Acara KreatifKabar KreatifSharing ExpertTips Kreatif

Sharing Session : Strategi Konten untuk Meningkatkan Produk Kreatif Anda

Menentukan definisi produk, segmen pelanggan dan Strategi Konten.

Indiekraf.com | IxDA Malang bersama dengan Indiekraf sukses menyelenggarakan acara CangkrUXan x Indiekraf pada hari Selasa 30 April 2019 yang bertempat di DILo Malang. Acara ini bertemakan “Content Strategy (Strategi Konten) for Improve Your Product” yang dibawakan oleh 2 pemateri profesional M. Ziaelfikar Albaba, Founder Indiekraf Digital Media dan Hino Kertapati Chief Content Manager Indiekraf. Hadir juga Anggita Satria Kurniawan, Local Leader IxDA Malang sebagai MC yang memandu berjalannya acara hingga akhir.

Acara dimulai dengan perkenalan IxDA oleh Anggita Satria. Beliau menyampaikan bahwa IxDA merupakan komunitas pertama dan terbesar didunia yang bergerak dibidang Desain Interaksi (Interaction Design). Saat ini, IxDA telah memiliki lebih dari 200 komunitas dengan lebih dari 100.000 anggota yang tersebar di seluruh dunia. Anggita juga menyampaikan bahwa IxDA memiliki event bergengsi yaitu Interaction 20 yang akan diselenggarakan di Milan, Italy pada tahun 2020 nanti.

CangkrUXan IxDA - Indiekraf via Fadly DILo Malang
CangkrUXan IxDA – Indiekraf via Fadly DILo Malang

Mengenal Product Value

Setelah perkenalan dari IxDA, acara dilanjutkan dengan materi pertama berjudul Product Value & Costumer Segment yang disampaikan oleh M. Ziaelfikar Albaba. Pada materi awal ini, Fikar mengajak para peserta acara untuk fokus dalam membangun sebuah Value Product dan menentukan Costumer Segment yang tepat sebelum melakukan tahap pemasaran atau marketing. Dalam membuat value product, Fikar memberikan 3 point penting yang harus diperhatikan, yaitu Problem, Need, Want.

Kita harus mengerti terlebih dahulu masalah yang ada di Masyarakat. Kemudian kita mencarikan solusi dengan membuat sebuah produk untuk menyelesaikan masalah tersebut. Adapun tips dalam membuat membuat value product yang baik adalah dengan memahami dan meriset lebih dalam tentang Product Knowledge yang meliputi Definition product, Ingredients, Build Process, Brand & Packaging, Pricing, Profit/Revenue, Right Value Product dan Right Business Model.

Menentukan Customer Segment

Jika sudah mengetahui value produk kita, maka selanjutnya adalah menentukan costumer segment. Pada hal ini, Fikar membedakan membedakan kelompok masyarakat menjadi menjadi 4 bagian yaitu Geografik, Psikografik, Demografik dan Behavioral. Pada segmentasi geografik, pengelompokan dilakukan berdasarkan faktor geografinya, seperti berdasarkan negara, wilayah, kota dan desa. Sedangkan pada demografi, pengelompokkan dilakukan berdasarkan usia, jenis kelamin, dan pekerjaan.

Pada segmentasi psikografik, perilaku konsumen diobservasi melalui gaya hidup, nilai-nilai kehidupan yang dianut, kepribadian kelompok maupun individu tersebut, baik dari segi persepsi, motivasi dan juga sikap. Terakhir, segmentasi kebiasaan dilihat dari pengetahuan, sikap, reaksi mereka terhadap suatu produk. Seperti kebiasaan membeli, mengkonsumsi, dsb.

Fikar menegaskan bahwa costumer segment pada sebuah startup harus fokus ingin “membidik” konsumer seperti apa. Jika tidak fokus, misal “Konsumer kita adalah seluruh orang di Indonesia.” maka hal ini akan mengakibatkan kita untuk kesulitan dalam mengembangkan produk kita karena jangkauan konsumer yang terlalu luas.

Bagaimana Menentukan Strategi Konten dan Pemasaran Produk

Setelah Produk dan Customer Segment sudah ditentukan, maka langkah selanjutnya adalah membuat konten marketing yang akan dijelaskan oleh pemateri selanjutnya yaitu Hino Kertapati. Pada saat ini, konten merupakan salah satu cara untuk melakukan pemasaran. Terdapat 5 poin penting yang disampaikan oleh Hino untuk membuat konten yang bagus, diantaranya adalah

1. Calibrate
Kalibrasi, artinya kita harus mengukur seluruh hal yang berkaitan dengan pemasaran produk kita seperti jumlah dana yang dimiliki untuk membuat konten.

2. Create
Membuat konten tidak harus mahal, yang terpenting adalah segera lakukan. Jika telah

3. Curate
Melakukan evaluasi mengenai konten yang telah kita buat telah efektif atau masih belum. Evaluasi dapat dilakukan dengan melihat dari Feedback dari masyarakat yang telah meilhat konten kita. Dalam hal ini, Feedback positif atau negatif adalah masukan yang sangat berharga bagi sebuah startup.

4. Circulate
Sirkulasi Konten. Selalu lakukan dokumentasi dan pencatatan seluruh konten kita dengan baik. Hal ini agar kita tidak takut untuk kehilangan ide, karena kita bisa meng-upload ulang konten lama yang sudah kita buat dengan sedikit variasi. Misal, dulu menggunakan model perempuan, sekarang dilakukan variasi dengan mengganti menjadi model laki-laki.

5. Convert
Merupakan tahap Wining campaign untuk mengeluarkan konten atau iklan paling efektif kita menggunakan platform yang lebih besar seperti Facebook Ads atau Youtube Ads.

Baca Juga :

 

Strategi Konten sebagai alat untuk pemasaran sebuah produk sudah banyak diterapkan di seluruh industri, salah satu contoh konten yang paling populer adalah konten dalam bentuk video. Hal ini dibuktikan dengan 80% konten yang sukses didominasi oleh video. Kemudian juga dibuktikan dengan pemirsa video di sosial media yang meningkat hingga 81%. Oleh karena itu, membuat konten pemasaran dalam bentuk video merupakan strategi yang tepat untuk saat ini. Selain itu, strategi lainya adalah dengan menggunakan micro influencer.

Hino menyatakan bahwa untuk tahap awal, menggunakan micro influencer adalah langkah yang tepat. Hal ini dikarenakan micro influencer memiliki harga yang relatif lebih murah. Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih micro influencer, yaitu orang yang terpecaya (trusted), sesuai dengan produk kita (brand relevant), high in volume, loyal, will advocate dan have influence. Sebagai penutup, Hino menyampaikan “Just start your content now, don’t wait any longer.”

Penulis: Achmad Faridul Himam (DILo Malang)

Tags
Show More

Related Articles

Back to top button
Close
Close