Aplikasi Digital dan GameDigital KreatifInsight

Bagaimana Membangun Startup Teknologi Yang Sukses: Saran Dari Founder 4 Perusahaan

Indiekraf.com – Jika kamu adalah founder pemula yang berharap agar produk mu bisa langsung meroket ke bulan dengan cepat, maka mohon maaf kami punya kabar buruk, karena hal ini tidak pernah ada.

Itulah salah satu pernyataan dari Nicolas Vandeberghe, CEO dan Co-Founder dari startup Chilli Piper, seperti dilansir dari fastcompany.com.

Sebelum sukses bersama Chilli Piper, Nicolas sebelumnya pernah menjadi founder bagi tiga perusahaan berbeda, yang kesemuanya tidak berlangsung dengan baik.

Pada 2016, Chilli Piper didirikan oleh Nicolas bersama istri nya, mereka memegang teguh dua prinsip dalam pikiran nya.

“Pertama, kami yakin ada yang salah dalam proses inbound dalam sebuah B2B (Brand to Brand) perusahaan SaaS (Software as a Service). Inilah yang menjadi prinsip dasar produk kami,”

“Kedua, kami yakini bahwa ada orang – orang cerdas di luar sana di dunia. Inilah keyakinan utama kami dalam membentuk budaya kerja di perusahaan,” tutur Nicolas.

Nah, bagi founder – founder pemula, Nicolas pun punya beberapa saran, agar produk/ perusahaan yang sedang kamu kelola bisa berjalan dengan baik. Atau setidaknya kamu bisa memiliki visi dan attitude yang baik sebagai seorang founder:

1.Buatlah kategori, bukan sekedar solusi per poin

Bagi seseorang yang sudah lama menggeluti bidang SaaS, Nicolas yakin bahwa masih ada kesalahan dan celah dalam alur perusahaan B2B SaaS, yang mana selalu menangani demo produk dan juga bantuan – bantuan lain. 9-10 kali ketika kita berkunjung ke situs perusahaan SaaS, kita hanya akan diarahkan ke halaman terimakasih, dan juga dipaksa bermain gim tidak penting, untuk menunggu sampai sales atau CS merespon mu.

Nah, proses jawaban ini bisa terjadi dalam hitungan jam atau bahkan hari. Dan tentu saja hal ini merupakan sebuah gambaran buruk dari rating konversi dalam sebuah perusahaan. Berdasar data dari Salesforce data, 78% dari konsumen B2B, memilih vendor yang paling cepat merespon mereka, meskipun dari segi harga mungkin lebih mahal.

Lalu sebenarnya apa yang membuat waktu respon dari vendor –vendor B2B ini begitu lambat dan buruk? Bukankah seharusnya, cara termudah menjual, adalah dengan merespon secepat mungkin siapapun yang tertarik dengan produk mu? Prioritas mu memang mulai harus dibuat lebih mudah, bagi siapapun yang ingin mengakses layanan dari produk mu.

Dari fakta inilah, kemudian Nicolas berinisiatif untuk mulai membuat Chilli Piper. Kunci dari permasalahan ini, adalah bagaimana mengindentifikasi isu terbesar yang dihadapi, untuk selanjutnya menghadirkan solusi, bukan sekedar poin per poin untuk masalah yang spesifik. Dari sinilah, apa yang akan kamu tawarkan akan bisa berkembang secara organic.

Nicolas Vandenberghe, via twitter

2.Tekankan setiap Perkerjaan Dengan Arti Mendalam

Teknologi selalu hebat, namun di akhir hari, tidak ada apapun di B2B SaaS yang akan mampu menyelamatkan dunia. Dengan menanamkan hal tersebut dalam pikiran, bahwa kamu dan perkejaan harus memiliki arti yang mendalam demi kehidupan di dunia.

Bagi Nicolas dan Chilli Piper, hal ini menjadi dasar, bahwa bagaimana mereka bisa mendapatkan ide dan pemikiran secara global. Lalu hal tersebut mereka terapkan dengan, bagaimana mereka mau mengontrak banyak tenaga dan developer dari seluruh belahan dunia.

Baca juga:

3.Berbagi dengan Sesama

Ingin agar hati mu selalu damai, Nicolas punya solusi melalui Chilli Piper. Yaitu dengan selalu menyisihkan keuntungan perusahaan untuk donasi. Hanya karena kamu sedang memulai bisnis baru, bukan berarti kamu tidak bisa berdonasi. Seperti Nicolas misalnya, ia selalu berusaha menyisihkan 1% dari omzet perusahaan sebagai donasi, yang kini nilainya sudah mencapai USD 1 juta, dan kemudian dia representaskan dalam bentuk yayasan.

4.Berani Remote dan Memiliki Tenaga dari Seluruh Dunia

Sebenarnya ini sangat kontradiktif dengan apa yang banyak diajarkan di sekolah bisnis, tentang bagaimana kita memproteksi sumber daya perusahaan dari orang luar dan jauh. Namun dalam perjalanan bisnisnya, Nicholas justru menemukan hal berbeda. Ia merasa investasi kepada sumber daya manusia dan budaya kerja, merupakan investasi terbaik bagi perusahaan untuk jangka panjang.

Berani mengontrak pekerja dari belahan dunia mana pun, dan memberikan kebebasan mereka untuk bekerja dari mana saja, menurut Nicholas bukan saja baik bagi ekosistem kerja, namun juga akan lebih baik untuk bisnis.

Dengan cara ini Chilli Piper mampu menarik perhatian banyak talenta berkualitas dari seluruh dunia, dan mampu menembus goal mereka secara cepat, dengan budaya kerja remote.

Jadi tidak ada salahnya mencoba bekerja sama dengan talenta di luar sana, yang selalu luar biasa dan mampu menawarkan solusi.

Intinya

Saran terakhir dari Nicolas buat para founder muda adalah:

“Pekerjakan orang yang tepat, buat kategori yang jelas dari perusahaan mu, dan pastikan ada hal mendalam yang akan kamu dapat dari pekerjaan mu, yang berguna bagi dunia,”

“Setelah kamu memastikan semua itu, saya yakin kamu akan bisa ! meroket,!” tegasnya

Related Articles