Industri KreatifKuliner

Manfaatkan Lahan Sempit Di Rumah, Ibu Rumah Tangga Di Kota Malang Ternak Madu Klanceng Yang Hasilkan Banyak Khasiat

Indiekraf.com-Dengan memanfaatkan lahan sempit di atas rumah, seorang ibu rumah tangga bernama Zuli Kristanti yang tinggal di jalan Ikan Piranha atas selatan Kota Malang ini berhasil membudidayakan lebah madu klanceng atau dalam bahasa latinnya Trigona Laeviceps.

Tanti sapaan akrabnya mengatakan jika awalnya ia ingin membudidayakan lebah madu klanceng dikarenakan ingin merasakan sekaligus mendapatkan madu murni dari koloni lebah, apalagi budidaya lebah madu bisa dilakukan di lahan sempit di tengah perkotaan. Akhirnya dengan kesukaan dirinya menanam bunga serta tanaman lainnya ia kemudian memberanikan diri untuk membudidayakan madu klanceng.

“Awalnya saya ingin merasakan bagaimana menghasilkan madu murni, apalagi saya suka menanam tanaman seperti bunga, lombok dan tanaman lainnya. Dari situ ada simbiosis mutualisme yakni lebah bisa tetap produktif menghasilkan madu. Dan di rumah tengah kota seperti ini bisa menggunakan lebah trigona ini atau saya bisa menyebutnya lebah metropolitan ya karena tidak menyengat apalagi membahayakan warga sekitar,”kata yulia Kristanti peternak madu lebah Klanceng, Sabtu (22/01/22)

Melalui bambu-bambu yang dipotong dengan ukuran tertentu inilah, lebah madu ‘metropolitan’ menghasilkan madu klanceng yang sangat berkhasiat untuk menyembuhkan beberapa penyakit diabetes, asam urat, jantung, darah tinggi, selain itu juga mampu menguatkan daya tahan tubuh.

madu klanceng yang ada di dalam bambu hasil ternak di rumah milik Zuli Kristanti,

“Kalau madu klanceng itu khasisatnya untuk menyembuhkan penyakit dalam seperti asam urat, jantung, darah tinggi, diabetes sekaligus juga bisa meningkatkan daya tahan tubuh,”kata Tanti.

Peternakan lebah madu yang dibudidayakan oleh ibu satu anak ini biasanya panen dua bulan sekali jika musim bunga tiba, namun jika musim penghujan seperti ini masa panen lebah madu bisa lebih lama dari biasanya.

“Kalau pas musim bunga ya dua bulan sudah bisa panen, namun kalau pas musim hujan seperti ini biasanya panennya agak lam,”tambah ibu satu anak ini.

Baca juga:

Dari 10 bambu dan juga gentongan kecil yang ia miliki, mampu menghasilkan sebanyak 1 kilogram madu klanceng, namun jika musim hujan, lebah madu klanceng belum bsia langsung panen, harus dilihat kembali hasilnya.

“Kalau hasil panennya bisa saya katakan dari 10 bambu atau 10 gentongan kecil ini bisa menghasilkan hampir 1 kilogram, itu pas musim bunga, kalau umpamanya pas musim bunga tidak ada panennya ya ditunda dulu,”ungkap Tanti.

Untuk satu kilogram madu klanceng hasil dari ternaknya tersebut, bisa  terjual  sebesar Rp 300-350 ribu. Untuk peminat dari madu klanceng sendiri Tanti menilai cukup banyak, apalagi ditengah kondisi pandemi Covid-19 yang masih terus berjalan seperti ini.

“Kalau 1 kilogram kurang lebih pasarannya murni itu Rp 300-350 ribu,”tambah Tanti.

Untuk pemasaran madu klanceng yang ia budidayakan ini, Tanti mengungkapkan jika pasar pulau Jawa dan Kalimantan masih yang terbesar.

Related Articles