Industri KreatifKuliner

Menikmati Kudapan Bandeng “Bangzat” Di Kota Malang Yang Lagi Ramai

Indiekraf.com-Kota Malang selain disebut sebagai kota pendidikan, nyatanya juga tak lepas dari sebutan sebagai kota kuliner, hal ini dikarenakan setiap tahunnya, banyak sekali kaum urban datang di bumi Arema ini baik untuk bekerja maupun bersekolah.

Dari sekian banyak kuliner yang disuguhkan oleh ragam kedai makanan, nyatanya ada satu menu baru yang mungkin sedang “hype” di kota malang, kudapan itu adalah “Bandeng Bangzat”.

Olahan ikan bandeng dengan ragam jenis ini sepertinya masih cukup baru atau bahkan sebagai pioner di kota Malang. Kedai bandeng bangzat sendiri berada di jalan terusan sulfat atau lebih mudahnya di google maps tinggal ketik mbok luwe, pasti anda akan langsung menemukan lokasinya.

Menurut owner bandeng bangzat Desi Trimurtiarti, awal memulai usaha kuliner bandeng ini berawal dari menjual bandeng frozen tanpa duri yang sudah kemasan.

Baca juga :

Bandeng yang dijual itu berasal dari Gresik karena dirinya memang berasal dari gresik dan memiliki tambak bandeng sendiri. Setelah mencoba keliling malang, nyatanya banyak warga malang sebenarnya suka dengan ikan bandeng namun saat ingin mengkonsumsi tidak ingin “ribet” dengan duri.

Atas dasar itulah, dirinya bersama suami kemudian berinisiatif mencoba peluang baru dengan bekerjasama bersama seorang chef untuk membuat kuliner bandeng.

“Awalnya itu saya itu jualan bandeng frozen, bandeng tanpa duri tapi sudah dikemas, jadi aku ambil dari gresik dari tambak sendiri. Dan setelah tanya tanya orang, ternyata banyak orang males makan bandeng itu karena durinya, dan bau tanah,”

“Padahal banyak orang di malang nyatanya suka bandeng, karena males ribet dengan durinya, saya mencoba menangkap peluang itu, dengan membuat masakan bandeng ini,” kata Desi Trimurti.

Setelah berinovasi cukup lama, akhirnya beberapa menu olahan bandeng dengan beragam rasa bisa dibuat. Beberapa olahan bandeng itu antara lain  Bandeng o plate, bandeng kebab bandeng,bandeng keju,bandeng krispi, bandeng original, bandeng kremes, hotplate bandeng crispi.

Tentang pemberian nama Bandeng “bangzat” sendiri, menurut Desi nama itu muncul secara langsung dan biar terdengar “wow”di telinga orang, padahal kata “bangzat”sendiri tidak diartikan secara buruk, namun plesetan dari “bandeng lezat”.

Baca juga:

“Penamaan bangzat sendiri ya langsung saja biar orang kesannya kaget,” ungkap Desi.

Untuk harga yang ditawarkan cukup ekonomis,yakni mulai Rp 15 ribu hingga Rp 35 ribu.

“Untuk harga kita mulai 15 ribu hingga paling mahal 35 ribu, untuk yang 15 ribu itu setengah ekor, kalo yang 35 ribu satu ekor,”kata Desi.

Untuk saat ini bandeng bangzat sudah bisa dipesan di aplikasi online.

Dan yang paling unik dari warung bandeng bangzat ini adalah siapapun pelanggan dipersilahkan untuk belajar masak olahan bandung secara langsung dengan chef.

“Dan kita ini juga sangat terbuka kepada seiapapun, jikaadapelanggandatang kesini mau belajar langsung memasak, kita sangat “welcome” untuk mengajari,” tambah Desi.

Kedepan, Desi ingin lebih menggalakkan program pemerintah yakni gemar makan ikan, agar setiap orang lebih sering mengkonsumsi ikan, apalagi kandungan omega ikan bandeng lebih tinggi daripada ikan Salmon.

“Kedepan ingin menggalakkan program gemar makan ikan pada orang-orang, karena kandungan omega ikan bandeng ini lebih tinggi dari ikan salmon,”tutup Desi.

Tampilkan Selanjutnya

Artikel terkait

Back to top button