Industri KreatifKulinerPelaku Kreatif

Chocoletters: Terima kasih, Willy Wonka!

Cerita Chocoletters harus berjuang melawan Anxiety Disorder dengan mewujudkan mimpi masa kecilnya; usaha cokelat.

Indiekraf.com – Terima kasih, Willy Wonka! Mungkin itu yang harus dikatakan Dian, Owner Chocoletters karena membuatnya seperti sekarang. Willy Wonka sendiri kita kenal sebagai karakter fiksi dalam film Willy Wonka & the Chocolate Factory yang juga diangkat dari buku dengan judul sama karya Roald Dahl.

Cita-cita Dian adalah punya pabrik seperti Willy Wonka. Namun ternyata cita-cita masa kecil itu yang juga membantu Dian untuk bangkit dari anxiety disorder dan depresi yang dialaminya.

Salah satu cerita yang menarik bagi penulis. Selama ini anggapan penulis bahwa apa yang dilakukan para Expert adalah apa yang mereka cintai. Ternyata, nggak cuma itu. Bagi beberapa Expert, berkarya adalah cara mereka untuk bangkit dari situasi sulit atau masa-masa kelam yang sedang dilalui. Bisa dibilang Moselo pun bangga memiliki mereka saat ini.

Products by Chocoletters
Products by Chocoletters

Nggak sampai di situ, Dian ingin terus terbang sejauh mungkin. Salah satunya dengan mengikuti program pengembangan kapasitas bisnis yaitu CiptaNyata. Di sini, Dian belajar banyak mengenai bisnis. Tertanda, dirinya nggak mau sekadar “ada” tapi juga punya nilai.

Kali ini, Moselo punya kesempatan untuk mewawancarainya. Mendengar semua ceritanya soal bisnis yang dirintis sekarang, hingga tanggapannya mengenai strategi bisnis yang tepat saat dalam situasi COVID-19 ini. Yuk, baca wawancara lengkapnya!

Penasaran deh, kenapa yakin ngejalanin bisnis cokelat ini?

Chocoletters ini aku anggap bukan sekadar bisnis, tapi impian aku, cita cita aku, bahkan hidup aku. Kenapa? Karena Chocoletters yang menjadi pijakan aku saat aku terpuruk dan sekarang bisa bangkit. Dulu aku sampai memblok diri, gamau ketemu sama siapapun, kerjaan cuma di rumah ga ngapa-ngapain. Setelah ada Chocoletters, perlahan aku bangkit dan bisa lebih pede lagi sekarang.

Kok bisa gitu?

“Pertengahan 2017 itu tahun terberat aku karena aku ternyata punya penyakit mental yg masih berjuang sampai sekarang.” — Dian, Owner Chocoletters

Dulu itu aku terkena anxiety disorder dan sekarang naik level jadi depresi berat dengan ciri psikostik. Singkatnya dulu rasanya mulai gelisah.

Pertanyaan macam siapa sih gue

Mau apa sih gue di dunia ini?

Tujuan idup gue tuh apa? Bener bener bikin frustasi.

Lalu ga sengaja baca diary zaman SD, dulu punya cita-cita punya pabrik cokelat seperti Willy Wonka and the Chocolate Factory. Terbesit di pikiran kenapa ga aku wujudkan aja mimpi masa kecil ini. Awalnya sih buat-buat cokelat hanya sebagai stress reliever aja, lalu kepikiran untuk dijualin.

Mulai akhirnya jual produk cokelat ke warung-warung dengan modal hanya 50ribu. Terus kepikiran lagi kenapa ga jual lewat online, dari customer online pertama. Dia kasih testimoni senang dapat cokelat sebagai kado hadiahnya. Nah, dari situ mulai ngerasa puas sekali setiap liat orang orang berbagi momen bahagianya dengan Chocoletters.

Cokelat kan identik dengan romantis, selain pesan itu apakah ada pesan lain yang mau disampaikan buat customer yang order produk kamu?

Saya ingin semua orang bisa merasakan bahagia di setiap momen yang ada.

“Selain itu Chocoletters merangkul mereka yang kesepian, patah hati, rapuh untuk bisa merasakan manisnya kehidupan.”

Products by Chocoletters
Products by Chocoletters

Sedikit yang mereka tahu bahwa manisnya cokelat yang mereka makan tumbuh tepat di hati mereka, mengubah nelangsa menjadi senyum yang menenangkan jiwa. Sesuai tagline kami “share happiness with us, healthy chocolate, healthy mind.”

Kok bisa kepikiran bikin cokelat dengan ingredient yang sehat (seperti Spring Bloom Blossom yang udah pernah direview saat MOPICK)?

Awalnya karena ironi melihat mahalnya cokelat premium dan beredarnya cokelat berkualitas rendah. Indonesia itu negeri berlimpah cacao. Berawal dari hal tersebut, saya terpikir untuk membuat olahan cokelat yang dikombinasikan dengan kacang kacangan dan buah buahan sehingga bisa menambah nilai gizi produk kami.

Dapat resepnya dari mana?

Untuk resep, semuanya berasal otodidak belajar dari Youtube, buku, dll. Dan selalu trial error saat ingin membuat produk baru, serta dilihat pula uji organoleptiknya sebelum launch produk baru.

Biasanya permintaan apa sih yang paling ribet dari konsumen?

Permintaan yang paling ribet itu biasanya datang dari orderan cokelat sekat karena bisa custom huruf, cokelat karakternya. Pernah ada customer yang ingin order untuk dijadikan gift saat melamar pacarnya.

Product by Chocoletters
Product by Chocoletters

Lalu dia minta untuk hurufnya diacak acak sehingga ga ketauan tulisannya, jd nanti pacarnya yang nyusun hurufnya sampai benar. Selain itu, dia jg minta untuk menyisipkan cincin di produk chocoletters.

Kemarin sempat ikut Cipta Nyata ya, bisa ceritain itu kompetisi apa?

CiptaNyata merupakan sebuah program pengembangan kapasitas bisnis — mulai dari UMKM hingga Start-up — bagi masyarakat Indonesia yang sedang merintis usaha bisnisnya atau memiliki ide dan minat kewirausahaan yang tinggi.

Bersamaan dengan total hadiah puluhan juta rupiah, pemenang juga akan mendapatkan pengarahan secara langsung dari para ahli bidang. Setiap bulannya, CiptaNyata akan membuka kesempatan baru kepada para wirausahawan Indonesia untuk mendaftarkan ide atau bisnisnya, sesuai dengan tema yang ditentukan.

Jadi setiap yang mau submit, harus membuat video pitching bisnis dan proposal yang didalamnya tercantum business modeling canvas.

Benefit apa yang kamu dapatkan dari ikut Cipta Nyata tersebut?

Dana hibah sebesar 20jt dan mentoring dari Tissa Aunilla Founder Pipiltin Chocolate.

Dari semua yang kamu lakuin, apa yang paling sulit dari menjalani bisnis seperti ini?

Konsistensi dam multitasking, apalagi saya full entrepreneur dan segalanya dilakukan sendiri dan dibantu oleh keluarga yg sifatnya sukarela. Saya harus konsisten perihal trial produk atau pengembangan produk, marketing baik, social media marketing maupun direct marketing, dll.

Products by Chocoletters
Products by Chocoletters

Menurutmu apa strategi yang paling tepat untuk berjualan di saat kondisi lagi seperti ini (kondisi COVID-19)?

Small bussiness memang susah berjalan di waktu sulit seperti ini, termasuk Chocoletters. Strategi yang saya lakukan adalah dengan lebih aktif lagi di media sosial, karena pasti calon customer jg lebih aktif di media sosial ketimbang hari-hari biasanya.

Hal tersebut bisa dipakai sebagai cara untuk lebih interaktif dengan followersnya, serta buat semacam permainan atau template di Instagram. Setidaknya marketing kita tetap jalan, dari situ kemungkinan untuk selling pasti ada.

Inovasi selanjutnya?

Inovasi selanjutnya yang akan saya lakukan adalah membuat produk premium, dan berkolaborasi dengan salah satu brand.

Pesan kamu untuk teman-teman yang lagi bikin usaha yang sama?

Pesan untuk UMKM lainnya, lebih kreatif saja dalam berbisnis. Rintangan, halangan, dan keterbatasan pasti selalu ada. Tapi hal tersebut bisa dijadikan tantangan dan kita harus bisa putar otak supaya tantangan tersebut menjadi pencapaian.

Selain itu, selalu buat planning, sehingga jika plan A gagal, kita bisa evaluasi dan ganti dengan plan B, begitu seterusnya. Semangat, kita semua pasti bisa!

Itu dia sedikit cerita dari Expert Chocoletters. Selain bisa bangkit dari masa kelam anxiety disorder yang dideritanya, kini Chocoletters juga makin fokus ngembangin bisnis cokelatnya dengan ikut berbagai pelatihan atau terus mencari ilmu soal bisnis. Kamu juga harus seperti itu.

Dan ingat, apapun mimpi kamu saat kecil itu bisa jadi pengantar kamu di masa depan. Jadi, jangan remehkan cita-cita saat kecil ya, seperti yang dialami oleh Chocoletters ini. Untuk order produk Chocoletters, cek aplikasi Moselo kamu sekarang atau melalui website moselo.com/chocoletters.

Penulis: Dessy Silitonga | Moselo

Baca juga

Related Articles