Tips Kreatif

Tips Membangun Content Marketing untuk Enterprise

Enterprise butuh marketing-plan yang terukur, dapat dicapai. Berikut ini tips & trik dari Indiekraf x cmlabs untuk memiliki Content Marketing yang tepat.

Indiekraf.com | Melalui label startup, berbagai produk diluncurkan oleh sekelompok pelajar, mahasiswa hingga profesional. Pada tahap perencanaan, suatu produk akan melewati fase sketsa, revisi, development, hingga uji coba. Tujuan produk pun bervariasi, untuk menjual barang, layanan pengiriman atau logistik, media daring, analisa data dan otomasi laporan, piranti lunak, pengembangan website, dan lain-lain.

Untuk sampai pada tahap ini, seorang manajer produk berperan penting mengatur dan menyelesaikan jalannya proyek. Lalu bagaimana dengan fase berikutnya? Yakni marketing atau pemasaran.

Tentu saja kita akan sepakat jika industri kreatif berkembang lebih agresif dari pada perkembangan sebuah produk. Hal ini disebabkan oleh fase development keduanya jelas berbeda. Industri kreatif secara dominan akan lebih cepat dibuat dari pada satu piranti lunak.

Oleh sebab itu, bagi produk dengan kapital lebih kuat serta memiliki tim pemasaran yang hebat menjadi penting untuk mendapatkan kunjungan dari pengguna. Sederhananya, sebuah tulisan yang bagus tidaklah cukup jika tidak ada yang membacanya.

Melalui kerjasama Indiekraf dan Content Marketing Labs atau yang kita kenal cmlabs, kami membuat rekomendasi bagaimana sebuah konten marketing pada skala enterprise dapat membantu startup memiliki rencana pemasaran konten (Content Marketing) yang jelas dan terukur.

Fase 1, Tentukan Target Users

Seorang manajer produk, pada fase initial planning, bisa dipastikan telah menentukan siapa calon pengguna piranti lunak yang akan dibuat.

Informasi tersebut harus diberikan kepada tim pemasaran untuk digunakan sebagai users clusterization. Informasi pengguna ini memiliki semua yang dibutuhkan oleh marketing manager.

Pada tahap lanjut, persona ini dapat membantu rencana pemasaran dibagi ke berbagai tema dan waktu pemasaran. Sebagai contoh, iklan yang ditargetkan untuk ibu rumah tangga jelas berbeda dengan mereka dengan posisi sebagai manajer pada perusahaan. Bahkan waktu tayang iklan akan berbeda satu sama lain.

Fase 2, Pembuatan Konten

Seorang penulis konten mungkin mampu membuat 3 hingga 5 konten setiap hari. Sebut saja rata-rata 300-500 kata per artikel. Namun bagaimana dengan rencana konten, membuat hubungan konten dengan campaign, target online publisher, waktu tayang yang tepat, dan proyeksi kunjungan organik?

Untuk menjawab lima pertanyaan dasar di atas saja, kita membutuhkan seorang penulis konten di level senior. Bahkan waktu yang dibutuhkan tidak sebentar. Rata-rata 1 hingga 2 hari, tanpa gangguan di timeline pekerjaannya.

Kami menyarankan untuk menggunakan jasa penulis profesional atau jasa SEO tingkat lanjut dari berbagai perusahaan dalam industri digital marketing di Indonesia, yakni seperti cmlabs. Membawa label labs pada nama merek, perusahaan ini tentu telah membuat komitmen untuk selalu satu langkah lebih baik daripada yang lain. Bahkan yang lebih penting adalah mendalami campaign yang akan dijalankan dan memberikan rencana terukur serta dapat dicapai.

Fase 3, Pilih Online Publisher “Yang Relevan”

Pada tahap ini, seorang penulis konten di level senior hingga manajer, mungkin tidak bisa menjawab dengan baik dan mendekati akurat. Membutuhkan jam terbang tinggi dan panjang untuk membuat justifikasi pada topik pemilihan online publisher atau yang sering kita sebut media online.

Kita mengenal merek-merek besar di negara ini, seperti Kompas, Tempo, Detikcom, Liputan6, hingga Jakarta Post. Pertanyaannya sederhana, jika anda adalah marketing manajer dari sebuah perusahaan jasa internet, lalu media apa yang tepat untuk campaign tersebut?

Dalam level enterprise, seorang manajer pemasaran harus bisa memilih media yang tepat, yang telah disesuaikan dengan anggaran pemasaran, serta memiliki proyeksi yang terukur dan persentase akan tercapainya target yang ditetapkan.

Pada level ini kami juga menyarankan untuk menggunakan jasa Media Placement. Layanan ini juga telah tersedia di cmlabs atau Content Marketing Labs. Silahkan pelajari lebih lanjut melalui website https://cmlabs.co

Fase 4, Terbitkan pada Waktu yang Tepat

Umumnya media / online publisher dibaca pada pagi hari dan sore hari. Itu adalah saat berangkat kerja dan pulang kerja. Setidaknya itu adalah studi yang telah dipelajari oleh cmlabs.

Namun apakah itu adalah waktu yang telat untuk semua campaign marketing?

Jawabannya tentu saja tidak. Anda membutuhkan data, analisa mendalam, serta uji coba yang panjang dan mahal. Beberapa hal yang dapat anda lakukan adalah melakukan uji coba jam tayang, lalu dapatkan artikel dengan performa terbaik. Lakukan secara teratur dengan waktu yang berbeda-beda.

Jika aktivitas ini dilakukan dengan rutin dan dicatat dengan apik, maka anda akan memiliki catatan waktu yang ideal.

Fase 5, Lakukan Optimasi Untuk User di Search Engine

Topik yang paling seksi dan sering sekali dilewatkan oleh manajer marketing, junior hingga senior. SEO atau Search Engine Optimization adalah cara untuk mengoptimalkan konten agar dapat muncul di mesin pencari sesuai dengan keyword yang ditargetkan.

Ini adalah salah satu pekerjaan yang melelahkan, mengingat metriks yang banyak dengan situasi dan persaingan pasar setiap keyword akan berpengaruh kepada intensitas pekerjaan optimasi itu sendiri.

Kami sarankan anda untuk membaca lebih dalam mengenai tujuan dan dasar-dasar optimasi yang diperlukan. Setelah itu, dengan sendirinya anda akan belajar pada level berikutnya setelah menemukan satu kasus yang menuntut anda belajar lebih jauh tentang SEO. Sekali lagi ini adalah pekerjaan yang panjang dan melelahkan.

Anda dapat berkonsultasi kepada perusahaan jasa SEO profesional di Indonesia.

Fase 6, Monitor dan Lacak Aktivitas Users di Publisher, Halaman Web, dan Search Engine

Selamat anda berhasil sampai pada tahap 6, artinya dan telah lebih jauh mengenal digital marketing hingga salah satu bidang paling sulit di sini, yakni SEO.

Pekerjaan anda berikutnya lebih ringan. Yang anda butuhkan adalah meminta web-developer memasang kode pelacakan aktivitas users di mesin pencari dan di dalam website anda sendiri.

Setelah anda pastikan semua terpasang dengan benar, maka silahkan pantau aktivitas pengguna melalui dashboard yang anda miliki. Umumnya pada tahap ini anda harus memiliki Google Analytics, Google Search Console, Bing Webmaster, hingga Keyword Tracker.

Fase 7, Dapatkan Rekomendasi dari Setiap Campaign yang Dilakukan

Melalui laporan dari cmlabs, untuk fase 7 ini – mereka masih menemukan di mana seorang manajer pemasaran senior tidak memiliki catatan dan pelacakan data dengan baik (berkaitan dengan fase 6). Sehingga rekomendasi yang dihasilkan juga jauh dari akurat.

Untuk menghindari kondisi tersebut, pastikan anda telah melakukan langkah-langkah yang kami sarankan di atas. Dengan demikian semua akan lebih mudah pada akhirnya.

Terakhir, buatlah rencana pemasaran anda. Selalu memiliki tujuan, persona pengguna, pelacakan, hingga aktivitas monitoring.

Rochman Ma’arif
Content Marketing Labs

in Collaboration with @indiekraf

Baca Juga :

Tag
Tampilkan Selanjutnya

Artikel terkait

Back to top button
Close
Close