Industri KreatifKabar KreatifKreatif TourismPelaku KreatifWisata Kreatif

Petani Milenial di Gunung Kidul Sulap Lahan Gersang Jadi Tempat Wisata

Indiekraf.com – Siapa sangka kini di Indonesia, petani milenial sudah semakin banyak. Hal itu dibuktikan dengan adanya petani milenial di Kecamatan Kapenewon Nglipar, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Para petani milenial ini tampak mengembangkan sebuah bisnis pariwisata yang cukup menjanjikan lho.

Para pelaku kreatif ini mengembangkan pariwisata berbasis agrowisata. Mereka melakukan hal tersebut dengan cara menyulap sebuah lahan gersang menjadi sebuah kebun buah. Dikutip dari Fimela.com, Klayar Budi Susilo sebagai pendamping dari Kelompok Petani Minelial menjelaskan perihal ini. Konsep agrowisata yang merek sedang coba usung mirip dengan pengembangan buah di Pampang, Kecamatan Paliyan. Di Pampang sendiri, petani milenial telah berhasil mengembangkan wisata kebun semangka yang bisa dipetik sendiri oleh masyarakat. 

Baca Juga Toyboyfan Berhasil Membuat Wajah Karakter Disney Menjadi Nyata!

“Hal inilah yang kami coba kembangkan di Agrowisata Klayar,” jelas Budi. Ia juga menjelaskan bahwa di tahap awal, Petani Milenial Klayar sudah menyulap lahan gersang di dekat aliran Kali Oya. Lahan tersebut disulap menjadi kebun buah dengan fokus pengembangan pada komoditas buah yaitu semangka. Tetapi, pada pengembangan selanjutnya, lahan yang memiliki luas hampir empat hektar ini juga ditanami dengan pohon buah keras lain seperti nangka, mangga dan buah lainnya. 

Mengenai sisi lokasi, kawasan agrowisata yang kini dirintis memang memiliki pemandangan yang cukup indah. Hal ini dikarenakan lahan tersebut dikelilingi oleh Kali Oya. Sedangkan untuk akses ke daerah ini, warga sekitar bergotong royong untuk membuat crossway di atas sungai tersebut. “Rencananya memang akan dibuat jembatan gantung untuk akses. Tapi, untuk sementara akses masih menggunakan crossway di Kali Oya,” tambahnya.

Dalam proses pengembangan kawasan wisata ini, pihak Budi dan kawan-kawan akan bekerjasama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM). Rencananya, lokasi agrowisata ini akan ditanami dengan berbagai komoditas buah lainnya. Komoditas tersebut seperti tanaman kerta atau buah anggur hingga stroberi. Yang terpenting adalah pada pengembangan awalnya mereka perlu memperhatikan perihal budidaya. Bukan tanpa sebab, budidaya semangka cukup rumit karena semangka merupakan buah dengan masa tanam yang cukup singkat sehingga dapat menghasilkan dalam waktu yang singkat pula.

Tampilkan Selanjutnya

Artikel terkait

Back to top button