Industri KreatifKabar KreatifKota KreatifMusik

Bangga! Ambon Dinobatkan Jadi Kota Musik Dunia

Indiekraf.com – Indonesia memang negara yang kaya akan adat dan kebudayaan. Tak hanya soal alam yang indah, budaya-budaya yang ada di Indonesia pun begitu beragam. Bicara soal budaya, rasanya di Indonesia hal ini juga tak bisa dipisahkan dengan kata musik. Lalu, tahukah kamu bahwa Ambon dinobatkan sebagai ‘A City of Music’ atau Kota Musik oleh UNESCO?

Ambon ditunjuk sebagai salah satu Kota Musik Dunia oleh UNESCO. Penobatan Ambon sebagai Kota Musik Dunia pun bertepatan dengan Hari Kota Sedunia yaitu tanggal 31 Oktober 2019 lalu. Ambon bersanding dengan 65 kota lainnya dimana kota-kota tersebut termasuk Kota Ambon akan bergabung dalam suatu Jaringan Organisasi Kota Kreatif yang hingga saat itu berjumlah sebanyak 246 anggota.

Hal itu pun berawal dari Pemerintah Kota Ambon serta Ambon Music Office yang sebelumnya telah mengajukan dokumen terkait kepada Organisasi PBB untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan (UNESCO). Penyerahan dokumen-dokumen terkait pun dilakukan di tanggal 7-9 September 2019 di Bali. Dalam situs resmi Unesco.org disebutkan bahwa jaringan organisasi kota kreatif ini akan menyatukan beberapa kota yang mendasarkan pengembangan mereka pada kreativitas. Hal itu juga berlaku seperti dalam bidang musik, desain, sastra, seni digital, kerajinan rakyat, bioskop hingga gastronomi. 

Baca Juga Mengulik Aplikasi Pendidikan Kebanggaan Kota Malang, Edupongo, Dalam Angka

Direktur Jenderal UNESCO, Audrey Azoulay, mengatakan bahwa di seluruh dunia terdapat kota-kota yang terpilih dimana kota-kota tersebut memiliki cara sendiri untuk menjadikan budaya sebagai pilar, bukan hanya sebagai aksesoris saja. Dikutip dari situs resmi UNESCO, Audrey pun memberikan keterangannya. “Strategi mereka juga kami lihat untuk membawa budaya sebagai pilar, bukan aksesoris, ini mendukung inovasi politik dan sosial, serta sangat penting bagi generasi muda,” jelasnya.

Jaringan Organisasi Kota Kreatif ini pun nantinya tak hanya akan fokus kepada budaya, namun juga pada akses, pendidikan kewarganegaraan global, ekonomi, pertahanan hak, inklusi dan pekerjaan. Tak hanya itu, perlu juga dinilai mengenai pencegahan serta ketahanan terhadap perubahan iklim.

Tampilkan Selanjutnya

Artikel terkait

Back to top button