Digital KreatifFilm Animasi dan VideoIndustri KreatifKabar KreatifSeni Pertunjukan

XXI Tutup Kembali: Hanya di Beberapa Bioskop Saja

Indiekraf.com – Baru saja angin segar berhembus, kini ada lagi tantangan yang harus dihadapi. Belum lama ini, bioskop kembali dibuka untuk umum. Tetapi, buntut dari meningkatnya angka kasus COVID-19 di Indonesia maka hal itu terpaksa berubah. Kabarnya, bioskop XXI tutup untuk sementara waktu. Apakah berlaku di seluruh cinema?

XXI Tutup Kembali: Hanya di Beberapa Bioskop Saja

Adanya kenaikan kasus COVID-19 di Indonesia menjadi kabar duka bagi seluruh masyarakat. Tentunya, virus berbahaya ini memang masih meninggalkan dampak di berbagai aspek kehidupan. Industri kreatif, terutama di bidang perfilman, baru saja mulai bangkit. Namun, berbagai rencana kini tak bisa dilaksanakan sepenuhnya.

Beberapa waktu lalu, bioskop Cinema XXI sendiri sudah mengumumkan bahwa mereka terpaksa menutup pengoperasiannya. Bioskop XXI tutup ini nyatanya mengundang pertanyaan, apakah ini berlaku di seluruh cabang yang mereka miliki?

XXI Tutup hanya di Beberapa Cabang Bioskop

Berita ini disampaikan langsung oleh Head of Corporate Communications and Brand Management Cinema XXI, Dewinta Hutagaol. Penutupan ini dilakukan sementara waktu setelah berkomunikasi dengan beberapa pemerintah daerah. Kabarnya, XXI tutup hanya di beberapa cabang saja.

Dikutip dari CNN Indonesia, Dewinta menjelaskan keterangannya mengenai berita ini. “Cinema XXI menonaktifkan sementara kegiatan operasional di DKI Jakarta, Kota Tangerang, Kota Bandung, Kota Semarang, Kabupaten Karawang, Kabupaten Bekasi, Kota Depok,” jelasnya. Ia juga tampak belum bisa memastikan ada beberapa film yang dijadwalkan tayang sebelum beberapa bioskop ini tutup. Namun, ia akan terus berkomunikasi dengan rumah produksi dan distributor film impor.

Mengurangi Jumlah Penayangan dan Kapasitas Penonton

Sebagai upaya lain untuk mengurangi penyebaran COVID-19, ternyata pihak XXI juga melakukan beberapa tindakan. Pihak bioskop yang masih buka diminta untuk mengurangi jumlah penayangan film dari sebelumnya. Selain itu, ada juga pembatasan kapasitas penonton dengan jumlah yang lebih sedikit.

Baca Juga Benny Setyawan Berharap Perizinan Membuat Film di Kota Malang Dipermudah | Malang Good Works Podcast Episode 2

Tampil di Podcast Malang Good Works, Mahesa Desaga Sebut Kota Malang Masih Belum Memiliki Identitas Film yang Pasti

Related Articles