Acara KreatifIndustri KreatifMusik

Begini Nasib Konser di Indonesia Pasca Pencabutan Status PPKM, Makin Rame?

Indiekraf.com – Seusai kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dicabut, industri kreatif pertunjukan di Indonesia diyakini bakal lebih meriah. Sepanjang 2023 ini, ada banyak musisi papan atas nasional hingga dunia yang sudah bersiap untuk menggelar konser megah di Indonesia.

Ketua Umum Asosiasi Promotor Musik Indonesia (APMI) Dino Hamid mengatakan geliat industri konser musik pada 2023 juga punya prospek yang cerah. Meski sempat diterpa isu miring pada akhir tahun, industri ini terus mengalami perbaikan.

Pada pengujung 2022, industri konser musik memang sempat diterpa isu negatif soal crowd control. Namun, kekhawatiran tersebut tak berlangsung lama. Konser musik besar, seperti Soundrenaline dan DWP, tetap sukses menggelar acaranya dengan baik di pengujung tahun yang sama.

Suksesnya acara tersebut membuat kepercayaan masyarakat dan pemegang kebijakan membaik. Dirinya berharap kabar baik ini bakal terus berlanjut pada event besar lainnya pada 2023. Sebab, berbagai konser musik tahunan bakal digelar lebih meriah pada 2023.

“Sekarang sudah banyak konser musik yang berkualitas yang digelar rutin tahunan. Dimulai dari Java Jazz, Prambanan Jazz, Synchronize, DWP, dan WTF. Di samping itu, Indonesia tahun depan juga kedatangan beberapa musisi luar negeri, seperti Arctic Monkeys, dan beberapa musisi luar lainnya,” kata Dino, seperti dilansir dari Hypeabis.id.

Pada 2023, dua agenda konser besar, yakni Raisa Live in Concert dan Blackpink World Tour Born Pink, juga jadi yang paling dinanti. Dua konser megah ini rencananya akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Namun, izin penggunaan GBK untuk dua konser tersebut masih tarik ulur, mengingat waktu pelaksanaannya yang dekat dengan gelaran Piala Dunia FIFA U-20 di Indonesia. Mengenai hal tersebut, FIFA juga sudah mengeluarkan surat peringatan ke PSSI.

Direktur Utama Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno Rakhmadi Arif mengatakan inti dari surat tersebut sebenarnya ialah peringatan soal major risk. Sampai saat ini, pihaknya masih berkoordinasi dengan PSSI untuk membicarakan lebih detail mengenai mitigasi-mitigasi dan kemungkinan penggunakan GBK untuk keperluan lain.

BACA JUGA:

Arif mengatakan FIFA pada bulan Januari akan meninjau langsung persiapan GBK untuk melihat persiapan Piala Dunia. Menurut dia, kejelasan soal konser Blackpink dan Raisa kemungkinan akan ada setelah kunjungan tersebut.

“Saya bukan bilang bisa atau tidak bisa. Akan tetapi, mari kita lihat tanggal mainnya saat mereka ke sini. Namun, GBK konsen utamanya ke kegiatan olahraga terlebih dahulu. Akan tetapi, soal mitigasi, kami siap. Bisa dilihat kalau setelah digunakan event lain, rumput di GBK tetap bagus,” kata Arif saat ditemui di SUGBK beberapa waktu lalu.

Terlepas dari terlaksana atau tidaknya konser Blackpink dan Raisa, Dino meyakini industri konser musik masih sangat besar di Indonesia. Salah satu faktor pendorongnya ialah adanya market generasi covid-19. Market ini adalah mereka yang 3 tahun lalu belum mandiri dan masih di rumah saja karena pandemi.

Namun, kini mereka sudah beranjak remaja, mulai bergaul, dan menikmati acara-acara konser. Segmentasi ini yang membuat geliat konser membludak dalam setahun terakhir ini.

Related Articles