Industri KreatifKabar Kreatif

Produksi Motor Listrik Akan Naik Pesat, Banyak Penggemarnya!

Indiekraf.com – Belakangan ini, trend kendaraan bertenaga listrik menjadi ‘booming’. Tak hanya dikenal sebagai transportasi ramah lingkungan, kendaraan listrik juga punya banyak keuntungan saat penggunaannya. Hal tersebut mendorong Kementerian Perindustrian (Kemenperin) untuk produksi motor listrik lebih besar. Seperti apa kira-kira penjelasannya? SImak artikel di bawah ini, yuk!

Produksi Motor Listrik Naik Pesat, Kini Banyak Penggemarnya!

Produksi Motor Listrik Naik Pesat, Banyak Penggemarnya!
Sumber Ilustrasi : Instagram @e.viar

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) yang dipimpin oleh Agus Gumiwang Kartasasmita sebagai Menteri belum lama ini membuat kabar mencengangkan. Hal itu tak lain terkait dengan kabar produksi motor listrik. Pada kesempatan tersebut, ternyata Presiden Joko Widodo menjelaskan bahwa ada target produksi motor listrik sebanyak 2 juta unit.

Target tersebut pun harus dicapai oleh Kemenperin demi menjawab kebutuhan masyarakat. Pada ajang Focus Group Discussion (FGD) B20 tanggal 6 Oktober 2022 lalu, Agus menjelaskan detail mengenai target tersebut. Dikutip dari laman resmi Kemenperin, ia mengatakan “Kami optimis jumlah tersebut bisa tercapai dalam waktu dekat,”. Angka tersebut tentunya bukanlah angka kecil, mengingat kendaraan motor listrik kini sedang naik daun.

Direncanakan Bisa Tercapai di 2023

Dalam rangka mencapai target yang diberikan oleh RI 1 tersebut, Agus pun mengatakan bahwa Kemenperin kini mencoba untuk mendalami industri electric vehicle. Dengan bersemangat, ia mengatakan bahwa target tersebut bisa tercapai karena banyaknya investor yang melirik Tanah Air sebagai lokal produksi. Hingga saat ini, Indonesia sudah memiliki 35 pabrikan otomotif yang secara siap memproduksi kendaraan bertenaga listrik.

Sehingga, diperkirakan target 1 juta unit kendaraan per tahun bisa tercapai. Jika sesuai, maka target 2 juta unit bisa tercapai di tahun 2023 nanti. “Kami di Kementerian Perindustrian mendukung dari sisi supply dan memastikan bahwa produksi dari kendaraan listrik bisa cepat tumbuh. Sementara kementerian/lembaga yang lain menyiapkan infrastrukturnya. Ini harus terkoordinasi dengan baik agar semuanya bisa berjalan lancar,” jelas Agus. Pihak Kemenperin juga tengah mempersiapkan standar untuk memudahkan proses charging station atau swat battery di masa yang akan datang.

Baca Juga Daftar Motor Listrik Segway dan Perbedaannya!

3 Kelebihan Wuling Air EV 2022, Mobil Listrik Termurah!

Hyundai IONIQ 5 Jadi Mobil Listrik Pertama yang Dibuat di Indonesia!

Related Articles