Industri KreatifKabar Kreatif

Sandiaga Uno: Fenomena SCBD Kode Ekonomi Kreatif Masih Punya Peluang Luar Biasa

Indiekraf.com – Bisa kembali normalnya sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) akibat badai Covid-19 menjadi tanggung jawab semua pemangku kebijakan di Indonesia.

Khususnya peluang terciptanya lapangan pekerjaan dan peluang usaha, yang kini menjadi kebutuhan banyak lapisan masyarakat. Hal tersebutlah yang menjadi bahasan utama dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, ketika melaksanakan tinjauan Kelana Nusantara di Semarang, Sabtu (16/07).

Seperti dilansir dari Republika.co, dalam kesempatan tersebut Sandiaga Uno mengaku pihaknya mendapatkan banyak masukan, keluhan dan curhatan, dari para pelaku parekraf.

Dari obrolan yang dilakukan bersama para pelaku ekraf tersebut, diambil satu kesimpulan, bahwa mereka membutuhkan media untuk bisa menangkap keluhan dan memberikan informasi serta jejaring terkait dengan beragam permasalahn yang dihadapi.

“Mulai dari informasi yang sangat simpel, seperti informasi tentang event-event yang sudah dan akan dirancang Kota Semarang sampai terhadap kegiatan kolaborasi yang ingin kita hadirkan dalam beberapa tahun ke depan,” ungkap Sandiaga Uno.

Oleh karena itu, kerja sama seluruh pihak Diungkapkan Sandiaga Uno sangat dibutuhkan.  Hal ini mengingat, pihaknya menargetkan penciptaan lapangan kerja baru sebanyak 1,1 juta lapangan kerja pada 2022 dan sebanyak 3,4 juta lapangan kerja baru pada 2024.

“Pengalaman saya sebagai seorang chief economy officer merasa bahwa kita harus bergandengan tangan dan pemerintahan Pak Jokowi selama beberapa tahun ini Alhamdulillah sudah mencapai kemajuan luar biasa,” ungkap Sandiaga Uno.

“Tapi masih banyak teman-teman kita yang belum mendapatkan penghasilan, pekerjaan dan juga dengan adanya ancaman inflasi, harga-harga yang semakin meningkat kita harus mampu untuk menghadirkan sesuatu solusi yang konkret-yang bisa dirasakan masyarakat,” tambahnya.

Dalam hal ini Sandiaga juga menyoroti fenomena anak – anak Sudirman Citayam Bojonggede Depok (SCBD) di kawasan Dukuh Atas, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Kegiatan yang baru – baru ini viral, ini disebutkannya adalah bukti masih besarnya peluang usaha dalam sektor ekonomi kreatif.

SIMAK YUK YANG INI: 

Giat anak muda yang kini beranjak jadi peragaan busana di jalanan (fashion on the street) tersebut, ia nilai akan mampu menjadi penggerak roda perekonomian.

Sejurus dengan hal tersebut, menurutnya ajang fashion show dapat digelar di Kota Lama Semarang. Dengan begitu, para pelaku ekonomi kreatif dari kota lain, seperti Wonosobo, Grobogan, Tegal atau lainnya bisa bergabung dalam satu pagelaran.

“Sudah disampaikan dan kami akan mendukung, karena kami yakin kalau Paris punya fashion week, kalau New York punya fashion week, Semarang ini suatu kota kebanggaan yang mempunyai ikonik yang kita miliki, yang harus juga mempunyai fashion week yang mengakomodasi para pelaku ekonomi kreatif, khususnya bidang fashion di seluruh wilayah Indonesia,” ujarnya bersemangat.

Related Articles