fbpx
Kuliner

Warung Isor Nongko, Yang Digandrungi Kawula Muda Hingga Walikota Malang

Indiekraf.com-Menikmati kuliner di Kota Malang Jawa Timur seakan tak pernah ada habisnya selalu ada yang baru yang wajib dicoba, baik itu di warung pinggir jalan maupun di warung yang sudah berdiri sejak lama.

Untuk warung di pinggir jalan ada baiknya anda mencoba warung milik Pak Hari yang berada di jalan Gajahmada Kota Malang. Warung yang berada di timur Balaikota Malang ini menyuguhkan aneka masakan rumahan khas Malang yang cukup menggoda.

Mulai dari masakan Rawon, kare ayam, bali telor, pecel, hingga masakan iga sapi. Untuk lauk khas jawa timuran juga ada,mulai ikan pindang, lele, mujaer, bakwan jagung, tahu tempe, tempe kacang, botok luntas, hingga babat goreng.

Soal harga tak usah diragukan lagi, untuk satu porsi nasi dengan beragam lauktersebut, pengelola warung mematok harga mulai Rp 10.000 hingga Rp 30.000. Tidak hanya menu makanan,menu minuman yang disuguhkan juga sangat murah,mulai  Rp 4000 hingga Rp 10.000.

Baca juga : Gak Nyangka, Ini Alasan Harga Wasabi Asli Bisa Mencapai 3,7 Juta/Kg

Menurut pemilik warung, Hari Purnomo, warung tersebut sudah ia dirikan bersama istrinya sejak 2003 silam, warung tersebut ia beri nama warung isor nongko  atau warung di bawah pohon nangka, alasan dinamakan warung isor nongko atau biasa disingkat warung WIN ini karena warung tersebut berada tepat di bawah pohon nangka.

Banyak orang yang tidak tahu kalau pohon nangka tersebut  berada di warung  tersebut karena tertutupi oleh kain penutup. Meski berada di pinggir jalan dan dekat dengan pos kamling, warung WIN ini memiliki keunikan.

Keunikan tersebut yakni dari para pembelinya, setiap pagi atau jam makan siang, para pembeli selalu mengantri, padahal menu yang disajikan sangat sederhana seperti halnya masakan sehari hari dirumah.

Dari Karyawan Sampai Walikota

Bahkan sekelas Ketua DPRD Kota Malang, Wakapolresta, hingga orang nomor satu di kota Malang yakni Walikota Malang sering makan di warung pinggir jalan ini. Tidak ada sekat ataupun jarak antar pejabat jika makan di warung sederhana milik Hari Purnomo ini.

“Pelanggan warung saya mulai abang becak, karyawan bank, pegawai pemkot, dan alhamdulilah Walikota Sutiaji, Abah Anton (mantan walikota malang ) dan istrinya pernah makan disini,” kata Hari Purnomo..

Hal yang menarik lainnya dari warung isor nongko  ini ada pada jam buka. Jika biasanya warung buka setiap hari, warung isor nongko buka hanya 5 hari yakni mulai hari Senin hingga hari jumat, sedangkan hari Sabtu Minggu dan hari besar tutup. Kondisi tersebut sepertinya meniru dari kebiasaan pegawai negeri.

“ya, jam buka kami mengikuti rutinitas seperti pegawai negeri, mulai jam 7 pagi hingga 3 sore, karena warung kami berdekatan dengan kantor  DPRD dan Balaikota, kami libur di akhir pekan dan juga hari besar, ” tambah Hari Purnomo.

Baca juga : 5 Rekomendasi Aplikasi Kasir Terbaik di Indonesia

Hari Purnomo juga menambahkan , di setiap hari jumat warung  isor nongko ini memiliki program makan gratis, program ini berjalan berkat kerjasama dengan lembaga sosial Nurul Hayat, program ini dikhususkan untuk kaum dhuafa, abang becak, pasukan kebersihan, serta ojek online.

“ Kita setiap hari jumat sediakan makan gratis khusus,orang orang tidak mampu, abang becak, sopir mikrolet, pasukan kebersihan. Rata rata setiap hari jumat kurang lebih 100 porsi.” Tutup Hari Purnomo.

Ia pun berharap,warung sederhana yang ia bangun bersama istri tercintanya ini mampu menginspirasi orang lain sehingga bisa memberi berkah bagi orang lain juga.

Tampilkan Selanjutnya

Artikel terkait

Back to top button