Industri KreatifInsightKabar Kreatif

Bikin Penasaran! Ternyata Seperti Ini Proses Pembuatan Uang di Indonesia

Indiekraf.com – Pada perayaan hari kemerdekaan Indonesia yang ke 75 tahun, Bank Indonesia menerbitkan uang kertas baru dengan nomimal 75 ribu rupiah. Sebelumnya, Bank Indonesia juga telah menerbitkan uang rupiah khusus untuk merayakan hari kemerdekaan Indonesia, yakni pada tahun 1970 dan pada 1995.

Pembuatan uang di Indonesia ternyata memerlukan proses yang panjang. Uang kertas yang dicetak harus sesuai dengan spesifikasi dan kualitas yang baik. Oleh karena itu, diperlukan banyak proses untuk membuatnya.

Baca juga Ini 5 Komunitas Kreatif Penuh Inspirasi di Indonesia

Perusahaan yang bisa mencetak uang di Indonesia adalah Peruri. Perusahaan yang terletak di daerah Karawang ini adalah satu-satunya perusahaan yang boleh mencetak uang rupiah. Peruri didirikan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 1971. BUMN ini merupakan hasil peleburan (merger) antara Perusahaan Negara (PN) Arta Yasa dengan PN Pertjetakan Kebayoran.

Sesuai dengan PP 60 Tahun 1971 Pasal 3, dinyatakan bahwa tujuan dan lapangan usaha Peruri adalah mencetak uang kertas dan uang logam untuk Bank Indonesia (BI). Selain itu, Peruri juga mencetak surat-surat berharga serta membuat barang-barang logam lainnya untuk pemerintah, BI, Lembaga-lembaga Negara dan umum.

Dikutip dari detik.com, Kepala Divisi Produksi Uang Peruri menjelaskan bahwa pembuatan uang kertas dimulai dengan proses engraving. Proses ini adalah mencangkup pembuatan desain dan gambar baku dari uang yang akan dicetak.

Proses pembuatan desain pada engraving membutuhkan waktu yang cukup lama, sekitar 2 – 3 bulan. Hal ini dikarenakan gambar yang dibuat bukanlah sembarang gambar. Selain itu, proses ini juga dilakukan dengan rekomendasi gambar yang diberikan oleh Bank Indonesia.

Setelah proses engraving selesai, selanjutnya akan dilakukan proses Offset Printing, yaitu proses mencetak gambar di kedua sisi uang kertas. Selanjutnya, dilakukan proses intaglio printing, yaitu proses penyempurnaan uang untuk mencetak warna hologram pada uang.

Baca juga Bukan Rolex! Tapi 5 Jam Tangan Buatan Indonesia Ini Tak Kalah Mewahnya

Proses selanjutnya adalah penyimpanan dan inspeksi. Pada tahapan ini akan dilakukan penyortiran uang mana yang layak untuk diedarkan dan yang tidak layak. Uang yang tidak layak edar adalah uang yang memiliki cacat seperti warna tidak sempurna, adanya lipatan, atau tinta tidak rata. Uang tersebut akan ditandai dan dibolongi agar tidak beredar.

Selanjutnya, dilakukan proses numbering, yaitu pemberian nomor seri pada uang yang telah dicetak dan dilakukan inspeksi kembali. Kemudian, dilanjutkan dengan proses pemotongan. Hal ini dikarenakan seluruh proses yang dilakukan diatas masih berupa lembaran besar atau disebut dengan bilyet.

Proses terakhir yaitu manual finishing dan packaging. Seluruh uang yang sudah dicetak kemudian akan langsung dikirim ke Bank Indonesia, termasuk uang yang gagal produksi atau cacat.

Penulis : Achmad Faridul Himam

Referensi

[1] Ini Proses Pembuatan Uang Kertas di Pabrik Peruri

[2] Sejarah Perusahaan Peruri

Tampilkan Selanjutnya

Artikel terkait

Back to top button