Digital KreatifIndustri KreatifKabar KreatifKriyaPelaku Kreatif

Keren! Ada Toko Bunga yang Eco-Friendly di Indonesia

Indiekraf.com – Masyarakat Indonesia tampaknya sudah mulai menyadari beberapa dampak sampah atau limbah terhadap lingkungan. Hal itu dibuktikan dengan beberapa orang yang kini berusaha lebih eco friendly dalam kehidupannya sehari-hari. Tak hanya itu, bermunculan juga beberapa usaha yang sudah memperhatikan sisi lingkungan dalam produksinya. 

Salah satunya adalah Saskara Bloom. Siapa yang menyangka bahwa ternyata toko bunga juga bisa menerapkan eco-friendly? Konsep ini diusung oleh nya lantaran maraknya pencemaran lingkungan di Indonesia. Banyak nya limbah plastik membuat toko bunga ini menggunakan semua bahannya yang bersifat ramah lingkungan. Hal itu juga berarti mereka tak menggunakan plastik sama sekali selama proses pembuatannya.

Rizka, salah satu pemilik dari Saskara Bloom memberikan keterangannya. “Saskara itu toko bunga yang peduli bumi, jadi material yang kita pakai semua ramah lingkungan”, jelasnya. Bisnis ini berangkat dari ide Rizka dan ketiga temannya yang lain. Bermula dari iseng-iseng saja untuk mengisi waktu luang selama penghujung waktu kuliah, mereka memulai bisnis ini. Awalnya, mereka belajar merangkai bunga dengan mengikuti workshop.

Baca Juga 5 Pelaku Industri Kreatif Asli Indonesia yang Sukses di Amerika Serikat

“Awalnya, aku, Diera, Jeni, dan Rana, kami habis skripsi bingung mau ngapain. Sidang kan biasa kasih bunga, iseng, belajar merangkai bunga, kami ikut workshop.” ucap Rizka.  Setelah itu, mereka pun sepakat untuk membuat Saskara. Tentunya, mereka juga ingin ada hal berbeda dari Saskara dan mulai mencari sisi unik yang bisa mereka angkat. “Kepikiran eco-florist pas workshop. Kok banyak yang pakai plastik sekali pakai doang. Ujung-ujungnya dibuang. Kita mikir, kayak nya bisa deh pakai material yang eco-friendly,” lanjutnya.

Seiring berjalannya waktu mereka pun mengakui bahwa tak sedikit kesulitan yang harus dilalui selama proses membangun toko bunga ini. Dengan melalui proses trial and error, mereka perlahan mulai menemukan barang hingga metode yang tepat dengan konsep eco-friendly. “Susah ternyata jadi florist eco-friendly. Menjaga freshnya, nggak nampung air pakai plastik. Akhirnya pake telo bag, tapi telo bag gampang melebur. Jadi suka tiba-tiba bocor.” kata Rizka. Pada akhirnya, mereka mulai memahami bagaimana cara menjaga telo bag agar tak gampang hancur. 

Usaha ini sudah merek rilis dari akhir 2019 lalu, namun sepak terjangnya sudah harus diacungi jempol. Saskara Bloom kini menyediakan bunga untuk acara seperti wisuda, wedding, Valentine’s Day hingga untuk keperluan dekorasi yang simple

Related Articles