Industri KreatifKabar KreatifKota KreatifKriyaPelaku KreatifSeni Rupa

Profil Kota/Kabupaten Kreatif – Kabupaten Manggarai Barat

Ditulis oleh Ainurrosyida

INDIEKRAF – Halo kembali lagi nih dengan artikel tentang kota kreatif, kali ini kita akan membahas tentang Kabupaten Manggarai Barat. Kabupaten Manggarai Barat merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Manggarai berdasarkan Undang Undang No. 8 Tahun 2003. Dilihat dari letak geografisnya Kabupaten Manggarai Barat berada di paling ujung Kepulauan Flores dan dikelilingi oleh lautan. Wilayahnya meliputi daratan Pulau Flores bagian Barat dan beberapa pulau kecil di sekitarnya, diantaranya adalah Pulau Komodo, Pulau Rinca, Pulau Seraya Besar, Pulau Seraya Kecil, Pulau Bidadari dan Pulau Longos. Luas wilayah Kabupaten Manggarai Barat adalah 9.450 km² yang terdiri dari wilayah daratan seluas 2.947,50 km² dan wilayah lautan 7.052,97 km². Mungkin banyak dari kalian yang belum terlalu familiar dengan nama Manggarai Barat. Tapi bagaimana dengan nama Labuan Bajo, pasti banyak yang sudah mengenalnya. Labuan Bajo adalah ibukota dari Manggarai Barat.

Seperti kebanyakan kota-kota yang lain, Kabupaten Manggarai Barat juga mengolah produk kriya. Subsektor Kriya Manggarai Barat banyak memanfaatkan warisan budaya, potensi alam, eksklusifitas serta sumber / komoditas utama kawasan, baik itu bahan baku / sumber material, ide dan konsep kreatifnya.

Subsektor Kriya Kabupaten Manggarai B[arat meliputi Kriya Tenun Songke, Kriya Werek, Kriya Anyaman Rea (pandan), Kriya Kayu Komodo. Sebagian besar pekerjaan utama para pengrajin adalah petani. Dikerjakan oleh kelompok pengrajin / komunitas yang terpusat di beberapa lokasi yaitu Kec. Lembor (Tenun Songke), Liang Ndara (Kriya Werek, Anyaman Rea), Pulau Komodo (kriya Kayu Komodo). Dalam per tahunnya di Kabupaten Manggarai Barat memiliki 3 kegiatan. Dan setiap tahunnya memiliki penghasilan 1.722.720.000 dengan 502 penenun.

Berdasarkan data yang ada SDM dan akses perluasan pasar sudah mencapai 37,5% dan sedangkan untuk bahan baku, industri, teknologi dan infrastruktur, pembiayaan dan kelembagaan sudah mencapai 25% yang mana kedua angka tersebut sudah menunjukkan bahwa fasilitas sudah memadai dan tidak menutup kemungkinan akan terus berkembang.

Dan masyarakatnya juga ikut andil dalam kegiatan pengembangan produk kriya. Seperti pengrajin tenun ikat, patung komodo dan pelaku usahanya merintis usaha secara otodidak, beberapa sudah menjangkau pasar lokal namun masih terkendala inovasi produk, khususnya pengolahan lanjutan produk tenun dan varian produk kriya kayu. Kemudian terdapat komunitas pengrajin di daerah desa seperti di daerah Kecamatan Lembor dan pengrajin kriya kayu di Kecamatan Komodo mereka lah yang memproduksi produk-produk kriya di Manggarai Barat. Adanya dukungan penguatan potensi kriya dengan bimbingan teknis dan dukungan pemasaran melalui partisipasi bazar pameran produk yang berkelanjutan. Namun dari para akademisi sendiri belum ada pengkajian terhadap produk-produk yang dihasilkan di Manggarai Barat.

Tentunya keberhasilan pengembangan produk kriya ini juga ada tahapan ataupun perencanaannya. Berikut perencenaan yang sudah dilakukan :

  1. Bimbingan teknis untuk meningkatkan kreasi, produksi, distribusi, konsumsi dan konservasi
  2. Pengadaan bahan baku benang katun/kapas dengan harga yang terjangkau
  3. Penyedia bahan baku terutama benang dengan pewarna alam
  4. Proses regenerasi penenun muda untuk meneruskan kemampuan tenun sebagai bagian dari usaha konservasi

Dan berikut ini rencana kedepannya :

  1. Tenun menjadi elemen utama dalam prosesi adat istiadat dan dipakai sebagai kostum seni pertunjukanun menjadi elemen utama dalam prosesi adat istiadat dan dipakai sebagai kostum seni pertunjukan
  2. Limbah tenun berupa potongan-potongan kecil digunakan sebagai bahan baku produk turunan, termasuk untuk aksesoris
  3. Bahan baku tenun untuk subsektor fesyen, terutama kota-kota besar di Indonesia
  4. Bahan baku tenun juga bisa dipergunakan sebagai dekorasi untuk interior

Mungkin banyak yang belum mengenal Kabupaten Manggarai namun kota ini sudahm mampu meningkatkan tingkat kemiskinan penduduknya dengan cara mengembangkan wisata alamnya yang bagus dan juga produk-produk kriyanya. Sekian dulu untuk artikel kota kreatifnya. Terima Kasih sudah membaca.

Source : https://www.kotakreatif.id/

Tampilkan Selanjutnya

Artikel terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button