Acara KreatifIndustri KreatifKota Kreatif

LPM Display FILKOM UB, Dalami Jurnalistik Digital Kreatif

Indiekraf.com – Dunia kejurnalistikan terus berkembang dengan pesat, seiring dengan industri kreatif dan digital yang juga terus melaju kencang baik secara global maupun di Indonesia. Menyikapi hal ini, Lembaga Pers (LPM) Mahasiswa Display dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB) Malang menggelar upgrading jurnalistik bagi para anggotanya, bersama Chief Editor Indiekraf.com, Hino Kertapati, (27/11/22).

Dalam pemaparannya Hino Kertapati menyampaikan, bahwa saat ini jurnalistik terus berkembang, seperti ke arah digital dan kreatif. Bukan hanya berkembang pada jalur media alternatif dan bawah tanah, namun jurnalisme kreatif juga telah banyak diterapkan media arus utama.

“Seperti kita lihat, bagaimana saat ini banyak media arus utama yang dahulu konvensional, kini telah masuk ke ranah kreatif. Hal ini terlihat dalam penggunaan infografis, videografis dan storytelling oleh mereka dalam penyampaian nya di berbagai media sosial, seperti halnya TikTok yang tengah booming,” jelas Hino, di  hadapan 20an peserta upgrading skill.

Menurut Hino, beralihnya media arus utama ke arah kreatif dan digital, tidak lepas dari pengaruh perkembangan zaman dan bagaimana pasar anak muda yang kini lebih banyak berada di dunia kreatif digital.

sumber foto: LPM Display

“Tentu sebagai media, kita tidak bisa terus berada di ranah konvensional, padahal audiens dan pasar kini tengah besar ada di generasi Z. Hal ini yang mendorong media arus utama untuk bisa mulai beralih ke jurnalistik digital dan kreatif seperti sekarang,” urai pria yang juga pengurus di IJTI  Korda Malang Raya tersebut.

Meskipun dunia media kini memasuki era kreativitas dan digital yang berpotensi memberikan kebebasan lebih luas, Hino mengingatkan kepada rekan – rekan di Display agar tetap bisa berpegang teguh kepada Kode Etik Jurnailistik (KEJ), sebagai ‘pegangan’ Jurnalis di Tanah Air.

Baca Juga:

“Berkembangnya jurnalistik digital dan kreatif juga akan membuka kebebasan yang lebih absolut. Oleh karena itu, jangan sampai kita melupakan KEJ, juga nilai berita serta halnya 5W+1H, dan cover booth side sebagai syarat karya kita dinilai sebagai produk jurnalistik yang ideal,” lanjutnya.

Selain pemaparan materi dan diskusi, event bersama LPM Display kali ini juga diisi dengan praktek langsung pembuatan berita. Dimana para peserta dibagi menjadi beberapa kelompok, serta akan langsung menulis berita dengan studi kasus yang ada, dan langsung dinilai oleh Hino.

Harapannya, dengan upgrading ini, para awak media di LPM Display akan semakin dalam dan luas wawasannya, khususnya berkaitan dengan pemberitaan yang kreatif dan tetap berimbang.

Related Articles