ArsitekturIndustri KreatifKota KreatifMbois Media

Rahasia Dibalik Keindahan Tata Ruang Kota Malang

Indiekraf.com – Selain dikenal dengan kota pendidikan dengan suhu dingin, Kota Malang juga terkenal dengan keindahan arsitekturnya. Tata ruang Kota Malang bahkan pernah dipamerkan di Paris pada tahun 1937 lalu. Hal ini membuktikan bahwa kota ini merupakan kota yang pernah dibanggakan pada masa itu.

Dikutip dari Pusat Dokumentasi Arsitektur (pda.or.id), salah satu arsitektur dari Kota Malang, Ir Respati Wikantiyoso MSA PhD mengatakan bahwa tata ruang Kota malang dapat berkembang baik karena adanya peran seorang arsitek bernama Ir Herman Thomas Karsten. Pada tahun 1914, Ia mulai mengembangkan konsep garden city yang berhasil diterapkan dengan baik. Respati mengatakan, kelebihan dari tata ruang Kota Malang hingga pernah dipamerkan secara internasional adalah terciptanya tata ruang kota kebun atau konsep garden city tersebut.

Baca juga Sejarah Klepon, Si Kue Hijau Nan Legit

“Penyatuan lingkungan ruang terbuka dengan lingkungan buatan manusia oleh Karsten sangat menonjol dilakukan di Malang. Salah satu contoh adalah bulevar Ijen yang sampai sekarang masih dapat dinikmati,” ujar Respati.

Penyatuan linkungan ruang terbuka yang berada di Jalan Besar Ijen terlihat melalui penataan bangunan rumah yang masih menyediakan ruang luar. Pembuatan taman-taman yang ada disana juga sangat dipertimbangkan. Konsep penyatuan lingkungan tersebut lah yang membuat Karsten percaya diri untuk menyertakan tata ruang Kota Malang dalam pameran internasional di Paris pada tahun 1937 lalu.

“Jadi, perencanaan pengembangan kota di Kota Malang itu menonjolkan aspek sosial. Bukan semata-mata pada aspek ekonomi seperti yang menjadi kecenderungan sekarang,” jelas Respati.

Jalan Besar Ijen Kota Malang (Foto via macigo.com)
Jalan Besar Ijen Kota Malang (Foto via macigo.com)

Baca juga Kagum! Inilah Karya Pemenang Sayembara Arsitektur 2020

Untuk menjadikan Kota Malang lebih indah, Karsten juga memperhitungkan faktor geografis yang ada disana. Ia memaksimalkan panorama gunung-gunung yang mengelilingi kota tersebut seperti Gunung Kawi, Gunung Semeru, dan Gunung Arjuna untuk memaksimalkan konsep pengembangan lingkungannya.

Karsten adalah seorang arsitek sekaligus konsultan perencanaan pengembangan kota yang sudah malang-melintang di berbagai kota di Hindia Belanda. Jasanya juga telah dikenal di kota-kota lainnya, seperti Bandung, Jakarta, Magelang, Bogor, Yogyakarta, Madiun, Cirebon, Purwokerto, Palembang, Padang, Medan, dan Banjarmasin. Pada saat pengembangan Kota Malang tahun 1914, pria kelahiran Amsterdam tersebut mendapatkan posisi sebagai seorang konsultan.

Penulis: Achmad Faridul Himam

Referensi

[1] Kota Malang 89 tahun : Masih menikmati tata ruang kuno

Tampilkan Selanjutnya

Artikel terkait

Back to top button