Industri KreatifKulinerMbois MediaPelaku Kreatif

Delice by Dite, Brand Soft Cookies Vegan yang Unik Dari Malang

Indiekraf.com – Soft cookies adalah salah satu produk camilan populer yang banyak diminati oleh masyarakat Indonesia. Namun sayangnya, tidak semua orang bisa menikmati produk tersebut karena memiliki alergi susu. Oleh karena itu, Delice by Dite, salah satu UKM di Malang mencoba untuk menciptakan inovasi baru berupa vegan soft cookies.

Terobosan baru yang dibuat oleh Delice by Dite membuat orang yang memiliki alergi terhadap susu dapat menikmati kelezatan soft cookies yang sedang populer saat ini. Seperti yang kita ketahui, susu adalah bahan utama untuk membuat soft cookies.

Baca juga Sederhana Memang, Namun 5 Trik Ini Dijamin Bisa Bikin Foto Kuliner Anda Makin Menggoda

Radite sebagai founder sekaligus pemilik Delice by Dite mencoba untuk mencari bahan alternatif lain sebagai pengganti susu untuk membuat soft cookies. Wanita lulusan Universitas Brawijaya jurusan Food Science and Technology tersebut mencoba untuk menerapkan ilmu yang didapatkannya saat kuliah, salah satunya adalah menerapkan metode vegan baking.

Dengan terus melakukan riset, perempuan yang biasa dipanggil Dite tersebut berhasil mendapatkan resep soft cookies vegan yang lezat dan juga sehat.

Beberapa menu soft cookies andalan dari Delice by Dite antara lain adalah Vaco (Vanilla Coffee Choco), Smorsy (S’Mores Gooey Soft Cookies), Chara (Matcha Ogura Vegan Soft Cookies), Peter (Peanut Butter Dark Choco), dan Dabi (Pandan Biscoff). Tak hanya itu, mereka juga menyediakan menu khusus berukuran besar 14 cm yaitu Giant Birthday Soft Cookie, cocok sebagai hadiah ulang tahun.

Awal Terbentuknya Delice by Dite

Dulu kan dari maba (mahasiswa baru) aku sudah sering banget bikin kue, terus sering post juga di Instagram. Seringkali ketika aku post resep, banyak teman yang request untuk dijual, yauda akhirnya aku jual beberapa kue sesuai mood ku,” jelas Dite. Namun karena masih sibuk dengan rutinitas kuliah membuat Dite belum bisa memproduksi kue secara konsisten.

Tekad Dite untuk memproduksi kue semakin besar ketika dirinya selesai mengerjakan skripsi. Setelah menyelesaikan salah satu kewajiban terberat saat kuliah tersebut itu, perempuan asli Kota Malang tersebut mencoba untuk memproduksi kue secara konsisten.

Pada saat itu, Dite berpikiran untuk fokus memproduksi soft cookies karena pada tahun 2018 dulu, soft cookies masih belum sepopuler sekarang. Ide ini bermula karena dirinya sering mengikuti trend dunia bakery dan usaha kue unik yang ada di luar negeri.

Baca juga Membangun UKM Harus Pinter Dulu! Malang Good Works Podcast Episode 8

Setelah berhasil mendapatkan resep soft cookies yang pas, Dite mencoba untuk membagikan cookies tersebut ke teman-teman kuliahnya. “Awalnya ga niat jual, ya niat cuma ngasih aja karna uda janji sama diri sendiri dulu pengen bagi ke teman. Tapi kok anak-anak pas cobain pada upload di Instagram katanya enak, request suruh jual dst,” ujarnya.

Akhirnya, niat untuk berjualan soft cookies semakin besar. Sebelum memutuskan untuk berjualan, Dite mencoba untuk mencari nilai keunggulan soft cookies yang dibuatnya dengan para kompetitor.

Pada awal 2019, Ia mendapatkan pesan dari salah satu teman dari SMA yang ingin sekali makan soft cookies buatannya. Namun, temannya cerita bahwa Ia memiliki alergi terhadap susu sehingga tidak bisa mengonsumsi produk soft cookies buatan Dite.

Dari situ, Dite tertantang untuk membuat soft cookies yang bisa dinikmati oleh semua orang, termasuk bagi orang yang memiliki alergi susu. Akhirnya, terciptalah metode vegan baking. Berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan resep baru, Dite akhirnya berhasil mendapatkan satu resep soft cookies vegan yang pas dan lebih sehat.

Karena inovasinya tersebut, produk Delice by Dite saat ini sudah banyak diminati oleh masyarakat Malang. Produk soft cookiesnya bahkan telah dikirim ke berbagai kota di luar Malang. Dengan kesuksesannya tersebut, kini Dite mencoba mencari tim untuk membantu operasional bisnisnya agar Delice by Dite bisa lebih sukses kedepannya.

Penulis: Achmad Faridul Himam

Related Articles