaran hari raya baik Idul Fitri atau Natal.

Dengan berbagai isi tersebut, dalam satu paket hantaran bisa melibatkan banyak UMKM. Mulai UMKM pigura, makanan, aksesoris serta souvenir.

“Dibalik tatanan yang cantik, ada perajin pigura, akrilik, mika dan box. Mereka produksi rumahan yang kemudian diperdagangkan,” tutur Sri.

Baca Juga:

Sementara itu Kepala Bidang Perindustrian, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Kediri Lilin Nuryani menuturkan perkembangan sektor hantaran di kota Kediri memang tumbuh pesat dan semakin semakin banyak dikenal masyarakat.

Kedepan perkembangan dan pertumbuhan industri hantaran diharapkan bisa lebih luas. Industri hantaran, yang masuk dalam industri kreatif menurut Lilin, lebih   banyak dibutuhkan dan bisa bertahan.

“Karena meski produknya sama, tapi jika pengemasannya berbeda maka bisa memperluas pasar,” kata Lilin.

Related Articles