Acara Kreatif

MAFINDO Malang dan UMM Menyelenggarakan Sekolah Kebangsaan untuk Pemilih Cerdas

Indiekraf.com – Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) Wilayah Malang bekerjasama dengan Program Studi Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Malang menyelenggarakan Sekolah Kebangsaan Tular Nalar 2022 pada Rabu, 14 Desember 2022. Sekolah Kebangsaan mengajak anak muda belajar mengenai makna Pemilu dan demokrasi serta peran penting pemilih pemula.

Selain itu, di era digital terjadi tsunami informasi sehingga warganet harus cerdas memilih dan memilah informasi. Sekolah Kebangsaan diselenggarakan di 37 Provinsi menjangkau 61.500 anak muda dan 310.500 lansia. “Sekolah kebangsaan mengajak anak muda untuk berpikir kritis dalam memilih calon pemimpin. Serta membekali tools periksa fakta,” kata Koordinator MAFINDO Wilayah Malang, Anandito Birowo.

MAFINDO, katanya, juga hadir untuk menciptakan imunitas serbuan hoaks. Lantaran hoaks politik, kesehatan dan agama menjadi hoaks terbanyak yang berkelindan di dunia maya. MAFINDO mendorong pemanfaatan media sosial secara positif. Mendorong peserta Sekolah Kebangsaan menjadi agen literasi digital.

Perjalanan Tular Nalar dimulai sejak 2020, awalnya merupakan kerja sama konsorsium MAFINDO dengan Maarif Institute dan Love Frankie. Selain Sekolah Kebangsaan,
Anandito Birowo menjelaskan MAFINDO Wilayah Malang telah menyelenggarakan Tular Nalar Edukasi Guru dan Tular Nalar Lansia Cakap Digital.

Setelah penyelenggaraan Sekolah Kebangsaan dan Akademi Digital, juga akan diadakan berbagai macam festival dan lomba.

MAFINDO juga telah menjalin kolaborasi dengan Siberkreasi, Koalisi Anti Persekusi dan Cekfakta.com

Kaprodi Ilmu Pemerintahan UMM Muhammad Kamil menuturkan, digitalisasi tak bisa ditolak. Di era digital informasi sampai ujung dunia bisa diakses, namun kadang lupa informasi di sekitar kita. “Jangan sampai jari kita lebih cepat daripada otak,” katanya.

Menurutnya, pemerintah telah menangani hoaks cukup lama. Tapi tingkat keberhasilannya rendah. Program Cakap Digital yang diselenggarakan Kementerian Informatika dan Komunikasi tak akan berhasil tanpa komitmen dari masyarakat.

“Semua elemen yang menggunakan gawai turut bertanggungjawab mewujudkan bangsa bermartabat. Tunjukkan Indonesia bangsa yang cerdas dan bermartabat,” katanya.

Baca Juga:

Ia berharap Sekolah Kebangsaan bisa mengimplementasi perilaku di media sosial. Sekaligus mewujudkan etiket bermedia sosial.

Wakil Dekan 1 UMM Najamuddin Khairur Rijal menuturkan, anak muda harus menjadi agen menangkal fitnah dan hoaks yang berseliweran. Internat menjadi kebutuhan namun seringkali informasi tidak benar dan fitnah.

“Sehingga sebagian terpapar informasi yang tidak benar atau hoaks,”katanya.
Ia berharap sekolah kebangsaan menjadi panduan anak muda untuk memilah dan memilih informasi.

Salah seorang peserta Sekolah Kebangsaan, Satria mengaku mendapat pengetahuan untuk memeriksa fakta. Memilah informasi hoaks atau fakta dengan menggunakan berbagai tools. “Sangat bermanfaat, dapat ilmu untuk menelusuri dan membedakan informasi hoaks atau fakta,” kata Satria.

Usai mengikuti Sekolah Kebangsaan, ia akan melakukan usaha turut menangkal hoaks dengan membuat konten positif di beragam platform media sosial yang dimiliki. Tujuannya, mengajak anak muda untuk membedakan hoaks atau fakta.

Sumber : Mafindo Malang Raya

Related Articles