FesyenIndustri KreatifMbois MediaPelaku Kreatif

Ninik Niarti, Bertekad Bawa Batik Malangan Menuju Pentas Dunia

Indiekraf.com – Wiwik Niarti adalah seorang seniman batik yang berhasil mengembangkan desain batik khas Malang. Ia ingin mengenalkan budaya lokal agar dapat dikenal oleh seluruh masyarakat. Melalui kerja kerasnya, karya batik malangan telah mampu merambah pasar luar negeri.

Namun, kesuksesanya tersebut tidak didapatkanya secara mudah. Wiwik memulai ketertarikannya kepada batik pada tahun 2009. Saat itu, Ia mengikuti pelatihan membuat batik yang diselenggarakan di lingkungan rumahnya di Blimbing. Namun ternyata, pelatihan itu tak berlangsung lama dan harus berakhir ditengah jalan.

Baca juga Rilisan Artikel Tas Louis Vuitton Terbaru Mirip Batik, Benarkah?

Dikutip dari suryamalang.tribunnews.com, Ia mengatakan alasan berhentinya pelatihan itu akibat beberapa masyarakat disana tidak begitu tertarik untuk mengikuti pelatihan tersebut.

“Apalagi kebanyakan warga di sini bergerak di bidang kuliner dan pertokoan. Mungkin itulah yang menjadi dasar kegiatan pelatihan itu tidak bisa berjalan lama,” ujar Wiwik.

Tak putus asa, Ia melanjutkan belajar batik secara otodidak hingga ke Yogyakarta dan Solo. Kemudian, pada tahun 2010, Ia memulai bisnis batiknya yang diberi nama Batik Blimbing Malang dengan bermodalkan uang senilai 200 ribu rupiah. Meski mulai berkembang dan telah memiliki beberapa karyawan, Wiwik mengaku bahwa pada awalnya usahanya terus merugi.

“Waktu itu kain batik kami jual seharga Rp 175-225 Ribu. Per bulan kami biasanya laku satu sampai dua batik saja. Awalnya memang kami banyak rugi. Karena kami juga harus membayar karyawan kami,” ucapnya.

Baca juga Mau Sukses di Industri Kreatif Fesyen? Jangan Sampai Lewatkan 4 Tips Keren Ini

Wiwik yang juga berprofesi sebagai guru di SMK 4 Malang tersebut mulai mencoba berusaha untuk terus mengembangkan Batik Blimbing Malang miliknya. Ia mendatangi Dinas Koperasi dan UMKM dan Dinas Perindustrian Kota Malang untuk mengenalkan batik buatanya. Melalui pertemuan tersebut, Ia berhasil mengikuti pameran batik perdananya di tahun 2011.

Hasil kerja kerasnya mengembangkan batik malangan ternyata berbuah manis. Pada tahun 2012, Wiwik berhasil mendapatkan penghargaan sebagai instruktur batik dari Dinas Ketenagakerjaan dan Sosial Kota Malang. Mulai dari situ, saat ini Ia kerap mengikuti pameran dan memberikan pelatihan membatik kepada masyarakat dan ke institusi pendidikan.

“Batik Blimbing Malang mulai dikenal pada tahun 2013. Usaha ini kami jalankan pelan-pelan hingga saat ini kami memiliki galeri dan home industri,” ujarnya.

Usaha batiknya saat ini mampu memproduksi sekitar 20 kain batik dan mampu mendapatkan omzet hingga 10 juta rupiah setiap bulanya. Produk batik yang diproduksi oleh Batik Blimbing Malang telah dipasarkan ke seluruh Indonesia hingga pasar luar negeri seperti Singapura dan Malaysia.

Penulis: Achmad Faridul Himam

Referensi

[1] UMKM Batik Blimbing Malang Fokus Kembangkan Budaya Lokal Malangan Melalui Batik Tulis

Tampilkan Selanjutnya

Artikel terkait

Back to top button