Industri KreatifPelaku Kreatif

Mengulik Eka Bayu, Pembudidaya Musang Di Kota Malang Yang Mampu Hasilkan ‘Cuan’ Melimpah

Indiekraf.com-Bagi sebagian orang hewan musang dinilai sebagai hama tanaman, sehingga keberadaannya sebagian besar diburu untuk dijadikan santapan. Namun ditangan para pecinta hewan musang justru menjadi salah satu sumber mata pencaharian.

Budidaya di lahan sempit dirumah pun mampu mendatangkan pundi-pundi rupiah bahkan seekor anak musang bisa laku hingga belasan juta rupiah. Hal itu yang dilakukan oleh pria bernama Eka Bayu Imadani. Pria yang sehari hari tinggal di kawasan jalan Bendungan Sutami 1A ini menjadi pembudidaya musang sejak 2019 silam.

Ketertarikan budidaya musang ia peroleh sesaat setelah berkunjung ke rumah sahabatnya pada pertengahan tahun 2019 lalu. Awalnya ia  membudidaya seekor indukan pejantan dan 3 ekor betina. Kini setelah berjalan 3 tahun Bayu telah memiliki 16 ekor indukan, 3 ekor jantan dan 13 ekor betina dengan jenis musang mozaik jawa, pandan, dan platinum.

“Saat ini saya punya indukan 16 ekor terdiri dari 3 jantan dan 13 betina,”ungkap Bayu.

Pembudidaya musang, Eka Bayu Imadani yang telah membudidayakan musang sejak 3 tahun lalu, kini telah menikmati hasilnya, banyak peminat dari luar kota malang yang tertarik untuk membeli musang hasil dari tempat budidaya miliknya

Baca juga:

Menurut Bayu, budidaya musang di rumah tidaklah sulit terpenting kebersihan kandang selalu terjaga, serta pemberian pakan teratur. Lebih lanjut Bayu mengatakan jika dirinya tertarik dengan musang dikarenakan pasar musang di masyarakat tergolong banyak peminat dan tentunya memberikan “cuan” yang cukup menarik.

“Sebenarnya budidaya musang ini tidaklah sulit, sama seperti budidaya hewan lainnya, terpenting kebersihan kandang harus terjaga, pakan juga,”ungkap Eka Bayu.

Dipasaran seekor bayi musang berumur 1 bulan bisa laku seharga 5 ratus ribu hingga 1 koma 5 juta rupiah. namun ditangan seorang breeder, seekor musang dengan varian unggul laku hingga belasan juta rupiah dalam setahun. Sementara, dalam 1 bulan Bayu dapat menjual 10 hingga 15 ekor bayi musang.

“Normalnya bayi musang umur 1 bulan sudah bisa dijual, biasanya saya jualnya mulai 500 ribu rupiah hingga jutaan,”tambah Bayu sapaan akrabnya.

Untuk memasarkan hasil budidaya musang miliknya, bayu mengandalkan akun media sosial seperti facebook, instagram. menurutnya pemasaran model seperti ini dapat menjangkau konsumen hingga keseluruh pelosok negeri.

Eka juga tergabung dalam komunitas Civet Farm Ngalam Mbois. Di mana para anggotanya sudah tersebar di beberapa kota di Indonesia, diantaranya lampung,Malang, Kediri, Surabaya dan Jakarta.

Related Articles