Industri KreatifKreatif TourismWisata Kreatif

Taman Mini Tutup Total Sementara, Kenapa?

Indiekraf.com – Belakangan beredar kabar bahwa Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur terpaksa harus tutu total. Untuk sementara waktu, TMII harus menutup layanan wisatanya. Hal itu bersamaan juga dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah DKI Jakarta.

Perihal berita tersebut, Kabag Humas TMII Sahda Silalahi memberikan keterangan resmi. Pihaknya mengambil keputusan ditutup sementaranya TMII berdasarkan kesepakatan oleh jajaran direksi. Pihaknya telah melakukan rangkaian pembahasan tersebut sejak minggu lalu. Tadinya, pengelola TMII mengambil keputusan untuk tetap membuka tempat wisata di Jakarta Timur ini. Hal itu karena rencananya pengelola TMII memperbolehkan layanan tempatnya digunakan untuk kegiatan berolahraga.

Baca Juga Heboh! Shopee Depak Pedagang Uang Kertas Rp 75 Ribu di Lapaknya, Kenapa?

Sahda menjelaskan bahwa rencana tersebut dicanangkan karena banyak pertimbangan dari warga. Selama pandemi COVID 19, warag dirasa tetap ingin berolahraga di tempat tersebut dalam rangka menjaga kesehatan mereka. Akan tetapi, Senin (14/9), kebijakan tersebut diubah oleh pihak pengurus TMII. Direksi memutuskan untuk menutup total seluruh pelayanan hingga wahana dalam kawasan wisata ini. Hal itu juga menyesuaikan Peraturan Gubernur DKI Nomor 88 Tahun 2020 tentang PSBB.

“Siang tadi ada perubahan, akhirnya diputuskan bahwa TMII tutup selama PSBB,” terang Sahda. Selain itu, Manajer Informasi Budaya dan Wisata TMII, Diah Tri Irawati juga memberikan keterangannya. “Dua pekan (penutupan operasional) sesuai aturan PSBB,” jelasnya. Hal itu berarti TMII akan mengalami tutup operasional mulai tanggal 14 sampai dengan 27 September 2020 mendatang.

Baca Juga Dior Terpaksa Tutup Gerai di Indonesia Karena COVID-19

Sebelumnya, saat masa PSBB transisi operasional TMII hanya menerima 50 persen jumlah pengunjung dari total kunjungan wisatawan. Jika dalam kondisi normal, pengunjung lokasi wisata ini mencapai 20 ribu orang per harinya. Karena ditutupnya lokasi wisata ini, Diah memperkirakan akan timbul dampak kerugian secara materiil bagi perusahaannya. “Belum dihitung kerugiannya, apalagi TMII ini kan tidak disubsidi pemerintah, melainkan dikelola secara mandiri,” tambahnya. 

Tampilkan Selanjutnya

Artikel terkait

Back to top button