Digital KreatifIndustri KreatifKabar KreatifKuliner

Kemenperin: Industri Makanan Perlu Inovasi di Masa Pandemi

Indiekraf.com – Di masa pandemi seperti saat ini, pola hidup masyarakat pun berubah. Perubahan ini pun berdampak pada berbagai sektor, tak terkecuali sektor industri makanan. Kini pola konsumsi masyarakat setelah adanya pandemi pun berdampak besar pada industri makanan. Lalu, apa yang sekiranya perlu dilakukan oleh pelaku di bidang makanan saat ini?

 

Makanan Indonesia banyak disukai oleh warga Amerika (Photo by Felicia Buitenwerf on Unsplash)
Photo by Felicia Buitenwerf on Unsplash

 

Meski sedang mengalami pembatasan sosial yang diberikan Pemerintah, pelaku industri harus terus berinovasi. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) turut mendorong terutama untuk sektor industri makanan dan minuman agar bersiap diri menyambut perubahan pola konsumsi masyarakat. Kabarnya, pola konsumsi ini akan meningkat setelah adanya vaksin COVID-19. 

Diperkirakan, sektor yang terbilang strategis ini akan tumbuh di tahun 2021, mengingat produk makanan dan minuman termasuk dalam kebutuha utama. Abdul Rochim selaku  Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin mengatakan bahwa pandemi COVID-19 yang telah berlangsung hampir satu tahun lamanya sudah mengubah pola konsumsi masyarakat. Konsumen yang biasanya mungkin pergi berbelanja ke pasar, kini mengubah cara untuk memenuhi kebutuhannya dengan jasa pengiriman secara daring. 

 

“Sedangkan masyarakat yang terbiasa mengonsumsi makanan di restoran, lebih memilih untuk membungkus makanan atau memesan makanannya secara online,” ungkapnya pada Selasa (19/1).

 

Perubahan pola konsumsi ini juga menuntut sektor industri makanan dan minuman agar lebih aktif dalam berinovasi. Inovasi ini diharapkan bisa menghasilkan kemudahan untuk masyarakat agar bisa mengonsumsinya. Protokol kesehatan dan terjaganya kebersihan juga menjadi ‘PR’ penting untuk pelaku industri tersebut.  “Sektor yang paling dekat dengan masyarakat ini memang sudah seharusnya memanfaatkan teknologi guna memudahkan konsumennya,” ujar Rochim.

Baca Juga Pemkot Malang Jalin Kerjasama Dengan Gojek Untuk Perkuat Industri Kreatif Lokal

 

 

Tak hanya berdampak pada health awareness, perubahan ini juga bisa berdampak pada sistem pemasaran, logistik sampai produksi di industri tersebut. “Pemasaran yang sebelumnya dilakukan secara konvensional beralih menggunakan inovasi pemasaran online. Sedangkan, bidang logistik juga perlu dikenalkan dengan contactless logistic atau sistem yang mengurangi interaksi antarmanusia sehingga konsumen merasa aman,” tutur Rochim.

 Dengan adanya perubahan tersebut, Kemenperin telah mengusung konsep industri 4.0 dalam marketing secara online. Bidang produksi perlu diperkenalkan dengan teknologi pangan olahan dan diversifikasi produk seperti frozen food dan teknologi pengemasan lain yang membuat produk-produk lebih awet, dan juga produk-produk yang siap makan, yang tinggal dikirim dan bisa diolah lebih mudah di rumah.

Related Articles