Industri KreatifKuliner

Menikmati Sayap Pedas Pak Bajil Yang Legendaris Dari Kota Malang

Indiekraf.com- Masyarakat jawa timur terkenal suka dengan masakan pedas, hampir semua warung di beberapa kota di wilayah jawa timur menyediakan masakan pedas,karena rata rata masakan pedas paling banyak dicari oleh masyarakat.

Terlebih warga Malang raya juga sangat suka dengan makan pedas. Jika di beberapa warung makan di kota malang ada banyak menydiakan menu ceker maut, ada satu warung di wilayah jalan kawi kota malang yang menyediakan masakan sayap pedas,warung tersebut yakni warung pojok pak Bajil.

Warung ini berada tepat di seberang pusat perbelanjaan yang cukup besar (Giant). Warung pojok pak Bajil atau warga malang biasa menyebut dengan warung pak Jenggot.

Baca juga :

Inovasi Cokelat Tempe Buatan UKM Kota Malang Sukses Tembus Pasar Nasional

3 STMJ di Malang yang Cocok DIkunjungi Saat Musim Dingin

Warung ini buka mulai pukul 17.00 hingga 04.00 pagi dan tutup setiap ahri minggu dan tidak buka cabang.

Menurut Pak Bajil sang pemilik warung, awalnya berdiri yakni 20 tahun lalu hanya memasak setengah kilo saja. Kemudian seiring berjalannya waktu, ternyata peminat sayap pedas buatan dirinya dan istri ini semakin banyak dan kini setiap harinya Pak Bajil bisa memasak hingga 25 kilogram.

Pak Bajil pemilik warung sayap pedas
Baca juga : 

“Dulu awalnya cumasetengah kilo saja,terus kokbanyak yang suka akhirnya ditambah porsinya. Setiap hari bisa sampai 25 kg,” kata Pak Bajil.

Untuk satu porsi menu sayap pedas yang terdiri 2 sayap dibandrol dengan harga Rp 12ribu tanpa nasi, jika ditambah dengannasi,harganya menjadi Rp 15 ribu.

“Untuk satu porsi, terdiri dari dua sayap ayam, dibanderol Rp 12 ribu tanpa nasi. Kalau pakai nasi, Rp 15 ribu,” papar dia.

Tak hanya penikmat dari dalam kota malang saja, namun pelanggan dari luar kota juga rela datang jauh jauh untuk menikmati sayap pedas pak Jenggot. Seperti Dea Putri pelanggan tetap sayap pedas dari Pandaan, Kab Pasuruan yang datang langsung ke warung bersama teman temannya.

“Kalau dari Pandaan, kesini biasanya satu bulan sekali, atau bahkan satu minggu sekali. Biasanya sama teman-teman makan disini,” kata Dea.

Tak hanya menu sayap pedas yang ada di warung ini, menu pendamping lainnya seperti rawon, soto, nasi campur hingga nasi bumbu bali juga tersedia.

Related Articles