Desain Komunikasi VisualDesain ProdukDigital KreatifIndustri Kreatif

Amogasakti Trading Card Game Karakter Wayang, Ciptaan Mahasiswa di Malang

Indiekraf.com-Bagi generasi milenial cerita wayang mahabarata dan ramayana tidaklah populer, dan bahkan ditinggalkan karena dianggap kuno. Namun di tangan sekelompok mahasiswa Universitas Negeri Malang, wayang justru dijadikan karakter utama penciptaan trading card game.

5 mahasiswa tersebut yaitu rifki Fajar Fitrianto (jurusan ti 2018), Dwi Hartanto (jurusan dkv 2018), Dzanun Fansyiari Austi (jurusan ti 2019), Alif Hanifatur Rosyidah (jurusan sastra inggris 2017), dan Hafizah Islami Rahmadina (jurusan manajemen 2017) bekerja sama menciptakan sebuah permainan kartu baru bernama Amogasakti.

Amogasakti, dipilih 5 anggota tim mahasiswa Universitas Negeri Malang sebagai nama permainan kartu lebih disebabkan karena semakin ditinggalkannya budaya nenek moyang bangsa indonesia tersebut oleh generasi muda masa kini.

“Kami melihat bahwa dalam karakter pewayang itu ada sejumlah tokoh yang memiliki kekuatan sesuai dengan ide yang kami kembangkan. Akhirnya diputuskan untuk trading card game ini kami pakai karakter pewayangan sekaligus juga mengenalkan ke anak muda,” papar ketua kelompok, rifki fajar pada indiekraf.com (20/09/21).

Wayang dan trading card game sebenarnya berasal dari dunia yang berbeda. Namun ditangan mahasiswa kreatif tersebut, wayang mampu diangkat dengan sentuhan modern, layaknya tokoh super hero iron man, superman, ataupun spiderman.

Sejauh ini, wayang trading card game tersebut baru menggunakan 12 karakter yang diambil dari cerita perang baratayudha. Karakter-karakter tersebut diantaranya kresna, bisma, arjuna, bima, durna, duryudana, dursasana, yudistira, nakula, sadewa, karna dan srikandi. Nantinya, fajar menyebut karakter lain akan dimasukkan untuk melengkapi permainan.

“Kami juga berencana mengangkat lakon-lakon pewayangan yang lain untuk permainan game ini. Untuk risetnya sendiri kami berpatokan pada kitab parwa yang didalamnya memang dijelaskan tentang pakem-pakem lakon pewayangan,” tambah rifki.

Cara permainan kartu amogasakti, terinspirasi dari permainan trading card game serupa yugi-oh, menggunakan sistem atau strategi deck building. Setiap pemain harus memiliki cara jitu, dalam memenangi peperangan. Tentunya dengan syarat wajib mengenal penokohan karakter serta kekuatan masing-masing karakter wayang.

tampilan Augmented reality dari kartu Amogasakti

Baca juga:

“Jadi dari satu pack itu terdapat empat jenis kartu, masing-masing 6 kartu karakter, 15 kartu energi, 12 kartu pusaka dan 6 kartu ageman serta petunjuk permainan. Untuk bisa memaksimalkan semuanya maka pakai aplikasi. Hal ini terinspirasi dari permainan game pokemon ataupun Yu Gi Oh,” ungkap mahasiswa jurusan teknik informatika angkatan 2018 ini.

Meski masih dalam tahap pengembangan seri kedua, amogasakti sudah dapat diperoleh secara terbatas melalui komunitas pecinta game kota malang. Tak hanya kartu permainan amogasakti yang dijual seharga 75 ribu rupiah per kotak secara otomatis membuka akses pemilik kartu membaca komik online pewayangan, serta gambar 3 dimensi memanfaatkan aplikasi telepon pintar dan teknologi augmented reality.

“Di aplikasinya juga ada fitur augmented reality, di mana kartu karakter yang didapat  bisa di-scan dan akan muncul gambar virtual dari kartu tersebut sebagai koleksi,” tandas rifki.

Kedepan, kartu permainan amogasakti bakal dikembangkan secara berseri mengikuti daftar panjang cerita epik pewayangan perang mahabarata hingga kisah klasik percintaan ramayana.

Related Articles