Aplikasi Digital dan GameIndustri KreatifKabar KreatifOpini Kreatif

Inikah Dibalik Alasan Aplikasi Muslim Pro Menjual Data Para Penggunanya?

Indiekraf.com – Kasus pencurian data pribadi kembali terjadi di dunia digital. Kali ini, aplikasi Muslim Pro dikabarkan telah menjual data lokasi puluhan juta umat Islam di dunia ke Militer Amerika Serikat. Namun, mengapa mereka harus menjual data para penggunanya? Apa alasan dibalik itu semua?

Belum ada titik terang atas kebenaran kasus tersebut. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang kasus yang menimpa Muslim Pro, tim Indiekraf mencoba untuk menghubungi Didats Triadi, Founder sekaligus Developer dari aplikasi Quran Digital, Quranesia.

Saat diwawancarai oleh tim Indiekraf pada hari Rabu (18/11) kemarin, Didats membeberkan pendapatnya bahwa membuat aplikasi digital di sektor religi tidaklah mudah. Banyak hal yang harus di pertimbangkan secara logis dan moral. “Pada intinya, bikin aplikasi religi ini memang serba salah mas. Mau dibisniskan, kok ga etis, gak dibisniskan, pengeluaran selalu ada untuk minimal server,” ujarnya.

Baca juga Simak! Keunggulan Menggunakan Flutter Dalam Membuat Aplikasi

“Apalagi sekelas Muslim Pro. Punya karyawan yang butuh digaji. Pendapatan dari in-app purchase gak banyak-banyak amat untuk kelas mereka,” tambah Didats. Menurutnya, kasus tersebut terjadi akibat adanya sebuah provider yang menawarkan untuk bekerja sama. “Ada provider yang menawarkan uang dalam bentuk kerja sama pengambilan data. Kita sebagai developer cuma tinggal pasang SDK mereka, dan kita dibayar per aktif user. Ya mungkin mereka butuh duit cepat, dan kebetulan usernya sudah ratusan juta. Jadi ya gimana, masalahnya pihak provider ini menjual lagi datanya. Mungkin pihak muslim pro ga berniat jual ke mana-mana,” jelas Didats.

Tidak banyak yang bisa dilakukan oleh calon pengguna untuk melindungi data mereka. “Sebagai user posisinya agak lemah, karena hanya terima apa yang disediakan developer,” ujar Founder Quranesia tersebut. Namun, Didats menambahkan jika terdapat salah satu cara agar para developer atau perusahaan tidak menjual data pengguna mereka, yaitu dengan selalu mensupport mereka.

Baca juga Cara Software Quality Assurance Melakukan Testing Aplikasi

“Kalau misalnya nemu aplikasi favorit, pastikan bantu-bantu untuk beli apapun yang mereka jual dan bantu-bantu menyebarkan. Kasih semangat ke developernya buat terus update aplikasi dan kasih saran juga ikut membantu. Karena bikin aplikasi religi ini ga cukup modal semangat dan niat ibadah. Butuh ada duit untuk bayar server juga,” jelas Didats.

Melalui website resminya, Muslim Pro menyangkal semua tudingan media. “Laporan media yang mengatakan bahwa Muslim Pro telah menjual data pribadi penggunanya kepada Militer AS. Ini SALAH dan TIDAK BENAR. Muslim Pro berkomitmen untuk melindungi dan mengamankan privasi pengguna kami. Ini adalah masalah yang kami tangani dengan sangat serius,” tulis mereka.

Penulis: Achmad Faridul Himam

Referensi

[1] Heboh Perkara Muslim Pro, Kenapa Marak Kasus Jual Beli Data?

Tampilkan Selanjutnya

Artikel terkait

Back to top button