FesyenIndustri KreatifKabar KreatifKota KreatifKriyaPelaku Kreatif

Profil Kota/Kabupaten Kreatif – Kabupaten Pemalang

Ditulis oleh Ainurrosyida

INDIEKRAF – Kabupaten Pemalang merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Secara astronomis, kabupaten ini terletak antara 109°17’30” – 109°40’30” BT dan 6°52’30” – 7°20’11” LS di pantai utara Jawa Tengah. Bagian utara Kabupaten Pemalang merupakan dataran rendah, berupa daerah pantai dengan ketinggian berkisar antara 1-5 meter di atas permukaan laut. Kabupaten Pemalang berada di pesisir pantai utara Jawa Tengah. Berbatasan langsung dengan Pekalongan dan berada dalam jalur pantura memberi andil secara bersama-sama membentuk karakter ekonomi kreatif yaitu melalui ekonomi kreatif batik.

Kabupaten Pemalang memiliki tiga subsektor ekonomi kreatif menjanjikan diantaranya subsektor kuliner dengan camilan khas olahan nanas, subsektor fesyen dengan sarung goyor sedangkan subsektor kriya mengangkat batik tulis. Berdasarkan uji petik, pemerintah daerah beserta tim bekraf sepakat untuk mengangkat batik tulis sebagai produk unggulan ekonomi kreatif dari Kabupaten Pemalang. Untuk subsektor kriya batiknya sendiri Kabupaten Pemalang menghasikan 200 produksi per bulan, 6 Desainer Batik dan 30 Pengrajin batik. Jumlah itu sudah cukup menjadikan Kabupaten Pemalang sebagai Kota Kreatif di Indonesia. Di Kabupaten Pemalang sendiri fasilitas industri serta bahan baku amat sangat memadai. Untuk akses dan perluasan pasar serta SDM nya sendiri sudah sangat memadai. Namun untuk kelembagaan, pembiayaan, dan teknologi infrastrukturnya masih cukup memadai.

Salah satu produk batik di Kabupaten Pemalang adalah Batik Parang Curigo. Parang Curigo berasal dari kata parang dan curigo. Curigo berarti bilah keris tanpa warangka. Bentuk keris bisa dilihat pada bentuk motif-motif geometrik-parang yang menyerupai luk keris. Adapun ciri khas dari pola batik parang curiga adalah hiasannya yang disusun sejajar dengan sudut 45 derajat. Kemudian selalu ada ragam hias berbentuk belah ketupat yang juga sejajar dengan ragam hias utama pola parang, ragam hias ini disebut sebagai mlinjon. Selain batik curigo, Kabupaten Pemalang juga memiliki motif batik Kepedak, Sawatrantai, Gemek Setekem. Kabupaten Pemalang sendiri mempunyai 24 usaha Kriya Batik Informal dan 4 usaha Kriya Batik Formal yaitu Arta Kencana, Pancaran Widuri, Sekar Manggar, dan Arum Cempaka.

Keberhasilan Kabupaten Pemalang ini tentunya juga dipengaruhi oleh beberapa orang yang juga ikut andil dalam melakukan perubahan. Diantaranya para Akademis, Pebisnis, Komunitas, dan tentunya Pemerintah. Sebagian besar peran akademisi banyak hanya dilakukan oleh akademisi yang berasal dari luar Kabupaten Pemalang, mengingat kurangnya perguruan tinggi di daerah ini. Beberapa usaha batik di Pemalang memberikan kursus dan bimbingan membatik pada masyarakat salah satunya LPK Arta Kencana. Para Komunitas bersama Pemerintah (Bappeda, Dinas Pariwisata, Diskoperindag, Dipertanhut, KKP, DKP, Bapermas KB, AfP) menyelenggarakan kegiatan yang dapat mendukung batik di Pemalang. Salah satunya adalah “Batik Carnival”. Dan pemerintah Kabupaten Pemalang sendiri telah membuat Regulasi Pakaian Dinas Batik Pemalang dan memberikan dukungan juga melalui penyediaan suprastruktur yang berupa program peningkatan kapasitas dan penggunaan iptek dalam sistem produksi dengan beberapa pelatihan, bimtek, pameran (Expo).

Keuntungan yang sudah didapatkan dengan adanya produksi kriya batik tersebut diantaranya :

  • Infrakstruktur meningkat dalam rangka mendukung kelancaran proses produksi dan distribusi antar daerah
  • Diversifikasi produk yang terbuat dari kain perca batik tulis membutuhkan pemenuhan bahan baku yang melahirkan kegiatan ekonomi lain.
  • Bahan baku batik tulis Pemalang yang berasal dari daerah lain turut menggerakkan kegiatan ekonomi daerah lain diantaranya Pekalongan.
  • Dukungan pemerintah berupa penyediaan dana melalui kementerian koperasi diharapkan mampu membuat usaha-usaha baru batik tulis Pemalang tumbuh dengan pesat di Kabupaten Pemalang, yang kemudian juga dapat menggerakkan kegiatan ekonomi daerah lain.

Keuntungan yang akan diadapatkan di waktu mendatang :

  • Tumbuh dan berkembangnya toko-toko batik, pasar-pasar, sanggar-sanggar batik di Kabupaten Pemalang.
  • Proses distribusi melahirkan peningkatan ekonomi yang signifikan bagi Pemalang. Jaring-jaring distribusi penyebarluasan dan produksi ulang ke daerah lain.
  • Kontribusi ekonomi dari batik tulis Pemalang beromzet Rp.754.000.000,-
  • Kontribusi batik terhadap PDRB daerah Rp. 14.600.000.000,- per tahun.

Keuntungan-keuntungan diatas dapat menjadi lebih banyak jika kita tetap konsisten dan lebih menghasilkan inovasi-inovasi baru.

Source: https://www.kotakreatif.id/

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close