Kota KreatifTak Berkategori

Profil Kota/Kabupaten Kreatif – Kota Yogyakarta

Ditulis oleh Rossya Adha

INDIEKRAF – Halo … Para Pelaku Indsutri Kreatif! Menjadi kota kreatif dalam bidang subsektor industri yang berfokus pada aplikasi dan game yang semakin berkembang setiap tahunnya tak luput dari dukungan masyarakat sekitar, akademisi, komunitas, bahkan pemerintah juga loo …. Penasaran akan seperti apa profil Kota Yogyakarta? Yuk simak

Yogyakarta dikenal sebagai kota pelajar, kota budaya, dan kota wisata. Masyarakat Yogyakarta juga terkenal dengan kreatifitasnya berada dalam berbagai macam komunitas di dalamnya. Kreatifitas Yogyakarta juga sudah mendunia sehingga Yogyakarta juga dikenal sebagai miniatur Indonesia dengan beragam potensi kreatifnya termasuk juga industri kreatif digital.

Kota Yoygakarta merupakan kediaman bagi Sultan Hamengkubuwono dan Adipati Paku Alam. Ibu kota dan pusat pemerintahan Daerah Istimewa Yogyakarta Indonesia. Kota Yogyakarta telah mengalami pembauran kawasan dengan sejumlah kawasan di sekitarnya. Sehingga batas-batas administrasi sudah tidak terlalu terlihat. Agar terjaganya keberlangsungan pengembangan kawasan ini, dibentuklah sekretariat bersama Kertamantul (Yogyakarta, Sleman, dan Bantul) yang bertugas sebagai mengkoordinasi semua hal yang berkaitan dengan kawasan aglomerasi Yogyakarta dan daerah-daerah penyangga.

 

Subsektor Aplikasi dan Game

Kota Yogyakarta telah menjadi sebuah rumah bagi pelaku industri kreatif digital berupa aplikasi dan game, salah satunya adalah dengan berdirinya beberapa coworking yang berdiri di Kota Yogya. Selain didukung dengan fasilitas berupa co working, subsektor aplikasi dan game  juga didukung juga oleh beberapa universitas dan sekolah tinggi yang memiliki jurusan yang linier.

Untuk perhitungannya dalam penyerapan tenaga kerja lebih sebesar 3000 orang, lalu untuk masalah omset dalam setahun sejumlah lebih dari 177,1 M. Pada jumlah kegiatan dalam setahun terdapat 24 kegiatan. Lalu terakhir dalam urusan penghargaan terdapat sebanyak 3 dalam per tahun.

 

Potensi Subsektor Aplikasi Dan Game Kota Yogyakarta

Aplikasi

Berikut adalah analisa untuk potensi subsektor aplikasi dan game di Kota Malang sesuai dengan data yang berasal dari pengisian borang PMK3I yang diisi oleh seluruh aktor subsektor aplikasi dan game Kota Yogyakarta :

  • Sumber Daya Manusia : Memadai
  • Kelembagaan : Memadai
  • Teknologi Dan Infrastruktur : Memadai
  • Akses & Perluasan Pasar : Sangat Memadai
  • Pembiayaan : Memadai
  • Industri : Memadai
  • Bahan Baku : Amat Sangat Memadai

 

Game

  • Sumber Daya Manusia : Sangat Memadai
  • Kelembagaan : Sangat Memadai
  • Teknologi & Infrastruktur : Sangat Memadai
  • Akses & Perluasan Pasar : Memadai
  • Pembiayaan : Memadai
  • Industri : Memadai
  • Bahan Baku :Sangat Memadai

 

Peran Aktor

Terdapat beberapa peran aktor yang dibutuhkan untuk mendukung subsektor aplikasi dan game pada Kota Yogyakarta dan berikut adalah hasil peran aktor berdasarkan data borang PMK3I:

Akademisi

Tidak kurang dari 17 universitas dan 8 sekolah tinggi yang membuka jalur linier contohnya seperti Teknik Informatika yang ditujukan dapat mencetak SDM yang sangat dibutuhkan oleh subsektor aplikasi dan game. Jurusan ini bahkan sampai sekarang menjadi  salah satu pilihan untuk melanjutkan jenjang sekolah.

Bisnis

Banyaknya studio-studio yang ada di Kota Yogyakarta yang saling bersinergi dengan subsektor lain lalu menghasilkan produk dan membantu menggerakkan perekonomian masyarakat.

Komunitas

Peran komunitas sangat diperlukan disini, disisi untuk menjadi salah satu wadah yang menampung bakat-bakat generasi muda. Peran komunitas juga sangat membantu dalam penyelenggaraan kegiatan subsektor ini. Kegiatan yang dihadirkan juga sangat bermacam-macam mulai dari pertemuan rutin, saling berdiskusi, lalu workshop hingga pameran yang berskala nasional dan internasional.

Pemerintah

Berperan penting dalam regulasi bersahabat dengan subsektor serta sangat berperan dalam penyediaan infrastruktur yang menunjang tumbuh dan berkembangnya subsektor aplikasi dan game.

 

Ketertarikan Ke Belakang

Dalam penyediaan SDM maupun kurikulum jurusan yang berkaitan dengan aplikasi dan pengembangan game menjadi salah fakotr pendukung agar minat masyarakat pada subsektor ini dapat tersalurkan dengan baik dan berguna.

Dengan diadakannya workshop/seminar/penelitian untuk kebutuhan subsektor aplikasi dan pengembangan game.

 

Keterkaitan Ke Depan

Diharapkan mampu menjadi penghubung untuk subsektor lainnya (DKV, Music, dan subsektor lainnya sebgai konten)

Munculnya berabagai komunitas beserta kegiatannya dan ruang kolaborasi dalam bentuk coworking space.

 

source : www.kotakreatif.id

 

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close