Film Animasi dan VideoIndustri KreatifKabar KreatifKota KreatifMbois MediaOpini Kreatif

Tampil di Podcast Malang Good Works, Mahesa Desaga Sebut Kota Malang Masih Belum Memiliki Identitas Film yang Pasti

Indiekraf.com – Memiliki puluhan kampus dengan berbagai jurusan membuat Kota Malang menjadi salah satu kota di Indonesia yang memiliki calon talenta-talenta luar biasa di industri kreatif, salah satunya dalam sektor film. Seperti yang kita ketahui, industri perfilman di tanah air kini terus mengalami peningkatan, dari segi kualitas hingga kuantitas.

Kota Malang juga termasuk kota yang memiliki potensi perkembangan film yang luar biasa di Indonesia. Untuk mengetahui hal tersebut lebih dalam lagi, Mahesa Desaga, seorang sutradara dan penulis film yang sudah aktif sejak tahun 2008 memberikan tanggapannya di acara podcast Malang Good Works. Pria kelahiran kelahiran 1989 tersebut telah berhasil meraih berbagai macam prestasi dari tingkat nasional, hingga internasional.

Dalam podcast ini, Mahesa memberikan berbagai macam tanggapannya mengenai perkembangan dunia perfilman di Kota Malang. Salah satu concern-nya saat ini adalah mencari sebuah identitas film dari Kota Malang.

Baca juga Iko Uwais Akan Berperan Sebagai Hards Master di Film Snake Eyes: G.I Joe Origins

Setiap negara atau bahkan kota setidaknya harus memiliki sebuah identitas yang bisa dijadikan sebagai pembeda antara negara satu dengan negara yang lain. Dengan adanya identitas ini juga akan mempermudah para penikmat film di dunia untuk mengetahui dan menebak asal film yang mereka tonton.

Kota Malang saat ini bisa dibilang sangat aktif untuk memproduksi film, baik film layar lebar, film pendek, atau film untuk keperluan komersial. Hal ini memicu lahirnya sutradara-sutradara baru yang siap untuk menunjukkan karya mereka di Bumi Arema ini.

Berbicara mengenai identitas film, Kota Malang bisa dibilang masih belum memiliki identitas yang pasti. Hal ini memang menjadi wajar karena menurut Mahesa sendiri, Indonesia juga bisa dibilang masih belum menemukan identitas filmnya.

Baca juga Keren, Film Pendek Ini Diproduksi Menggunakan Smartphone Galaxy S21 Ultra 5G

Ketika melihat perkembangan film di Indonesia, Mahesa beranggapan bahwa identitas film di negara ini juga masih belum menemukan ‘jati dirinya’. Kita harus mengakui bahwa film di Indonesia masih sangat terpengaruh secara dramatik dari identitas Hollywood tapi dibumbui rasa-rasa Bollywood. Kenyataan membuktikan bahwa film Indonesia terpengaruh oleh trend, padahal pada titik-titik tertentu, film-film dari setiap negara atau tiap-tiap bangsa itu memang perlu memunculkan sebuah identitas yang khas.

Namun, bukan berarti kita tidak bisa menemukan identitas kita sebenarnya. Dengan adanya para pelaku dunia perfilman di Kota Malang yang terus berkembang, kita bisa menciptakan ekosistem film yang luar biasa. Mereka bisa berkolaborasi untuk mendiskusikan bersama bagaimana identitas asli film Kota Malang.

Tentunya, perkembangan dunia perfilman di Kota Malang juga harus ada dukungan dari pihak pemerintah. Mahesa berharap kepada pemerintah untuk lebih serius dalam membangun ekosistem yang ‘sehat’, salah satunya adalah dengan cara memperhatikan pengarsipan film. Hal ini dikarenakan Indonesia masih menjadi salah satu bangsa yang masih kurang dalam hal pengarsipan.

Hampir di semua negara yang sektor cinema-nya maju pasti memiliki pengarsipan yang bagus. Pengarsipan tersebut dapat dapat dimiliki mulai dari negara hingga perseorangan. Pengarsipan ini akan membantu para pelaku industri film saat mereka melakukan sebuah riset terhadap sejarah hingga perkembangan film di daerah tersebut.

Mahesa menyatakan bahwa berprofesi sebagai sutradara film di Kota Malang masih membutuhkan perjuangan atau ‘struggle’ yang lebih agar bisa tetap bertahan mencukupi kebutuhan sehari-hari. Namun, dengan adanya ekosistem yang ‘sehat’, Ia yakin bahwa hidup para pelaku industri film akan bisa terjamin.

 

Penulis: Achmad Faridul Himam

Related Articles